Esports Ecosystem

Super League Gaming Kolaborasi dengan Wanda Cinemas Games untuk Masuki Pasar Tiongkok

15 Jan 2020 | Ellavie Ichlasa Amalia
Melalui kerja sama ini, konten esports Super League Gaming akan disiarkan di bioskop milik Wanda Cinemas Games

Penyelenggara turnamen esports amatir, Super League Gaming, berencana untuk memperluas sayapnya ke Tiongkok. Untuk itu, mereka bekerja sama dengan Wanda Cinemas Games, anak perusahaan dari konglomerasi media Tiongkok, Wanda Media. Melalui kolaborasi tersebut, kompetisi esports amatir yang diadakan oleh Super League Gaming akan disiarkan di lebih dari 700 bioskop di Tiongkok.

Ini bukan kali pertama Super League bekerja sama dengan perusahaan bioskop. Sebelum ini, Super League Gaming juga telah mengadakan kolaborasi serupa dengan Cinemark Theatres di Amerika Serikat, lapor VentureBeat. Kerja sama tersebut memungkinkan Super League Gaming untuk mengadakan turnamen esports di bioskop sehingga mereka tidak harus menyewa stadion besar.

Belakangan, semakin banyak pelaku esports yang bekerja sama dengan perusahaan bioskop. Minggu lalu, startup infrastruktur esports Vindex mengumumkan kerja samanya dengan Imax. Ketika itu, Imax menyebutkan bahwa tujuan mereka bekerja sama dengan Vindex adalah untuk memperkaya jenis konten yang mereka tampilkan di bioskop. Selain menjadi tempat untuk pertandingan esports, bioskop memang bisa dijadikan tempat untuk kegiatan nonton bareng. Sama seperti olahraga tradisional, menonton esports bersama dengan penggemar yang lain akan terasa lebih seru.

Sumber: Esports League
Sumber: Esports League

Sejauh ini, Super League Gaming fokus untuk menyelenggarakan berbagai game esports, termasuk Super Smash Bros. Ultimate, Madden NFL, Fortnite, dan Minecraft. Menurut laporan The Esports Observer, dalam waktu 18 bulan terakhir, Super League Gaming menjalin juga kerja sama dengan perusahaan besar agar bisa mengadakan turnamen esports dari game lain. Mereka menggandeng Tencent untuk menyelenggarakan turnamen esports amatir PUBG Mobile dan berkolaborasi dengan Capcom untuk mengadakan turnamen esports amatir Street Fighter.

Terkait keputusan Super League Gaming untuk masuk ke pasar Tiongkok, itu bukan hal yang aneh. Negara Tirai Bambu tersebut merupakan salah satu pasar esports terbesar di dunia. Pada 2017, Tencent melaporkan bahwa jumlah pendapatan industri esports di Tiongkok merupakan yang terbesar kedua setelah Amerika Utara. Sementara jumlah penonton esports di Tiongkok ketika itu mencapai 250 juta orang. Menurut laporan Newzoo dan PwC, pasar esports Tiongkok diperkirakan masih akan tumbuh 21 persen per tahun sampai 2023. Niko Partners memperkirakan, pasar esports di Tiongkok akan mencapai US$41,5 miliar pada 2023. Pada Desember 2019, organisasi esports G2 Esports juga mengumumkan rencananya untuk masuk ke pasar Tiongkok setelah mendapatkan investasi dari Co-founder Alibaba Group.