Dark
Light

Twitter Luncurkan Aplikasi Twttr untuk Jadi Lahan Uji Coba Fitur-fitur Baru

1 min read
March 12, 2019

Bukan hal mengherankan jika terdengar di telinga Anda kabar tentang Twitter  yang sedang sibuk mencari cara untuk mengubah bagaimana percakapan terjadi di platform miliknya. Untuk sampai ke tujuan itu, kemaren waktu setempat Twitter resmi meluncurkan aplikasi prototipe bernama Twttr yang nantinya dipergunakan sebagai ladang ujicoba fitur baru sebelum dirilis ke publik. Tetapi sayangnya Twttr saat ini hanya bisa dipergunakan oleh mereka yang sudah disetujui.

Hanya mereka yang telah mendaftarkan diri dalam Prototype Program-lah yang berkesempatan mencicipi aplikasi Twttr. Namun dari pantauan Dailysocial, tautan Prototype Program yang dirilis bulan lalu oleh Twitter masih bisa diakses, menandakan siapapun masih bisa bergabung di dalamnya dengan harapan di kemudian hari Twitter kembali membuka gelombang kedua untuk merasakan aplikasi Twttr.

Dikutip dari Techcrunch, tujuan utama dari peluncuran Twttr adalah untuk menguji format percakapan baru dengan goal yang ingin dicapai adalah menemukan cara yang lebih mudah untuk membaca dan mengikuti diskusi yang terjadi di Twitter. Perubahan itu mencakup pemilihan warna yang sengaja dibedakan antara komentar dan postingan asli.  Meski saat ini fokus pada engagement, Twttr sangat mungkin untuk dipergunakan untuk project eksperimen lainnya.

Di gelombang pengujian pertama ini disebutkan melibatkan ribuan pengguna yang berdiam di US dan Jepang. Platform sistem operasi yang dipilih pun baru terbatas di iOS saja. Artinya, Twttr didistribusikan melalui program beta TestFlight milik Apple.

Previous Story

Control, Game Supernatural Buatan Developer Max Payne Siap Meluncur Pertengahan Tahun Ini

Next Story

Tren Pemanfaatan AI Makin Marak, Microsoft Luncurkan AI Business School

Latest from Blog

Don't Miss

Pengguna X Premium Kini Bisa Gunakan Grok AI

Secara global, Elon Musk mengumumkan peluncuran Grok 1.5 pada akhir
Twitter X

Setelah Twitter Ganti Nama, Merek Dagang “X” Ternyata Dipegang oleh Meta

Pada 23 Juli 2023, Elon Musk secara terbuka mengumumkan perubahan