AMD mencetak rekor pendapatan kuartalan sebesar US$13,4 miliar, naik 45 persen dibanding tahun lalu dan melampaui batas atas proyeksinya sendiri. Motor utamanya adalah bisnis Data Center, yang pendapatannya hampir dua kali lipat berkat permintaan chip AI Instinct dan prosesor server EPYC. Untuk kuartal IV, AMD memproyeksikan pendapatan sekitar US$17 miliar.
Angka utama Q3 2026
- Pendapatan: US$13,4 miliar (naik 45% YoY, naik 16% QoQ)
- Margin kotor: 54% (GAAP), 56% (non-GAAP)
- Laba operasi: US$2,83 miliar (GAAP, naik 123% YoY), US$3,92 miliar (non-GAAP, naik 75%)
- Laba bersih: US$2,43 miliar (GAAP, naik 95% YoY), US$3,47 miliar (non-GAAP, naik 77%)
- Laba per saham: US$1,46 (GAAP), US$2,09 (non-GAAP, naik 74%)
Kinerja per segmen
| Segmen | Pendapatan | Pertumbuhan YoY | Pendorong |
|---|---|---|---|
| Data Center | US$8,5 miliar | +97% | EPYC dan GPU Instinct MI450 |
| Client | US$2,9 miliar | +7% | Prosesor Ryzen untuk laptop |
| Gaming | US$773 juta | −40% | Turun karena chip konsol (semi-custom) dan kartu grafis melemah |
| Embedded | US$1,1 miliar | +29% | Dirgantara dan pertahanan, otomotif, komunikasi, industri |
Data Center kini menyumbang hampir dua pertiga total pendapatan AMD. Gaming menjadi satu-satunya segmen yang anjlok tajam.
Sorotan bisnis
- AI dan Helios: Anthropic, Meta, Microsoft, OpenAI, dan Oracle Cloud memakai sistem rak AMD Helios, yang terdiri dari GPU Instinct MI450 dan EPYC generasi ke-6. HPE juga akan memasang Helios untuk penyedia cloud Vultr.
- Server: Oracle, Google Cloud, dan Microsoft meluncurkan layanan cloud berbasis EPYC.
- Software: ROCm 10 dirilis.
- Superkomputer: Proyek LUMI-AI di Eropa memilih GPU MI430X dan EPYC generasi ke-6.
- Akuisisi: AMD menyepakati pembelian World Labs dan Taalas.
- PC: Ryzen AI Max PRO 400 Series sudah tersedia.
Proyeksi kuartal IV 2026
- Pendapatan: sekitar US$17 miliar (±US$500 juta), atau tumbuh sekitar 66% YoY dan 27% QoQ.
- Margin kotor non-GAAP: sekitar 55%, sedikit turun dari 56% di Q3.
Pernyataan manajemen
- CEO Lisa Su: Menurutnya, permintaan Instinct dan EPYC terus menguat, dan AMD yakin bisa mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang sangat tinggi sambil meningkatkan profitabilitas.
- CFO Jean Hu: Ia menyebut proyeksi Q4 mencerminkan percepatan pertumbuhan pendapatan dan laba.
Catatan keuangan lain
- Arus kas operasi Q3: hanya US$1,2 miliar, jauh lebih kecil dari laba bersihnya. Salah satu penyebabnya adalah pembayaran pajak kompensasi saham karyawan sebesar US$1,5 miliar.
- Utang jangka panjang: naik menjadi US$7,1 miliar, dari US$2,3 miliar di akhir 2025, setelah AMD menerbitkan utang baru US$4,7 miliar di Q3.
- Pembelian kembali saham: tidak ada pada Q3.
Benang merah
AMD makin bergantung pada bisnis AI dan data center, yang kini tumbuh hampir 100% per tahun. Proyeksi Q4 sebesar US$17 miliar menunjukkan percepatan yang lebih tajam, seiring sistem Helios mulai dipakai pelanggan besar. Di sisi lain, bisnis gaming melemah dan AMD menambah utang cukup besar, kemungkinan untuk membiayai ekspansi dan akuisisi.
Catatan: Reaksi harga saham setelah laporan ini belum bisa saya pastikan. Sebagian hasil pencarian ternyata berita kuartal III 2025, bukan 2026, jadi tidak saya masukkan supaya tidak tertukar. Informasi ini bukan saran investasi.
Tulisan diolah dari berbagai sumber seperti:
- AMD Investor Relations – AMD Reports Third Quarter 2026 Financial Results
- AMD Newsroom – Third Quarter 2026 Earnings
- TechPowerUp – AMD Reports Record $13.4B Third Quarter 2026 Revenue
- SEC – AMD Form 8-K Q3 2026
- Benzinga – AMD Q3 2026 Earnings Call Transcript
Disclosure: Artikel ini disusun dengan AI dan dalam pengawasan editor.