Esports Ecosystem

Riot Games Umumkan Rencana Esports VALORANT di Asia Tenggara, 3 Publisher Jepang Bergabung dengan GEF

16 Oct 2020 | Ellavie Ichlasa Amalia
Riot Games baru saja mengumumkan rekan-rekan yang akan membantu mereka adakan turnamen VALORANT di Asia Tenggara

Berikut beberapa berita menarik terkait ekosistem esports dalam satu minggu belakangan. Selain pengumuman dari Riot, juga ada pengumuman dari Astralis Group tentang kerja sama barunya. Tak hanya itu, Activision Blizzard juga buka data tentang viewership dari babak final Overwatch League.

Riot Games Umumkan Rekan untuk Adakan Turnamen VALORANT di Asia Tenggara

Minggu ini, Riot Games mengumumkan rencana mereka tentang skena esports VALORANT di Asia Tenggara. Mereka mempercayakan penyelenggaraan turnamen VALORANT di Asia Tenggara, Taiwan, dan Hong Kong pada tujuh perusahaan, lapor The Esports Observer. Selain kompetisi esports secara umum, rekan-rekan baru dari Riot ini juga akan mengadakan kompetisi VALORANT di tingkat universitas.

Inilah daftar perusahaan yang menjadi rekan Riot Games:

  • ONE Up untuk turnamen esports dan kompetisi tingkat universitas di Indonesia
  • ESL untuk turnamen esports dan kompetisi tingkat universitas di Thailand
  • Taiwan Mobile dan TeSL untuk kompetisi tingkat universitas di Taiwan
  • Talon untuk turnamen esports dan kompetisi tingkat universitas di Hong Kong, serta turnamen esports di Taiwan
  • Professional Gamers League dan Eliphant untuk kompetisi tingkat universitas di Singapura
  • The Gaming Company untuk turnamen esports dan kompetisi tingkat universitas di Malaysia, serta turnamen esports di Singapura
  • AcadArena untuk kompetisi tingkat universitas di Filipina
  • Mineski Philippines untuk turnamen esports dan kompetisi tingkat universitas di Filipina

Rekan-rekan Riot ini juga akan bertanggung jawab untuk menyelenggarakan babak kualifikasi dari First Strike, turnamen VALORANT pertama yang diadakan oleh Riot. Registrasi untuk babak kualifikasi pertama di Indonesia dibuka pada 14 Oktober 2020 dan akan dituutp pada 21 Oktober 2020. Babak kualifikasi pertama akan diselenggarakan pada 24-25 Oktober 2020.

Babak kualifikasi pertama dari First Strike di Indonesia telah dibuka. | Sumber: Daily Spin
Babak kualifikasi pertama dari First Strike di Indonesia telah dibuka. | Sumber: Daily Spin

Sementara itu, babak kualifikasi kedua akan dibuka pada 19 Oktober sampai 28 Oktober 2020. Babak kualifikasi tersebut akan diadakan pada 31 Oktober-1 November 2020. Untuk kawasan Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand, registrasi babak kualifikasi First Strike juga telah dibuka.

Sakti dari Persikabo Wakili Indonesia di eFootball 2021 myClub x2 Tour

Main Stand Gaming mengadakan turnamen Pro Evolution Soccer (PES) berjudul eFootball 2021 myClub x2 Tour dengan total hadiah sebesar 1 juta baht (sekitar Rp473 juta) untuk empat musim. Jadi, setiap musim menawarkan total hadiah hingga 250 ribu baht (sekitar Rp118 juta), menurut informasi di page Facebook resmi Main Stand Gaming. Pendaftaran untuk turnamen tersebut telah dibuka pada 1-30 September 2020 lalu. Sekarang, turnamen PES itu tengah bergulir.

Mewakili Indonesia, Sakti Aulia Sulistyo dari Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Bogor (Persikabo) akan ikut serta dalam myClub x2 Tour. Pada akhir Agustus 2020, Sakti sukses memenangkan Big League Season 2. Dalam kompetisi myClub x2 Tour, Sakti lolos ke babak 32 besar. Dalam pertandingan yang diadakan pada 14 Oktober kemarin, Sakti bertanding melawan pemain asal Thailand, rukawamoji. Sayangnya, dalam pertandingan best-of-1 tersebut, dia harus mengaku kalah dengan skor 2-1.

Astralis Kerja Sama dengan Cavea

Astralis Group, organisasi esports asal Denmark, baru saja menandatangani kerja sama dengan Cavea, sebuah perusahaan analitik. Sayangnya, tidak diketahui berapa nilai dari kerja sama tersebut. Melalui kerja sama ini, Cavea akan menyediakan analisa media sosial di seluruh channel digital Astralis.

“Kami mengambil keputusan berdasarkan fakta dan bukannya perasaan. Bekerja sama dengan Cavea membantu kami mengerti tentang fanbase dan jutaan penonton kami di seluruh dunia,” kata Jakob Lund Kristensen, Co-founder dan CCO Astralis Group, seperti dikutip dari Esports Insider. “Hal ini memungkinkan kami untuk mengerti kegiatan apa yang memiliki nilai komersil paling besar untuk kami dan rekan-rekan kami.”

Sebelum ini, Cavea juga pernah bekerja sama dengan beberapa orgnisasi esports lain, seperti Ninjas in Pyjamas, Fnatic, dan Excel Esports. Mereka juga pernah berkolaborasi dengan penyelenggara turnamen DreamHack.

Konami, Sega, dan Capcom Bergabung dengan Global Esports Federation

Publisher game Jepang, Konami, Sega, dan Capcom baru saja bergabung dengan Global Esports Federation (GEF). Selain itu, belum lama ini, ketiganya juga bergabung dengan Publishers and Developers Advisory Council (PDAC). Dengan ini, tiga perusahaan Jepang tersebut menjadi publisher pertama yang bergabung dengan GEF sejak organisasi tersebut didirikan pada akhir 2019. Sebelum ini, GEF telah bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Olympic Council of Asia dan Dentsu.

Sega, Konami, dan Capcom bergabung degan GEF. | Sumber: Esports Insider
Sega, Konami, dan Capcom bergabung degan GEF. | Sumber: Esports Insider

“Sembilan bulan lalu, Global Esports Federation didirikan dengan tujuan untuk mengumpulkan para pemegang kepentingan ekosistem esports di dunia,” kata Chris Chan, President GEF, menurut laporan Esports Insider. “Kami menyadari pentingnya peran publisher dan developer game. Karena itu, kami menyambut Capcom, Konami, dan Sega sebagai anggota dari GEF dan PDAC..”

Babak Final Overwatch League Pecahkan Rekor Viewership

Activision Blizzard baru saja mengungkap data tentang viewership dari babak final Overwatch League. Mereka menyebutkan, Average Minute Audience (AMA) dari pertandingan tersebut mencapai 1,55 juta orang, naik 38% jika dibandingkan dengan pertandingan grand final OWL pada tahun lalu. Hal ini menjadikan babak final OWL tahun 2020 sebagai pertandingan OWL dengan penonton paling banyak sepanjang sejarah. Pada puncaknya, jumlah penonton grand final OWL di YouTube mencapai 180 ribu orang.

Viewership babak final Overwatch League. | Sumber: The Wrap
Viewership babak final Overwatch League. | Sumber: The Wrap

Tidak heran jika viewership Overwatch League tahun ini meningkat cukup pesat, mengingat pandemi membuat banyak turnamen esports hanya diselenggarakan secara online. Pada tahun ini, hampir semua pertandingan Overwatch League diadakan secara online.

“Kami bangga karena kami bisa mengakhiri Overwatch League musim ini dengan pertumbuhan viewership global sebesar 38%,” kata Vice President of Overwatch Esports, Activision Blizzard, John Spector, menurut laporan The Wrap. “YouTube merupakan rekan yang sangat baik. Dan jumlah penonton kami di Asia sangat banyak karena babak final OWL disiarkan pada prime time di kawasan tersebut.”