Menyikapi tingginya minat korporasi di Tanah Air terhadap implementasi teknologi kecerdasan buatan, Tencent Cloud menghadirkan perluasan portofolio solusi agen AI internasional.
Melalui ajang AI Executive Day yang diselenggarakan di Jakarta, lini komputasi awan dari raksasa teknologi asal Tiongkok ini memperkenalkan tiga inovasi utama—yaitu WorkBuddy, Miora, dan TokenHub—yang dirancang untuk mentransformasi cara kerja tingkat enterprise dari sekadar tahap eksperimen menuju penerapan nyata dan otomatis.
Peluncuran lini produk kecerdasan buatan yang bertajuk agentic AI ini sejalan dengan temuan riset terbaru dari EY, yang mencatat bahwa 57% perusahaan telah menetapkan AI sebagai prioritas strategis utama tahun ini. Lebih lanjut, 66% di antaranya merencanakan fokus investasi pada asisten AI yang mampu bekerja secara mandiri.
Tencent Cloud berupaya mengisi celah tersebut dengan menawarkan sistem yang tidak sekadar berfungsi sebagai chatbot pasif, melainkan mampu merencanakan dan mengeksekusi beban kerja multi-tahap.
Apa Saja Solusi AI yang Diluncurkan?
Dalam perhelatan yang dihadiri lebih dari 150 eksekutif dan pemimpin industri teknologi ini, Tencent memamerkan tiga pilar solusi utama yang ditujukan bagi pekerja profesional:
-
Tencent WorkBuddy: Solusi asisten produktivitas cerdas yang dapat mengonversi satu baris instruksi menjadi hasil kerja final. Sistem ini memiliki modul “keahlian” khusus untuk riset pasar, analisis finansial, hingga hukum. Menariknya, integrasi lintas platform dapat dilakukan secara nirkabel melalui aplikasi pesan seperti Slack, Discord, dan Telegram.
-
Tencent Design Miora: Studio kreatif berbasis AI-native dengan fitur memori persisten. Perangkat ini dirancang khusus untuk memangkas waktu produksi kampanye pemasaran dari hitungan minggu menjadi jam, memastikan konsistensi visual pada pembuatan aset grafis, video, render 3D, hingga antarmuka pengguna (UI).
-
TokenHub (Model-as-a-Service): Platform integrasi yang menyediakan jalur API gateway menuju berbagai Large Language Model (LLM) kelas dunia. Alat ini memungkinkan pengembang korporat untuk mengalokasikan token dan mengendalikan biaya operasional AI melalui satu dasbor terpusat.
“Perusahaan di Indonesia semakin berupaya untuk beranjak dari tahap uji coba AI menuju implementasi nyata,” ujar Jimmy Chen, Vice President of Tencent Cloud & VP of APAC Tencent Cloud International. Menurutnya, otomatisasi beban kerja repetitif melalui WorkBuddy dan Miora akan memberikan ruang lebih bagi para profesional lokal untuk fokus pada inovasi strategis.
Daftar Kemitraan Strategis di Berbagai Sektor
Ekspansi layanan ini semakin mempertegas komitmen infrastruktur global Tencent Cloud yang kini ditopang oleh 66 zona ketersediaan di 23 wilayah, termasuk tiga pangkalan data lokal di Indonesia. Hingga saat ini, perusahaan telah bermitra dengan raksasa dari beragam industri untuk memigrasikan sistem inti dan mengotomatisasi layanan mereka.
Berikut adalah gambaran implementasi teknologi awan dan kecerdasan buatan Tencent pada sejumlah korporasi terkemuka di Indonesia:
Director and Chief Information Technology Officer XLSMART, Yessie D. Yosetya, menyoroti betapa krusialnya fleksibilitas awan modern. “Bagi perusahaan yang melayani puluhan juta pelanggan, nilai utama dari transformasi ini bukan hanya terletak pada platform yang berjalan lebih lancar, tetapi juga pada kemampuan untuk bergerak lebih cepat. Bersama Tencent Cloud, kami mengonsolidasikan sistem tanpa mengganggu operasional pengguna,” paparnya dalam sesi diskusi panel.
Kehadiran ekosistem AI terintegrasi dari Tencent ini diharapkan dapat menstimulasi modernisasi infrastruktur digital perbankan hingga telekomunikasi lokal, sembari membuka jalan bagi pemain korporasi domestik untuk berekspansi ke pasar global.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor. Gambar header: Pexels.