Esports Ecosystem

Clash Royale League 2019 World Finals Digelar Desember, Korsel-Jepang Wakili Asia

06 Nov 2019 | Ayyub Mustofa
Sayangnya target Chaos Theory untuk juara Asia dan maju ke World Finals belum tercapai.

Setelah penampilannya di Asian Games 2018 lalu, Clash Royale seolah mendapat momentum untuk menjadi salah satu cabang esports yang terus tumbuh dalam popularitas. Buktinya, Supercell selaku penerbit Clash Royale telah meluncurkan liga resmi bertajuk Clash Royale League sejak tahun 2018 lalu. Tahun ini pun, Clash Royale League telah berjalan dan akan segera sampai di kompetisi tingkat dunia (World Finals).

Dilansir dari Dot Esports, Clash Royale League 2019 World Finals akan diadakan di Shrine Auditorium and Expo Hall, Los Angeles, Amerika Serikat, tepatnya pada tanggal 7 Desember. Turnamen ini menghadirkan enam tim Clash Royale untuk memperebutkan hadiah senilai US$400.000 (sekitar Rp5,6 miliar). Mereka diambil dari tim-tim yang peserta Clash Royale League di tiga wilayah, yaitu Asia, Tiongkok, dan Barat (West).

Berikut ini enam tim peserta Clash Royale League 2019 World Finals:

  • CRL Asia: OGN Entus, FAV Gaming
  • CRL China: Nova Esports, W. EDG Mobile
  • CRL West: SK Gaming, Team Liquid
OGN Entus
OGN Entus, juara CRL Asia 2019 Season 2 | Sumber: OGN Entus

Clash Royale League itu sendiri sebetulnya terbagi ke dalam dua musim tiap tahunnya, yaitu Spring Season dan Fall Season. Keenam tim di atas merupakan juara 1 dan 2 CRL 2019 Fall Season di wilayah masing-masing. Sementara itu para juara CRL 2019 Spring Season sebelumnya telah maju mewakili daerahnya dalam ajang World Cyber Games (WCG) 2019 pada bulan Juli kemarin.

Chaos Theory
Sumber: Chaos Theory

Bagi kita yang tinggal di Indonesia, CRL Asia cukup menarik karena di dalamnya ada tim yang beranggotakan seluruhnya pemain Indonesia. Tim itu adalah Chaos Theory, dengan roster terdiri atas Rifqi Azmi Azza (Carrollus), Mohammad Fabian (Trainer Dexterz), Fransiskus Ananda Wijaya (Jay TV), serta Ridel Yesaya Sumarandak (BenZer Ridel). Nama terakhir ini pasti sudah tak asing bagi Anda, karena ia merupakan juara Clash Royale di ajang Asian Games 2018 lalu.

CRL 2019 Asia Fall Season (disebut juga CRL Asia 2019 Season 2) diluncurkan pada bulan Agustus, dan baru saja selesai di tanggal 2 November kemarin. Sayangnya, target Chaos Theory untuk juara Asia dan lolos ke World Finals masih belum tercapai. Musim ini mereka harus puas duduk di peringkat 3-4, seri dengan KIX Team. Sementara gelar juara direbut oleh OGN Entus yang berasal dari Korea Selatan.

OGN Entus berhak membawa pulang hadiah senilai US$50.000 (sekitar Rp700.000.000). Mereka akan maju ke Los Angeles bersama FAV Gaming, tim asal Jepang yang meraih peringkat 2 di CRL 2019 Asia Season 2. Semoga saja Chaos Theory bisa lebih meningkatkan lagi prestasinya di Clash Royale League musim depan, dan mewakili Indonesia kembali di kejuaraan dunia.

Sumber: Dot Esports