Esports Ecosystem

Selama Pandemi, Esports Balapan Tumbuh Pesat

28 May 2020 | Ellavie Ichlasa Amalia
Tak heran, mengingat banyak balapan yang harus digantikan dengan balapan virtual

Pandemi virus corona membuat berbagai ajang balapan harus dibatalkan, digantikan oleh balapan virtual. Hal ini mendorong pertumbuhan industri esports, khususnya terkait game-game balapan. Leeston Bryant, Senior Marketing Manager untuk Esports dari McLaren mengungkap, beberapa bulan belakangan, esports balapan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

“Satu perubahan paling besar adalah esports kini ada di benak masyarakat,” kata Bryant pada Motorsports.com. “Ibu saya bertanya apakah saya punya andil dalam mengajak para pesepak bola bermain Formula 1 sementara tetangga saya juga menanyakan tentang peran McLaren di esports. Saya telah berkecimpung di bidang esports selama dua tahun. Memang, selama itu, industri esports terus tumbuh. Namun, dalam dua bulan belakangan, saya melihat pertumbuhan yang sama dengan pertumbuhan selama dua tahun. Saya rasa, ini sangat menarik. Kami akan mencoba untuk memanfaatkan momentum ini di masa depan.”

Bryant mengungkap, para sponsor McLaren juga ingin mendapatkan akses ke esports sebagai channel baru yang tengah berkembang. Karena itu, meskipun balapan sebenarnya akan kembali diadakan, dia merasa, para rekan McLaren tetap tertarik untuk bertahan di dunia esports.

esports balapan
Banyak balapan yang digantikan dengan balapan virtual. | Sumber: F1.com

“Kami telah mengadakan diskusi dengan sponsor McLaren tentang esports beberapa kali, termasuk tentang ketika balapan kembali diadakan. Kami tertarik untuk mengadakan balapan virtual di waktu istirahat atau off-season balapan. Dengan begitu, kita bisa memberikan hiburan pada para fans balapan sepanjang waktu,” ujar Bryant. “Saya pikir, semua orang hampir selalu aktif mencari hiburan. Jadi, kami ingin bisa memberikan fans konten tambahan. Saya rasa, esports dan sim racing bisa kami gunakan untuk mencapai tujuan itu.”

Julian Tan, yang bertanggung jawab atas program esports di F1, juga mengatakan hal yang sama dengan Bryant. Namun, dia mengaku masih tidak yakin bagaimana popularitas sim racing akan memengaruhi industri motorsports setelah pandemi berakhir. Dia mengaku, sim racing memang tumbuh dengan sangat pesat, tapi, dia yakin, pandemi corona juga akan mengubah lanskap industri.

“Saya pikir, pertumbuhan dan perhatian yang diberikan masyarakat pada gaming dan esports sekarang akan memberikan dampak di masa depan, setelah pandemi berakhir. Hanya saja, sulit untuk memperkirakan apa dampak tersebut. Satu hal yang saya tahu, sekarang, kita semua mencoba untuk masuk ke industri gaming serta esports dan ada banyak hal yang kita pelajari dengan mencoba berbagai hal baru. Kita akan menjadi lebih siap untuk menghadapi tantangan yang muncul di masa depan,” ujar Tan.

Formula 1 ikut terjun dalam dunia esports dengan mengadakan virtual Grand Prix. Balapan virtual tersebut mengadu mantan pembalap, selebritas, dan atlet dari olahraga lain. Selain Formula 1, NASCAR dan Formula E juga mengadakan balapan virtual sebagai pengganti balapan yang dibatalkan. Namun, keberadaan balapan virtual juga membawa masalah untuk sebagian orang, seperti Daniel Abt yang kontraknya diputus oleh Audi karena menggunakan joki dalam balapan virtual.

Sumber header: F1.com