Dark
Light

Versi Ringan YouTube

1 min read
December 7, 2009

youtubefeatherSetidaknya ada dua tipe user yang menikmati YouTube: creator dan viewer dan, setidaknya ada dua tipe jaringan internet: lancar – murah dan mahal – lambat. 🙂

Dan YouTube memberikan sebuah ‘anugerah’ pada anda yang tinggal di jaringan internet lambat atau bahasa lainnya lelet, khususnya pada para user yang masuk dalam kategori viewer. Beberapa hari kemarin dengan resmi YouTube meluncurkan YouTube versi light atau resmi disebut versi “feather”. Saya jadi ingat tentang Facebook light yang banyak digunakan teman-teman saya ketika internet sedang dalam keadaan lambat.

YouTube versi ultra light watch page ini memang masih dalam tahap beta dan masih terus dikembangkan dalam TestTube, yang menjadi semacam Google Labs, dan menggodok beberapa perkembangan serta program baru yang nantinya, jika mendapat respon positif dan banyak digunakan user, serta tidak ada masalah akan diluncurkan secara resmi.

Versi ringan ini masih menyediakan fasilitas standar dari YouTube seperti related videos, anda masih bisa langsung berkomentar atas sebuah video, masih bisa memberikan pilihan untuk favorite video, flag video atau men-share video yang anda lihat dan memberi komentar, meski yang dimunculkan hanya 10 buah dan beberapa fungsi utama lain tapi dalam versi minimun.

Ketika memasuki halaman versi “feather” ada akan ada pemberitahuan tentang keterangan versi “feather” serta pemberitahuan anda sedang menggunakan versi “feather” atau akan meninggalkan versi ringan ini. Jadi jika anda merasa jaringan internet dalam keadaan prima serta ingin menikmati semua fasilitas yang ada di YouTube anda bisa meninggalkan versi ringan ini.

Sayangnya memang belum ada sebuah penelitian tentang bagaimana perilaku user YouTube Indonesia, apakah mereka lebih sering menjadi content creator atau penonton. Jika saja ada hasil penelitian seperti ini, tentu akan lebih menarik lagi untuk melihat pola perilaku user di sini serta dampak apa yang akan terjadi dengan versi ringan ini.

Apakah veris ini muncul atas persiapan dalam kemunculan Vevo tanggal 8 Desember nanti, dimana YouTube juga memiliki peran sebagai creator backend situs Vevo ini.

Setidaknya ini menjelaskan posisi Google yang di artikel sebelumnya, saya sebut terobsesi pada simplisitas dan efesiensi, yang mungkin saja akan menjadi trend di dunia internet tahun 2010.

Tapi itu pendapat saya, sepertinya akan sangat menarik untuk membaca pendapat anda, para pembaca dailysocial. Mari share pendapat anda pada kolom komentar.

Wiku Baskoro

Penggemar streetphotography, penikmat gadget, platform agnostic gamers, build Hybrid.co.id to make impact.

2 Comments

  1. kayaknya untuk adaptasi penetrasi dari beberapa negara yang internetnya LOLA (Loading Lambat) seperti NKRI 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Setelah Google Dictionary, Selanjutnya?

Next Story

Ini Baru Keren, Barometer Twitter Indonesia : Twiterus!

Latest from Blog

Don't Miss

Google pakai AI untuk hasilkan deskripsi YouTube Shorts

Google Pakai AI untuk Hasilkan Deskripsi YouTube Shorts Secara Otomatis

April lalu, Google melebur dua divisi artificial intelligence-nya, DeepMind dan
YouTube mulai cegah ad blocker

YouTube Mulai Cegah Penggunaan Ad Blocker di Platformnya

YouTube baru-baru ini diketahui sedang melakukan eksperimen terkait penggunaan ad