Dark
Light

Team Vitality akan Buat Tim Free Fire India, Muncul Game Tiruan dari Unpacking di Mobile

5 mins read
January 31, 2022
Team Vitality akan membuat tim Free Fire dan BGMI di India.

Ada berbagai berita menarik di industri game dan esports pada minggu lalu. Salah satunya, tim asal Prancis, Team Vitality hendak melakukan ekspansi ke India dengan membuat tim Free Fire dan Battlegrounds Mobile India. Selain itu, OPPO dan Mineski terus bekerja sama untuk mengembangkan ekosistem esports di Filipina. Begitu juga dengan AcadArena, yang menyediakan beasiswa untuk pelaku industri game dan esports di negara tersebut.

Sementara itu, PUBG Corporation baru saja mengungkap roadmap dari skena esports PUBG di 2022 untuk kawasan Eropa. Dan G2 Esports telah menandatangani kontrak dengan Kingston FURY. Kabar buruk muncul di dunia game, developer game indie, Unpacking, menemukan bahwa ada mobile game yang meniru desain dan animasi dari game mereka. Terakhir, Roblox mengungkap bahwa sepanjang 2021, developers di platform mereka mendapatkan US$500 juta.

Team Vitality Ekspansi ke India: Buat Tim Free Fire and Battlegrounds Mobile India

Minggu lalu, Team Vitality mengumumkan bahwa mereka akan menjajaki skena esports di India. Untuk itu, mereka akan membuat tim Free Fire dan Battlegrounds Mobile India (BGMI), yang merupakan PUBG Mobile versi India. Saat ini, organisasi asal Prancis itu telah menandatangani kontrak dengan Indranil “Fabindro” Saha dan Pratik “Aurum” Mehra. Saha akan menjadi In-Game Leader (IGL) dan pelatih dari tim Free Fire, sementara Mehra bakal menjadi pelatih dari tim BGMI.

Baik Saha maupun Mehra punya pengalaman bertahun-tahun di mobile game yang mereka tekuni masing-masing. Sebelum ini, Saha pernah menjadi bagian dari tim Free Fire di bawah Team SoloMid dan Sixth Sense. Dia juga pernah memenangkan turnamen besar seperti Esports Premier League dan Free Fire Tri-Series di 2021. Sementara itu, Mehra telah menjadi pelatih untuk tim PUBG Mobile dari Fnatic dan Galaxy Racer. Di bawah asuhan Mehra, tim Fnatic berhasil memenangkan PUBG Mobile All-Stars India 2019, menurut laporan Dot Esports.

G2 Esports Bekerja Sama dengan Kingston FURY

Organisasi esports Eropa, G2 Esports baru saja mengumumkan kerja sama dengan merek hardware, Kingston FURY. Sebagai bagian dari kerja sama ini, Kingston FURY akan menyediakan para pemain G2 dengan DRAM dan SSD mereka. Selain itu, keduanya juga akan membuat konten bersama. Sekarang, G2 telah memiliki banyak rekan dari berbagai industri, seperti Logitecth, Adidas, Ralph Lauren, BMW, Red Bull, Secretlab, dan Mastercard.

G2 Esports baru saja jalin kerja sama dengan Kingston Fury. | Sumber: Twitter

“Belum lama ini, Kingston kembali memperkenalkan produk memori kami, yaitu Kingston FURY. Memori di lini tersebut dibuat secara khusus untuk para gamers dan enthusiast. Jadi, kami sangat senang untuk menyambut G2 masuk ke dalam keluarga Kingston,” kata Senior Director of Marketing, Kingston, Craig Tilmont, dikutip dari Esports Insider. “Kami tidak sabar untuk kembali bekerja sama dengan Carlos dan G2, serta kembali memperkenalkan diri kami pada para fans.” Carlos yang Tilmont maksud adalah Carlos “ocelote” Rodríguez, CEO dari G2 Esports.

OPPO dan Mineski Terus Dukung Ekosistem Esports di Filipina

OPPO dan Mineski Global terus berkolaborasi untuk mengadakan turnamen esports online di Filipina. Sebagai sponsor utama, OPPO mendukung kegiatan esports yang digelar Mineski dengan menyediakan giveaways yang relevan bagi gamers. Kolaborasi antara OPPO dan Mineski juga punya peran dalam membuat Philippine Pro Gaming League (PPGL) dan Mobile Legends Professional League (MPL) untuk memecahkan rekor viewership pada tahun ini.

“Selama bertahun-tahun, industri esports di Filipina penuh dengan pemain-pemain berbakat. Kami bangga karena kami bisa berkontribusi untuk merealisasikan potensi esports di Filipina menjadi prestasi yang nyata,” kata Ele Yu, Marketing Director of OPPO Philippines, lapor Backend News. “Kerja sama kami dengan Mineski memungkinkan kami untuk mendukung komunitas esports yang sedang tumbuh. Kami sangat senang dengan apa yang bisa kami lakukan bersama.”

PUBG Corporation Ungkap Roadmap untuk Skena Esports di Eropa

PUBG Corporation, kreator dari game battle royale PUBG: Battlegrounds, telah mengumumkan rencana akan kegiatan esports PUBG di EMEA (Europe, Middle East, and Africa) sepanjang 2022. Di Eropa, akan diselenggarakan dua G-Loot events, dua PUBG Continental Series (PCS), dan PUBG Nations Cup. Sepanjang 2022, tim-tim PUBG profesional akan saling beradu untuk memenangkan kompetisi dan mengumpulkan poin. Tim dengan poin terbanyak akan maju ke PUBG Global Championship, yang bakal digelar di November dan Desember 2022.

PUBG Corporation umumkan rencana skena esports di EMEA.

Di tahun ini, PUBG Corporation akan mengadakan dua PCS: kompetisi pertama akan diadakan di April dan turnamen kedua di September. Menurut laporan Esports Insider, PCS merupakan kompetisi multi-regional yang akan mempertemukan tim-tim terbaik dari Eropa, Amerika, Asia, dan Asia Pasifik. Untuk menentukan tim yang bertanding di PCS, PUBG Corporation akan mengadakan tiga open qualifiers. Dari sana, tim-tim yang lolos kualifikasi akan masuk ke regional playoffs atau PCS finals.

Sekolah Katolik Bangun Fasilitas Esports dengan Dana Hibah

St. Frances Cabrini, sekolah Katolik di Detroit, Amerika Serikat, akan menggunakan dana hibah senilai US$1,3 juta untuk memperkuat program sains dan teknologi mereka. Salah satu hal yang mereka lakukan adalah membangun fasilitas esports. Sekolah Cabrini mendapatkan sumbangan itu dari almarhum jemaah gereja, Don dan Dolores King. Pendeta Tim Birney mengatakan, ruang untuk esports kini telah selesai dibangun. Jadi, sekarang, mereka akan fokus pada proyek lain. Menurut laporan Detroit Free Press, selain Cabrini, ada banyak sekolah katolik lain di Detroit yang mulai mengadakan program esports.

“Cabrini High School sekarang akan menawarkan fasilitas olahraga dengan teknologi terbaik,” kata Birney, lapor Associated Press. “Selain itu, kami juga melakukan banyak renovasi di sekolah, termasuk perombakan dari laboratorium biologi. Tak hanya itu, kami juga akan menambah jumlah kelas yang dilengkapi dengan teknologi interaktif.”

Game Tiruan dari Unpacking Muncul di Mobile

Unpacking diluncurkan pada November 2021. Game indie buatan Witch Beam itu dengan cepat berhasil menarik perhatian banyak gamers berkat visualnya yang cantik dan audio yang menenangkan. Hal lain yang menjadi keunikan dari Unpacking adalah karena game itu menawarkan narasi dalam sunyi.

Sayangnya, hanya dalam beberapa bulan sejak Unpacking diluncurkan, Witch Beam menemukan game tiruan dari game yang mereka buat. Hal ini mereka ungkap melalui akun Twitter resmi Unpacking. Sebenarnya, ada banyak game tiruan dari Unpacking. Namun, adasatu game yang berhasil menarik perhatian banyak gamers, sehingga sebagian orang berpikir, Unpacking memang game untuk mobile. Padahal, Unpacking hanya dirilis untuk PC dan konsol.

Dari screenshot game tiruan ini, terlihat jelas bahwa walau grafik game itu sedikit berbeda dari Unpacking, game tersebut tetap memiliki animasi dan desain yang sama seperti game buatan Witch Beam. Seolah itu tidak cukup buruk, kreator dari game tiruan ini juga berani untuk memasarkan game yang mereka buat via TikTok dan Instagram. Banyak fans dari Unpacking yang khawatir akan hal ini dan memberitahu hal tersebut pada Witch Beam, lapor IGN.

2021, Developers Roblox Dapatkan US$500 Juta

Roblox mengungkap, pada 2021, para developer dan kreator di platform mereka mendapatkan lebih dari US$500 juta. Jika dibandingkan dengan jumlah pemasukan para kreator di 2020, total pendapatan developer Roblox pada 2021 naik 52%. Roblox memberikan kompensasi pada para developer dan kreator yang membuat konten di platform tersebut dalam bentuk Robux, mata uang di platform Roblox. Robux bisa digunakan untuk membeli items dalam Roblox atau ditukar dengan uang sebenarnya, lapor GamesIndustry.

Hanya saja, sistem Roblox didesain sedemikian rupa sehingga kreator harus mengumpulkan Robux dalam jumlah besar sebelum ditukar. Misalnya, untuk bisa menukar Robux ke uang, seorang kreator harus mengumpulkan 100 ribu Robux, yang setara dengan US$1 ribu. Selain itu, nilai tukar yang ditawarkan oleh Roblox juga sangat merugikan kreator. Misalnya, jika kreator menukar 100 ribu Robux — yang seharusnya bernilai US$1 ribu — dia hanya akan mendapatkan US$350.

AcadArena Sediakan Beasiswa untuk Pelaku Industri Game di Filipina

AcadArena dari Filipina berhasil mengumpulkan dana sebesar lebih dari US$3,5 juta dari sejumlah investor, seperti Co-founder Twitch Kevin Lin, Co-founder Crunchyroll Kun Gao, dan 1KX, token network fund. Dengan dana ini, AcadArena berhasil mengadakan berbagai program untuk memajukan gamers Filipina. Misalnya, pada tahun lalu, mereka bekerja sama dengan gaming guild terdesentralisasi, Yield Guild Games, untuk membuat program edukasi bagi murid yang ingin belajar web3 dan metaverse, menurut laporan ABS CBN.

Sekarang, AcadArena sedang membuat program beasiswa yang akan diberikan pada lima orang. Program itu ditujukan untuk pelaku industri game dan esports, mulai dari pemain Axie Infinity sampai streamer di Twitch. Dalam situs resminya, AcadArena mengaku sebagai organisasi terkait edukasi gaming dan esports di Filipina dan Asia Tenggara.

Kenapa-Fitur-Portrait-di-smartphone-itu-penting
Previous Story

5 Alasan Kenapa Fitur Portrait Di Smartphone Itu Penting

Next Story

10 Game Baru yang Dirilis pada Februari 2022

Latest from Blog

Don't Miss

H3RO Land dari Bima+, Teman Mabar Anak Esports

Salah satu bentuk dukungan untuk perkembangan esports di tanah air

Review Kingston KC3000: SSD NVMe dengan Graphene Kencang dan Cukup Terjangkau

Dalam memilih sebuah penyimpanan internal Solid State Drive dengan interface NVMe