Perusahaan raksasa teknologi Samsung Electronics Co., Ltd. secara resmi mengumumkan teknologi layar terbarunya yang diberi nama Flex Titanium. Teknologi mutakhir ini dipersiapkan secara khusus untuk lini perangkat lipat cerdas (foldable) Samsung Galaxy generasi mendatang, kemungkinan besar akan hadir di Galaxy Z Fold8 Series.
Inovasi ini dirancang untuk menjawab keluhan klasik pengguna ponsel layar lipat, yaitu meningkatkan durabilitas terhadap tekanan eksternal sekaligus meminimalisasi tampilan bekas lipatan (crease) di bagian tengah layar.
Berbekal rekam jejak riset dan pengembangan perangkat foldable hingga tujuh generasi, Samsung tidak lagi sekadar menggunakan material polimer konvensional. Mereka mulai mengintegrasikan dua komponen solid berbahan dasar titanium ke dalam struktur layar. Keputusan teknis ini diklaim mampu menjaga dimensi gawai tetap tipis tanpa harus mengorbankan fleksibilitas dan kekuatan panel.
Bagaimana Cara Kerja Struktur Flex Titanium?
Material titanium selama ini populer digunakan pada industri berisiko tinggi, seperti antena satelit hingga kendaraan luar angkasa, karena kekuatan mekanisnya. Namun, karakter bawaannya yang kaku menjadikan material ini sulit ditekuk.
Samsung memecahkan masalah ini dengan memecah titanium menjadi dua komponen struktural utama yang menyokong layar OLED:
-
Titanium-Alloy Film: Bekerja sebagai tulang punggung yang diletakkan persis di bawah panel OLED. Komponen ini memperkuat struktur layar dari dalam dan menahan deformasi. Melalui metode manufaktur yang presisi, lapisan ini dapat dibuat sangat tipis—berkisar pada sepertiga ketebalan rambut manusia.
-
Titanium Plate (Pelat Titanium): Berfungsi sebagai fondasi fleksibel di bagian paling bawah modul layar. Samsung menggunakan teknologi pemrosesan lubang bermikropola pada pelat ini agar dapat ditekuk berkali-kali secara stabil, serta meminimalisasi celah udara (air gap) antar-komponen saat ponsel dibuka.
EVP dan Head of Mobile Display Product Development Team Samsung Display, Kyung-Jin Yoo, menegaskan bahwa pola mikro inilah yang menjadi kunci fleksibilitas perangkat. “Melalui penerapan teknologi lubang bermikropola pada bagian lipatan pelat titanium, kami mampu menghadirkan struktur yang tetap fleksibel sekaligus memiliki daya tahan yang kokoh,” paparnya.
Perbandingan Spesifikasi Layar Flex Titanium vs Material Konvensional
Untuk memahami signifikansi peningkatan yang ditawarkan Flex Titanium, berikut adalah perbandingan ringkas antara pendekatan polimer lama dan struktur berbasis titanium terbaru:
Kapan Akan Hadir di Pasaran?
Selain meningkatkan ketahanan fisik, arsitektur Flex Titanium juga dikawinkan dengan material organik generasi baru yang mampu memproduksi kualitas visual lebih tajam dengan manajemen konsumsi daya yang jauh lebih efisien.
“Keunggulan Samsung dalam kategori foldable terletak pada kemampuan kami memahami kebutuhan pengguna dan menerjemahkannya menjadi inovasi teknologi,” ungkap Sunghoon Moon, EVP dan Senior Executive Mobile R&D Office Samsung.
Penerapan utuh dari layar Flex Titanium ini akan menjadi pusat perhatian pada generasi ponsel lipat Galaxy selanjutnya yang dijadwalkan akan diungkap sepenuhnya pada ajang presentasi global Galaxy Unpacked dalam waktu dekat.
Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.