Dark
Light

Strategi Microsoft Mendekati Komunitas Open Source

1 min read
January 29, 2010

linux-w-windowsBeberapa waktu yang lalu di event Microsoft Bizspark yang saya hadiri, Microsoft mengumumkan kerjasamanya dengan Zend Technologies dalam pengembangan platform PHP on the cloud yang dinamakan SimpleCloud. Di event itu juga saya pribadi tidak melihat geliat Microsoft dalam mengembangkan platform utamanya yaitu ASP.NET dan justru mendukung PHP yang memang selama ini berkompetisi dengan ASP.NET

Saya pun bertanya-tanya kenapa Microsoft mengambil langkah demikian, bukan mendukung produk sendiri malah bekerjasama mengembangkan produk kompetitor. Siddhartha Agarwal, Vice President Americas Field Operation Zend Technologies hari ini cukup berbaik hati untuk mengundang saya berdiskusi sembari menyantap sarapan (credit goes to Dhenu from Zend Indonesia). Dan akhirnya, saya mendapat penjelasan atas kebingungan saya.

Siddhartha Agrawal, VP America's Field Operation, Zend Technologies
Siddhartha Agarwal, VP Americas Field Operation, Zend Technologies

Microsoft, dalam proses pendekatannya dengan komunitas developer di dunia ternyata mengalami kesulitan, tentu saja karena kebanyakan platform yang dimiliki Microsoft bersifat proprietary dan anda harus membayar untuk menggunakannya. Belum lagi infrastruktur yang digunakan (IIS Server, SQL Server) harganya relatif lebih mahal daripada infrastruktur LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP) yang hampir tanpa biaya. Dari sini penjualan Windows Server menjadi makin tidak populer di kalangan developer dan bisnis korporat.

Adaptasi harus dilaksanakan oleh Microsoft guna mendongkrak penjualan Windows Servernya dan salah satu strategi yang digunakan Microsoft adalah dengan mendukung gerakan Open Source. Kenapa? Selama ini Microsoft selalu diasosiasikan dengan software proprietary dan berbayar, asosiasi ini harus diubah dengan dukungan Microsoft terhadap teknologi-teknologi Open Source. Dan tentu saja salah satu teknologi Open Source paling populer adalah bahasa pemrogramman PHP. Kenapa PHP? Karena pada dasarnya Microsoft lebih tertarik menjual Windows Server daripada Visual Studio (IDE native Microsoft). Lebih baik ASP.NET yang mengalah daripada Windows Server yang mengalah terhadap Linux bukan? Mengalah untuk menang 🙂

Sekarang tinggal waktunya pembuktian, dengan dirilisnya SimpleCloud yang hasil kerjasama Microsoft dengan Zend Technologies dan beberapa vendor cloud platform lainnya, sepertinya akan mampu menarik minat para developer PHP untuk membawa web development ke satu tingkat lebih tinggi. Dan dengan dukungan PHP di IIS Server juga makin membuka pintu bagi para developer PHP untuk mempertimbangkan penggunaan produk OS Microsoft untuk pengembangan aplikasi. Microsoft juga membantu para developer-developer PHP ini dengan program-program seperti Microsoft BizSpark dan WebsiteSpark yang juga memberikan infrastruktur bahkan software secara gratis kepada developer-developer. Pastinya langkah ini akan membuka pintu lebar-lebar bagi web developer yang selama ini alergi terhadap produk-produk Microsoft. Setuju?

Pertanyaan selanjutnya, apakah ini tanda-tanda kehancuran ASP.NET? Sampaikan pendapat dan prediksi anda di kolom komentar.

slight disclosure:Dhenu, which also runs BitesMedia.tv have close partnership with Dailysocial. Go figure 😉

Rama Mamuaya

Founder, CEO, Writer, Admin, Designer, Coder, Webmaster, Sales, Business Development and Head Janitor of DailySocial.net.

Contact me : [email protected]

7 Comments

  1. pinter yah.. dari level mahasiswa sudah dibiasakan pake software2 microsoft (student microsoft parnet), ntar jadi developer ada lagi yang kayak diatas.. terbiasa pakai software windows mau ga mau beli OS windows jg dunk.., tp OS nya ga mungkin gratis.. xixixi.., but.. its ok lah.. namanya juga orang dagang.. klo ga pinter2an yah bisa gulung tikar.. 😀

  2. well emang it's all about business sih. Tapi salut juga ngeliat strategi mereka “membunuh” salah satu produknya demi keuntungan yang lebih besar. That's business.

  3. ASP.NET beda segmen dg PHP. Secara kuantitas memang PHP lebih banyak dipakai. tapi kalau berbicara dalam konteks aplikasi enterprise (misal perbankan, telko, penerbangan, dsb), ceritanya bakal berbeda.
    Lawan ASP.NET yg lebih pantas adalah Java EE.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Will Google Social Search Fall?

Next Story

Facebook Siapkan Location Check In

Latest from Blog

Don't Miss

Dampak AI Pada Transformasi Bisnis di Indonesia: TELKOM, BUMA, dan DANA Berbagi Pengalaman

Sadar akan potensi besar yang ada pada teknologi AI ini,

Bangun Infrastruktur Cloud dan AI di Indonesia, Microsoft Siapkan Dana Investasi 27 Triliun

30 April 2024 menjadi hari yang cukup bersejarah bagi perkembangan