Esports Ecosystem

RRQ Academy Jadi Cara RRQ untuk Cari Talenta Esports

03 Oct 2019 | Ellavie Ichlasa Amalia
Saat ini, RRQ Academy hanya membuka kelas semi-pro untuk PUBG Mobile

Gamer mana yang tak tergoda untuk menjadi atlet esports? Sebagai pemain profesional, Anda memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah puluhan miliar, seperti pemuda 16 tahun yang menjuarai Fortnite World Cup kategori solo. Tidak hanya itu, atlet esports kini juga bisa mewakili Indonesia untuk bertanding di ajang olahraga tingkat regional seperti SEA Games. Namun, apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi atlet esports? Dalam IDBYTE, CEO dan Co-founder RRQ, Andrian Pauline mengatakan bahwa salah satu kesalahpahaman masyarakat awam akan atlet esports adalah pemain profesional hanya menghabiskan waktunya untuk bermain.

Bagi gamer yang tertarik untuk menjadi profesional, RRQ kini mengadakan RRQ Academy. Kelas semi-pro ini dibuka untuk pemain PUBG Mobile. Pelatihan akan dibuka selama tiga hari, pada tanggal 28, 30, dan 31 Oktober. Kelas diadakan di Raffles College dan berlangsung selama tiga jam, dari pukul 15.00 sampai 18.00. Saat dihubungi melalui pesan singkat, Head of RRQ Academy, Merril Riandi mengatakan, alasan mereka memilih tempat di Jakarta Barat karena banyak fans RRQ tinggal di kawasan tersebut. “Karena kami ingin lebih memudahkan peserta untuk bisa mengikuti kelas kita,” katanya. “Berdasarkan data, banyak fans kita di Jakarat Barat, Selatan, dan Utara. Nanti, kita akan adakan kelas di universitas di Jakarta Selatan dan Utara.” Dia menjelaskan, RRQ harus menyewa ruangan di universitas, setidaknya untuk saat ini. Ke depan, dia berharap akan ada universitas dan sekolah yang mau bekerja sama untuk menyediakan tempat.

RRQ.Athena as PUBG M Star Challenge champion in Dubai. Source: PUBG Mobile
RRQ.Athena as PUBG M Star Challenge champion in Dubai. Source: PUBG Mobile

Riandi mengatakan, RRQ sebenarnya sudah memiliki rencana untuk mengadakan kelas pelatihan esports sejak lama. “Tapi, divisinya baru dibentuk dari bulan April,” dia mengaku. RRQ berharap pengadaan akademi esports ini bisa dilaksanakan secepatnya. Sayangnya, jadwal RRQ padat. Selain jadwal padat, RRQ juga tengah kekurangan orang karena jumlah tim mereka bertambah dengan cepat. Karena itulah, RRQ Academy baru diadakan sekarang. “Kita buat akademi karena permintaan dari follower kita juga, yang mau diajarkan cara main game-game tertentu,” ungkapnya. “Jadi, ini adalah salah satu cara kita untuk memberikan yang terbaik bagi komunitas RRQ dan juga harapannya, bisa meningkatkan standar kualitas pemain esports di Indonesia.”

Selain itu, melalui program akademi ini, RRQ juga berharap dapat memajukan esports Indonesia dan mendapatkan talenta esports. Tidak tertutup kemungkinan, peserta yang berbakat akan ditarik menjadi bagian dari RRQ. Riandi menjelaskan, peserta yang telah mengikuti kelas semi-pro akan bisa masuk dalam PUBGM Academmy League. Liga itu akan berlangsung selama 2 minggu dengan 12 pertandingan. Tim yang menang memiliki kesempatan untuk menjadi anggota tim PUBGM RRQ Academy. Tim tersebut akan mendapatkan kontrak eksklusif selama 6 bulan dan uang sebesar Rp2,4 juta untuk akomodasi turnamen. Tentu saja, tim ini akan mendapatkan bimbingan lebih lanjut. “Tim terbaik akan kita sponsori untuk ikut turnamen-turnamen dengan membawa nama RRQ Academy. Harapannya, mereka akan mendapatkan melalui liga kita, sehingga potensi mereka akan semakin terlihat,” ujarnya.

Biaya untuk mengikuti kelas semi-pro ini Rp300 ribu per orang. Riandi menjelaskan, peserta boleh mendaftar sendiri atau bersama dengan rekan timnya. “Buat yang masih sendiri, nanti kita akan bantu untuk bentuk timnya. Tentu dengan assessment dari kita ya, karena kita ingin mereka bermain dalam tim terbaik, sesuai dengan tipe mereka masing-masing.” Kelas dari RRQ ini terbuka untuk umum, tanpa memandang umur atau gender.

Satu-satunya syarat bagi peserta adalah membawa perangkat, charger, serta earphones miliiknya sendiri. “Tapi, jika sudah ada pemberitahuan atau masalah ponsel yang dialami peserta, kita bisa pinjamkan kok,” katanya. Untuk kapasitas, RRQ Academy dibatasi sesuai dengan kapasitas ruangan, yaitu 80 orang. Sekarang, kebanyakan pemain esports adalah laki-laki. Soal ini, Riandi mengaku justru senang jika banyak perempuan yang ikut serta dalam kelas pelatihan. “Game itu nggak kenal batas usia dan gender. Semua memiliki kesempatan yang sama,” kata Riandi.

Ketika ditanya siapa yang melatih para peserta, Riandi mengatakan, semua pemain profesional atau mantan profesional dapat menawarkan diri untuk menjadi pelatih di RRQ Academy, walau mereka bukanlah pemain RRQ. Saat ini, game yang masuk dalam akademi hanyalah PUBG Mobile. Alasannya karena keterbatasan jumlah pemain profesional yang bisa direkrut untuk menjadi pelatih. “Kalau Mobile Legends, karena perubahan pada sistem Mobile Legends Professional League (MPL) yang mengharuskan minimal pemain di tiap tim, banyak veteran Mobile Legends yang aktif bermain kembali,” katanya. Namun, ke depan, tidak tertutup kemungkinan RRQ Academy akan membuka kelas untuk game lain. Tak hanya itu, RRQ juga tampaknya tertarik untuk melatih orang-orang yang ingin bekerja di industri esports tapi tak sebagai pemain.