Dark
Light

Pengguna Snaptu Terus Bertambah, Capai 10 Juta Orang

1 min read
June 23, 2010

Pengguna aplikasi Snaptu terus bertumbuh, seperti yang dituliskan oleh TechCrunch, pengguna yang terdaftar atau yang menggunakan aplikasi ini telah mencapai 10 juta orang. Selain itu, Snaptu juga dikabarkan mendapatkan suntikan dana sebesar 6 juta Dollar (series Funding B).

Snaptu secara sederhana bisa dijelaskan sebagai sebuah aplikasi yang bisa memberikan pengalaman menggunakan mobile internet yang lengkap, semacam all-in-one application yang didalamnya terdapat berbagai layanan lain seperti akses ke Facebook, Twitter, Flickr, aplikasi untuk membaca berbagai berita dan blog, serta masih banyak lagi.

Snaptu bisa bekerja disemua ponsel, yang penting gadget user bisa mendukung Java, aplikasi Snaptu ini juga menjadi pilihan bagi pengguna ponsel non-smartphone yang jumlahnya sangat banyak. Pengalaman yang diberikan juga kaya fitur dan yang paling penting, satu tempat untuk berbagai aplikasi.

Untuk pengguna Indonesia, meski saya tidak punya data pasti, tapi kalau dilihat dari kondisi nyata serta melihat dari timeline Twitter atau Facebook, kita bisa melihat yang melakukan update dari aplikasi ini, jumlahnya tidak sedikit. Apalagi pengguna ponsel menengah bawah di Indonesia sangat banyak.

Memang ada layanan ‘built-in’ yang biasa diberikan vendor handset, misalnya untuk aplikasi social network, tapi Snaptu tetap menjadi pilihan banyak orang, Snaptu juga tersedia di berbagai marketplace untuk aplikasi mobile, seperti GetJar, atau Ovi Store-nya Nokia atau dari situs mereka sendiri di m.snaptu.com.

Saya sendiri memang pengguna Snaptu, dan salah satu layanan yang saya gunakan adalah News & Blogs yang bisa terintegrasi dengan Google Reader, jadi saya tidak perlu lagi menyusun daftar sumber bacaan dari blog maupun situs berita secara manual, tetapi hanya cukup beberapa ‘klik’ dari ponsel, saya telah bisa meng-import data bahan bacaan saya di Google Reader ke Snaptu.

Perusahaan ini baru berdiri sekitar 3 tahun lalu dan berbasis di London, namun telah mempunyai beberapa kantor, salah satunya di Silicon Valley. Snaptu bisa menjadi salah satu contoh aplikasi yang bisa menjawab satu pertanyaan penting dari produk yang menyasar pengguna umum: kebutuhan.

Pertumbuhan ponsel, penggunaan mobile internet yang besar dan juga munculnya aplikasi social network yang menjadi trend menumbuhkan kebutuhan di user akan all-in-one service.

Meskipun pengguna ponsel bisa memilih berbagai layanan lain yang sejenis, bahkan untuk Facebook atau Twitter bisa langsung mengakses mobile site masing-masing, tapi Snaptu bisa melayani kebutuhan pengguna dengan menjadi all-in-one app.

Untuk pasar lokal, peluang akan aplikasi yang melayani kebutuhan pengguna mobile masih terbuka lebar. Bagaimana dengan pendapat anda? Anda pengguna Snaptu, bagaimana peluang aplikasi sejenis dalam melayani pertumbuhan mobile internet, khususnya di pasar lokal? Kolom komentar selalu menunggu pendapat anda.

Wiku Baskoro

Penggemar streetphotography, penikmat gadget, platform agnostic gamers, build Hybrid.co.id to make impact.

4 Comments

  1. waktu mo donlod snaptu nya, ada tulisan harmful for your phone..
    gimana tuh? thx ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Google Voice Terbuka Untuk Semua Orang (di U.S.)

Next Story

Venue Lokal Mulai Berpromosi Di Foursquare

Latest from Blog

Don't Miss

Snack Video Punya 43 Juta Pengguna di Indonesia, Siap Ungguli para Pesaingnya

Siapa yang saat ini tidak mengakses aplikasi berbasis video pendek?

Whatsapp Bakal Bisa Kirim Gambar Tanpa Kompresi?

Siapa yang saat ini masih menggunakan Whatsapp untuk mengirim gambar?