Esports Ecosystem

Lowongan Kerja Esports Meningkat Hampir Dua Kali Lipat dalam Setahun Terakhir

11 Jul 2019 | Ayyub Mustofa
Tenaga kerja di industri esports didominasi oleh kawula muda (25 - 34 tahun) dengan skill tingkat menengah.

Meski kerap dikaitkan dengan stigma negatif di masyarakat, tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan industri esports juga telah memberikan banyak manfaat bagi orang banyak. Salah satunya yaitu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang begitu beragam. Tak hanya menjadi atlet, di industri ini Anda juga dapat berperan sebagai organizer, shoutcaster, kreator konten, dan berbagai profesi lain sesuai talenta. Tinggal bagaimana kita berpikir kreatif serta mengasah keahlian agar bisa masuk ke bidang-bidang tersebut.

HitmarkerJobs adalah salah satu platform yang memfasilitasi pencarian kerja di industri esports, dan baru-baru ini mereka merilis sejumlah data serta infografis yang menunjukkan tren positif. Mereka membandingkan data dari periode Januari – Juni 2018 dengan Januari – Juni 2019, ternyata permintaan untuk tenaga kerja esports mengalami peningkatan cukup signifikan.

Infografis HitmarkerJobs
Sumber: HitmarkerJobs

Di tengah tahun pertama 2018, jumlah lowongan kerja untuk esports tercatat sebanyak 2.497 lowongan, kemudian meningkat menjadi 4.638 lowongan di tengah tahun pertama 2019. Artinya terjadi pertumbuhan sebesar 185,74%. Data lain yang menarik adalah bahwa rasio lowongan full time mengalami peningkatan juga, dari 63,94% menjadi 75,08%. Sementara jumlah pekerjaan part time, volunteer, dan internship (magang) semua mengalami penurunan. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa industri esports dalam setahun terakhir telah tumbuh menjadi semakin profesional, dan semakin solid sebagai tempat mencari nafkah.

Demografis para job hunters (pencari kerja) di industri esports pada periode 2019 menunjukkan bahwa mayoritas mereka adalah tenaga kerja berusia 25 – 34 tahun (52,45%) dan 18 – 24 tahun (36,77%). Memang rentang usia ini adalah usia yang sangat produktif dan identik dengan industri kreatif. Akan tetapi menariknya, mayoritas tuntutan keahlian berada pada level menengah (41,71%). Jadi industri esports menawarkan banyak oportunitas, tapi syaratnya kita harus memiliki skill yang mumpuni.

“Rasanya sangat menggembirakan melihat begitu banyak lowongan kerja di esports secara global, memberikan lebih banyak orang kesempatan untuk mengubah passion mereka menjadi karier. Kami bersyukur dapat ikut andil dalam memberikan para pencari kerja sebuah daftar lengkap pekerjaan-pekerjaan esports, dan memberikan para penyedia kerja staf-staf yang bertalenta,” demikian kata Rich Huggan, Managing Director HitmarkerJobs, dilansir dari Esports Insider.

“Angka-angka di infografis kami menunjukkan pertumbuhan luar biasa hanya dalam 12 bulan, meskipun masih ada yang perlu ditingkatkan dalam hal menyetarakan porsi gender para pencari kerja dan memastikan jumlah pekerjaan tanpa bayaran terus menurun. HitmarkerJobs.com akan terus berjuang mendorong perubahan ini seiring kami mengejar profesionalisasi dunia tenaga kerja di esports dan gaming,” lanjutnya.

Data dari HitmarkerJobs ini tentunya membuat para pegiat esports semakin positif menyongsong masa depan industri esports yang memang diprediksi masih akan tumbuh selama beberapa tahun ke depan. Ditambah dengan sosialisasi esports ke para orang tua Millennial dan Generasi Z, peningkatan awareness di kalangan pemilik brand, serta usaha-usaha penghapusan stigma negatif lainnya, bukan hal aneh jika pertumbuhan lapangan kerja ini dapat berkembang lebih jauh lagi selama setahun ke depan. Pemerintah Tiongkok bahkan memprediksi bahwa hingga tahun 2024 jumlah talenta esports di sana akan meningkat hingga 800%. Tapi apakah benar demikian, hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Anda dapat melihat infografis HitmarkerJobs versi resolusi tinggi di tautan berikut.

Sumber: Esports Insider, HitmarkerJobs, Team Liquid