Dark
Light

Sukses di Solana, Crypto Wallet Phantom Ekspansi ke Ethereum dan Polygon

1 min read
November 30, 2022
Phantom Wallet

Kondisi ekosistem Web3 saat ini cenderung terfragmentasi. Saat mendalami hobi NFT, pengguna akan dihadapkan dengan berbagai opsi blockchain, dan dengan perbedaan blockchain, datang pula perbedaan marketplace maupun crypto wallet. Tentu tidak selamanya harus seperti itu, sebab wacana multichain santer disuarakan oleh para pemain dunia Web3, seperti contohnya marketplace NFT OpenSea yang aktif menambahkan dukungan blockchain-nya.

Contoh lainnya adalah Phantom Wallet. Crypto wallet nomor satu untuk blockchain Solana itu baru saja mengumumkan ekspansi ke dua blockchain lain, yakni Ethereum dan Polygon. Per hari ini, para pengguna Phantom sudah bisa menyimpan NFT yang di-mint di blockchain Ethereum dan Polygon, serta tentu saja mata uang ETH dan MATIC.

Lewat sebuah posting blog, Phantom menjelaskan bahwa kehadiran self-custodial wallet seperti bikinan mereka sangatlah penting dalam kondisi sekarang. Meski tidak disebutkan secara langsung, namun besar kemungkinan kondisi yang dimaksud adalah semakin berkurangnya kepercayaan konsumen terhadap centralized exchange, terutama setelah kasus yang menimpa FTX.

Dengan mendukung Solana, Ethereum, dan Polygon sekaligus, Phantom tentu punya potensi untuk memperluas basis penggunanya. Sementara itu, pihak pengguna sendiri juga bakal diuntungkan karena mereka tidak perlu repot-repot mengatur akun crypto wallet yang berbeda di blockchain yang berbeda pula.

Kenapa Ethereum dan Polygon? Karena Ethereum masih merupakan blockchain dengan ekosistem NFT terbesar sampai detik ini, sementara Polygon sendiri merupakan sidechain Ethereum yang mengutamakan efisiensi, kecepatan, sekaligus biaya transaksi yang rendah.

Sebagai informasi, Magic Eden — yang notabene merupakan marketplace NFT nomor satu Solana — baru-baru ini juga mengumumkan rencana untuk mengintegrasikan blockchain Polygon, setelah sebelumnya resmi berekspansi ke Ethereum. Ditambah dengan langkah Phantom ini, kita seakan bisa melihat pola yang serupa: tumbuh besar dan mendominasi di Solana, lalu melebarkan sayap ke ekosistem yang lebih besar lagi.

Spesifik untuk Polygon, Phantom bilang bahwa timnya telah bekerja sama langsung demi mewujudkan pengalaman yang terbaik, yang sejalan dengan roadmap teknologi Polygon. Polygon sendiri belakangan semakin naik daun setelah dipercaya oleh banyak brand besar yang hendak masuk ke Web3, mulai dari Meta, Reddit, Nike, sampai Starbucks.

Via: Decrypt.

Contoh NFT Porsche
Previous Story

Porsche Siap Luncurkan Koleksi NFT, Utamakan Kolaborasi Kolektor dan Artis

Next Story

AMD Umumkan Seri 7020 Di Indonesia, Dimulai dari Ryzen 3 7320u

Latest from Blog

Don't Miss

Sugartown Zynga

Zynga Umumkan Game Web3 Pertamanya, Sugartown

Perlahan tapi pasti, popularitas game Web3 masih terus ada. Tidak
Bursa kripto Indonesia

Indonesia Resmi Punya Bursa Kripto, Apa Signifikansinya?

Setelah sekian lama, Indonesia akhirnya punya bursa kripto sendiri. Badan