Rayakan Ulang Tahun Pertama, Lomography Hadirkan Dua Edisi Terbatas Lomo MC-A

by
1 min read
November 4, 2026

Lomography merayakan satu tahun kehadiran kamera film saku Lomo MC-A 35 mm dengan merilis sejumlah penyempurnaan fitur dan dua edisi khusus berjumlah sangat terbatas. Kedua edisi ini dibuka untuk pemesanan awal di toko daring Lomography mulai Selasa (3/11/2026).

15.872 Roll Film dalam Setahun

Lomo MC-A pertama kali diperkenalkan setahun lalu dan disebut Lomography sebagai babak baru dalam sejarah perusahaannya. Dalam 12 bulan terakhir, pengguna kamera ini tercatat sudah menghabiskan sedikitnya 15.872 roll film.

Lomography menyebut MC-A sebagai kamera yang dikembangkan bersama komunitas penggemar fotografi film di berbagai negara. Masukan dari para pengguna selama setahun terakhir menjadi dasar sejumlah pembaruan yang kini diterapkan.

Kamera Saku dengan Kontrol Lengkap

Meski berukuran ringkas, Lomo MC-A dibekali fitur yang cukup lengkap. Bodinya terbuat dari logam, dengan lensa kaca 32 mm f/2.8 berlapis ganda yang bisa masuk ke dalam bodi saat kamera tidak dipakai. Kamera ini menghasilkan foto full-frame pada film 35 mm.

Untuk fokus, pengguna bisa memakai autofokus atau memilih fokus zona, dengan jarak terdekat 0,4 meter. Pilihan mode pemotretannya juga beragam: otomatis penuh, prioritas apertur, hingga manual. Fleksibilitas ini membuat MC-A cocok bagi pemula yang ingin praktis, sekaligus bagi fotografer yang ingin mengatur sendiri.

Kamera ini juga punya lampu kilat bawaan dengan mode kreatif, serta port PC-sync untuk menyambungkan flash eksternal. Bagi yang gemar bereksperimen, tersedia fungsi multiple exposure untuk menumpuk beberapa gambar dalam satu bingkai dan long exposure untuk pemotretan dengan waktu rana panjang. Setiap pembelian juga dilengkapi aksesori tambahan.

Empat Penyempurnaan

Memasuki tahun kedua, ada empat perubahan pada Lomo MC-A. Pertama, proses memasukkan film kini lebih mudah. Kedua, kamera bisa mengingat pengaturan terakhir saat dinyalakan kembali, sehingga pengguna tidak perlu mengatur ulang dari awal.

Ketiga, mode otomatis kini memprioritaskan bukaan f/3.5. Dengan begitu, area foto yang tampak tajam menjadi lebih luas dan pengguna bisa lebih fokus menikmati momen tanpa sibuk mengatur fokus. Keempat, informasi di layar LCD kini tampil sedikit lebih lama agar lebih mudah dibaca.

Lomography juga menegaskan bahwa seluruh pengembangan ini dilakukan tanpa campur tangan kecerdasan artifisial (AI), melainkan berdasarkan pengalaman nyata para pengguna film analog.

Edisi Emas dan Hitam Mengilap

Sorotan utama perayaan ini adalah dua varian edisi terbatas. Varian pertama tampil mewah dengan lapisan emas asli yang dipadukan balutan kulit cokelat tua. Varian kedua berwarna hitam mengilap dengan kulit hitam bertekstur. Lomography menyebut kedua kamera ini membawa semangat yang sama, yaitu menjaga budaya fotografi analog tetap hidup di tengah dominasi kamera digital.

Jumlah unit dan harga kedua edisi tersebut belum diungkapkan. Lomography hanya menyebut ketersediaannya sangat terbatas.

Rangkaian kejutan selama sepekan

Perayaan ulang tahun ini tidak berhenti pada peluncuran kamera. Selama sepekan, Lomography menyiapkan berbagai kejutan, mulai dari penawaran eksklusif dalam waktu terbatas, aksesori khusus termasuk aksesori kulit asli, paket bundel, hingga sorotan karya komunitas selama setahun bereksperimen dengan film analog.

Bagi penggemar fotografi film, edisi terbatas ini bisa menjadi barang koleksi menarik. Namun, karena jumlahnya terbatas, calon pembeli perlu bergerak cepat begitu pemesanan dibuka.


Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.

Previous Story

NTT DATA Buka Pusat Data AI-Ready JKT2A Berkapasitas 12MW di Jakarta, Bawa Teknologi Jaringan Optik IOWN

Latest from Blog

Don't Miss

Spesifikasi dan Fitur Lomography Half Frame: Solusi Kamera Analog Hemat Biaya untuk Gen Z

Meramaikan kembali antusiasme publik terhadap fotografi berbasis seluloid, Lomography secara

Waktu yang Pas Buat Foto-Foto, Kembali ke Analog dengan Lomography

Menjelang musim liburan pertengahan tahun ini, The Lomographic Society International