Dark
Light

[Review] Mario Kart Tour – Hubungan Tanpa Komitmen

9 mins read
October 12, 2019
Mario Kart Tour

Sekilas di atas kertas, Mario Kart Tour terdengar seperti game dengan konsep ideal. Mario Kart sendiri pada dasarnya merupakan game yang seru untuk dimainkan bersama orang lain, jadi bisa memainkannya secara online tentu menyenangkan. Selain itu Mario Kart juga asyik dimainkan di perangkat portabel, misalnya di Nintendo 3DS atau Switch. Ketersediaan Mario Kart di smartphone jelas merupakan suatu wujud kenyamanan, karena kita jadi bisa bermain di mana saja tanpa harus membawa gawai elektronik tambahan.

Pada praktik nyatanya, Mario Kart Tour berhasil memenuhi ekspektasi itu sampai tahap tertentu. Namun ada beberapa hal yang membuat pengalaman bermain dalam game ini kurang maksimal, yang patut dipertanyakan karena hal-hal itu berakar dari keputusan desain aneh dari developernya. Seolah-olah Nintendo sebetulnya bisa membuat game ini lebih baik lagi, tapi sengaja tidak melakukannya karena Mario Kart Tour adalah sebuah mobile game.

Jadi apakah Mario Kart Tour layak untuk dimainkan, terutama bila Anda merupakan seorang penggemar setia seri Mario Kart? Simak pembahasannya di bawah.

https://www.youtube.com/watch?v=vgJO3000GXU

Mario Kart dalam genggaman

Secara garis besar, Mario Kart Tour mempertahankan berbagai karakteristik yang membentuk inti dari seri Mario Kart. Di sini Anda akan memainkan sejumlah tokoh dari seri Super Mario Bros. untuk adu cepat mobil gokar di jalanan. Selain Mario, Luigi, dan Bowser, Anda juga akan bertemu dengan puluhan tokoh lainnya, termasuk Donkey Kong, Diddy Kong, Peach, Yoshi, Rosalina, dan masih banyak lagi.

Ketika melakukan balapan, ada beberapa hal yang bisa Anda pilih. Pilihan sirkuit serta mobil jelas ada seperti game balap pada umumnya, tapi kemudian ditambah juga dengan pemilihan glider yang dapat membantu mobil Anda melayang di udara. Pilihan kelas kecepatan juga tersedia, mulai dari yang paling lambat yaitu 50 cc, 100 cc, 150 cc, hingga 200 cc. Sampai di sini Mario Kart Tour mirip dengan seri Mario Kart aslinya. Tapi kemudian Anda akan menemukan banyak sekali perbedaan yang membuat game ini punya nuansa unik.

Mario Kart Tour - Screenshot 1

Perbedaan pertama yang paling mencolok adalah jumlah putaran (lap) dalam setiap balapan. Mungkin karena ini mobile game, di mana pasarnya adalah gamer kasual, Mario Kart Tour hanya memperbolehkan kita balapan sebanyak dua lap, tidak lebih.

Menurut saya dua lap itu terasa sangat kurang. Memang benar sih, mobile game idealnya bisa dinikmati dalam sesi permainan singkat. Tapi saya berharap Nintendo juga menyediakan pilihan lap yang lebih banyak, misalnya tiga atau lima. Apalagi mengingat Mario Kart adalah game yang cukup “brutal” persaingannya, jumlah lap sedikit membuat kita bisa kehilangan kesempatan mengejar musuh hanya gara-gara terkena satu serangan atau melakukan satu kesalahan.

Rasa kurang puas itu semakin diperkuat karena seri Mario Kart punya fitur di mana lagu latar akan berubah jadi lebih menegangkan ketika memasuki lap terakhir. Di Mario Kart biasa, fitur ini sangat pas untuk menaikkan semangat kompetisi kita begitu balapan mendekati akhir. Di Mario Kart Tour fitur ini jadi terkesan aneh, karena lagu aslinya baru berjalan sebentar (satu lap) tapi sudah diganti. Bukannya memunculkan ketegangan, pergantian lagu ini hanya bikin sebal dan saya berharap ada opsi untuk mematikannya.

Mario Kart Tour - Screenshot 2

Perbedaan kedua, berhubung game ini dimainkan di smartphone maka jelas Mario Kart Tour menggunakan kontrol sentuh. Menurut saya Nintendo berhasil mengimplementasikan sistem kontrol yang sangat baik dan intuitif. Mobil akan berjalan ke depan secara otomatis, namun bisa kita belokkan dengan cara swipe kiri atau kanan. Menembakkan senjata bisa dilakukan dengan swipe atas atau bawah, tergantung dari Anda ingin menembak ke depan atau belakang.

Bila Anda menahan posisi belok untuk waktu yang cukup lama, mobil Anda otomatis akan masuk pada kondisi drifting. Lepaskan jari setelah drifting, maka mobil Anda akan memperoleh dorongan kecepatan tambahan. Kontrol default ini disebut Automatic Drifting, tapi tersedia juga versi alternatif yang disebut Manual Drifting. Tinggal pilih mana yang Anda suka.

Ternyata bukan game balapan?

Perbedaan ketiga, seiring Anda bermain maka Anda akan sadar bahwa tujuan permainan ini bukanlah untuk meraih peringkat pertama sebagaimana game balapan pada umumnya. Apa maksudnya? Jadi begini. Dalam Mario Kart, pemilihan karakter, mobil, serta glider akan berpengaruh terhadap performa Anda di sirkuit, seperti aspek kecepatan, kontrol belok, dan semacamnya. Tapi di Mario Kart Tour ada satu aspek tambahan, yaitu skor.

Mario Kart Tour - Screenshot 3

Karakter, mobil, dan glider masing-masing memiliki stat skor tersendiri. Skor tersebut kemudian ditambahkan dengan skor yang Anda peroleh selama balapan, misalnya dari keberhasilan mendapatkan boost, menyerang musuh, atau aksi-aksi lainnya.

Skor total inilah yang menjadi dasar penilaian performa Anda di akhir balapan, bukan posisi finis. Memang posisi finis juga mempengaruhi skor, tapi itu hanya salah satu faktor. Meskipun Anda finis di peringkat lima misalnya, Anda bisa saja meraih skor lebih tinggi dari peraih peringkat pertama. Kemudian bila Anda berhasil meraih skor tertentu dalam suatu balapan, Anda akan memperoleh bintang (Grand Star) yang bisa digunakan untuk membuka sirkuit balap berikutnya.

Sistem penilaian melalui skor ini membuat Mario Kart Tour jadi terasa memiliki unsur RPG, karena setiap karakter, mobil, dan glider bisa ditingkatkan levelnya supaya memberikan skor yang lebih tinggi. Tentu saja, itu berarti Anda harus banyak grinding.

Setiap karakter, mobil, dan glider juga bisa memberi keuntungan di suatu balapan spesifik. Misalnya, dengan menggunakan Yoshi balapan Yoshi Cup, Anda bisa langsung mendapatkan tiga senjata setiap kali menghancurkan kotak senjata. Ada juga mobil tertentu yang akan membuat skor Anda meningkat dua kali lipat di akhir balapan. Ini masih ditambah dengan kemampuan-kemampuan pasif khusus, seperti boost lebih cepat, slipstream lebih lama, dan lain-lain. Karakter juga memiliki senjata spesial berbeda-beda yang bisa Anda dapatkan di tengah balapan, jika Anda beruntung tentunya.

Mario Kart Tour - Screenshot 4

Bisa ditebak, semakin tinggi level dan semakin banyak karakter, mobil, serta glider yang Anda miliki maka semakin besar pula keuntungan yang Anda dapat saat balapan. Dan pastinya bisa ditebak juga bahwa semakin langka sebuah karakter/mobil/glider, semakin besar pula keuntungannya. Jadi selamat rajin grinding, dan selamat rajin mengundi gacha.

Tak cuma jago kandang

Dari tadi kita sudah membahas aspek gameplay Mario Kart Tour secara cukup detail, tapi bagaimana dengan kualitas atau production value dari game ini? Saya bisa bilang dengan yakin bahwa Nintendo sama sekali tidak kompromi. Mario Kart Tour menyajikan kualitas visual begitu mulus, nyaris setara dengan Mario Kart 8 di console Wii U. Framerate sepanjang permainan pun sangat stabil, membuat pengalaman balapan begitu asyik dinikmati.

Saya memainkannya di smartphone Oppo F7 yang memiliki cip grafis Mediatek Helio P60 dan performanya bagus sekali, tidak ada stutter, penurunan framerate, atau masalah teknis lainnya. Sekali lagi, Nintendo menunjukkan bahwa mereka mampu menjaga kualitas produk meski bukan di platform milik sendiri.

Kemudian dari segi konten, Mario Kart Tour punya berbagai macam Cup yang bisa Anda buka dengan mengumpulkan Grand Star. Satu Cup ini terdiri dari empat balapan, tiga di antaranya adalah balapan biasa dan satu sisanya merupakan tantangan khusus, misalnya ring race, mengumpulkan koin, atau balapan melawan karakter bos.

Mario Kart Tour - Screenshot 5

Balapan itu dilakukan di berbagai sirkuit yang mengambil dari seri Mario Kart lainnya. Misalnya Neo Bowser City dari 3DS, Mario Circuit dari SNES, dan Yoshi Circuit dari GameCube. Sirkuit ini bukan sekadar reuse aset dari game lain, tapi Nintendo mendesainnya ulang agar sesuai dengan tampilan visual serta keperluan gameplay di Mario Kart Tour.

Jumlah karakter, mobil, dan glider dalam game ini pun banyak sekali. Pada saat artikel ini ditulis, Mario Kart Tour memiliki 34 karakter, dan masih terus bertambah. Banyak di antara karakter tersebut yang sebetulnya merupakan variasi kostum saja, tapi dihitung sebagai karakter berbeda. Contohnya Mario berkostum Musician, Peach berkostum Kimono, Metal Mario, dan seterusnya. Anda bisa menghabiskan waktu lama untuk mengoleksi semuanya.

Sayangnya Mario Kart Tour memiliki kekurangan di segi mode permainan. Saat ini kita hanya bisa bermain di satu mode online saja, itu pun terkadang saya heran, sebenarnya kita bermain melawan orang sungguhan atau bot. Ada tombol pilihan Multiplayer di menu, namun tidak bisa diklik dan tampaknya baru akan diluncurkan di kemudian hari.

Untuk motivasi bermain tambahan, Anda bisa mencoba melengkapi berbagai tantangan. Misalnya melakukan Mini-Turbo Boost 150 kali, finis posisi 1 berturut-turut sebanyak 3 kali, dan banyak lagi. Tantangan ini ada yang sifatnya permanen, ada juga yang terbatas waktu. Dengan menyelesaikan tantangan, Anda bisa memperoleh imbalan berupa Ruby (mata uang premium game ini), Grand Star, atau badge yang bisa dipajang di profil.

Mario Kart Tour - Screenshot 6

Sejujurnya menilai konten game free-to-play seperti ini agak sulit karena sifatnya yang akan terus berubah seiring munculnya update. Tapi dari awal perilisannya pun, jumlah konten di Mario Kart Tour sudah cukup banyak, dan ini masih akan terus bertambah di masa depan. Setidaknya jumlah konten Mario Kart Tour sudah bisa memuaskan mereka yang ingin hiburan kasual, tapi bila ingin bermain secara lebih serius atau completionist, lain lagi ceritanya.

Investasi setengah hati

Nah, saatnya kita masuk ke pembahasan aspek yang paling tidak menyenangkan untuk dibahas: monetisasi. Saya paham bahwa di dunia ini tidak ada yang gratis, dan bahwa developer game juga butuh makan. Jadi secara umum saya tidak punya sentimen negatif terhadap praktik monetisasi apa pun. Tapi dalam menilai monetisasi itu kita bisa melihatnya dari dua sudut pandang. Pertama, apakah value yang ditawarkan sesuai dengan harganya. Kedua, sejauh mana monetisasi itu berpengaruh terhadap gameplay.

Di sini Mario Kart Tour membuat saya merasa agak dilematis, karena ada sebagian aspek monetisasi di dalamnya yang menurut saya bagus tapi sebagian lainnya justru lumayan mengesalkan. Jadi saya bingung, antara ingin mendukung developernya karena sudah menciptakan game yang bagus tapi juga tidak ingin mendukung praktik-praktik yang bikin kesal itu.

Mario Kart Tour memiliki dua jenis mata uang, yaitu Coin dan Ruby. Coin bisa Anda kumpulkan selama balapan, sementara Ruby adalah mata uang premium yang bisa dibeli dengan membayar sejumlah rupiah atau menyelesaikan tantangan tertentu.

Coin bisa digunakan untuk membeli banyak hal, mulai dari tiket untuk upgrade mobil, mobil itu sendiri, glider, hingga karakter (driver). Pilihan item yang bisa Anda beli di Shop menggunakan Coin terbatas dan akan berubah secara acak setiap harinya, tapi buat saya ini sama sekali tidak masalah. Harga item yang ditawarkan pun tidak begitu mahal, jadi secara teori tidak perlu waktu lama untuk menabung Coin bila ingin membelinya.

Mario Kart Tour - Screenshot 7

Sayang, teori hanya tinggal teori. Sejauh ini mungkin sistem Coin terdengar bagus, tapi kemudian Nintendo merusaknya dengan membatasi perolehan Coin sebanyak maksimal 300 Coin per hari. Saya jadi bingung. Saya ingin bermain lebih lama supaya bisa mengumpulkan lebih banyak Coin dan membeli item yang saya incar. Kenapa malah dibatasi, seolah-olah saya tidak boleh terlalu lama bermain? Rasanya seperti dipaksa untuk jadi casual player, padahal saya ingin bermain sedikit lebih hardcore.

Karena batasan itu, bila saya ingin membeli karakter seharga 3.000 Coin, saya jadi harus grinding selama 10 hari. Ini cukup mengesalkan. Bisa ditebak, ada cara untuk memperoleh lebih banyak Coin setiap harinya, yaitu lewat bantuan kekuatan kapitalisme. Dengan mengorbankan sejumlah Ruby, Anda bisa mengakses mode bernama Coin Rush, sebuah mode khusus untuk mengumpulkan Coin dalam jumlah besar.

Selain mode khusus tersebut, kegunaan utama Ruby adalah untuk menarik undian gacha. Bayar 5 Ruby untuk 1 gacha, atau 45 Ruby untuk 10 gacha. Yang saya tidak suka dari mata uang premium ini adalah harganya sangat tidak bersahabat di kantong. Untuk membeli paket berisi 48 Ruby, kita harus membayar sebesar Rp389.000. Dua kali gacha 45 Ruby dan saya sudah bisa beli kaset Mario Kart 8 Deluxe di Nintendo Switch.

Harga semahal itu pun tidak menjamin Anda akan memperoleh karakter atau item yang langka. Kans mendapatkan item langka yang sedang dipromosikan (biasa disebut sebagai banner pull) hanya 1% dari setiap gacha, dan item yang didapat dari gacha pun bisa duplikat. Entah bagaimana dengan orang lain, tapi bagi saya, penawaran harga seperti ini sama sekali tidak worth it untuk dibeli.

Mario Kart Tour - Screenshot 8

Benda yang lebih layak dibeli adalah membership premium bernama Gold Pass. Dengan membayar Rp69.000 per bulan, Anda bisa mendapatkan imbalan-imbalan eksklusif setelah selesai balapan, termasuk karakter atau mobil langka dan sejumlah Ruby. Anda juga akan membuka berbagai tantangan baru, yang jika Anda selesaikan, akan memberikan imbalan berupa Ruby, badge, atau Grand Star.

Melihat harganya yang cukup murah, serta banyaknya imbalan yang diberikan, saya rasa Gold Pass ini monetisasi yang paling ideal bila Anda ingin mengeluarkan uang di Mario Kart Tour. Tapi, lagi-lagi, Nintendo merusaknya dengan hal yang tak perlu. Ternyata, Gold Pass ini berpengaruh besar terhadap gameplay. Hanya member Gold Pass yang bisa mengakses balapan kelas 200 cc, sementara pemain lainnya terbatas maksimal di balapan 150 cc.

Keburukan lainnya dari Gold Pass adalah sistem berlangganannya yang otomatis akan diperpanjang setiap bulan, kecuali bila kita membatalkan langganan secara manual. Jadi bisa saja saldo Google Play Anda tiba-tiba berkurang tanpa sadar, atau tiba-tiba muncul tagihan di kartu kredit Anda. Berbeda dari langganan PlayStation Plus yang bisa dipilih antara perpanjangan otomatis dan manual, tampaknya tidak ada cara untuk memilih di Gold Pass ini. Bagi saya, sistem perpanjangan demikian terasa seperti usaha untuk menarik uang tanpa persetujuan dari pemain, atau bahasa kasarnya, terasa seperti sebuah scam.

Mario Kart Tour - Screenshot 9

Kesimpulan: Hubungan tanpa komitmen

Saya cukup menyukai Mario Kart Tour. Kualitas keseluruhannya yang terpoles rapi, konten-kontennya yang menarik, serta keseruan mix-and-match antara berbagai karakter dan mobil yang ada berhasil memberikan sebuah hiburan yang terkadang bahkan lebih menarik dari seri utama Mario Kart. Ketersediaannya di smartphone sungguh menyenangkan, saya bisa memainkan Mario Kart di mana saja dan kapan saja, sambil menunggu pesanan di restoran, tiduran di kasur, atau di sela-sela suntuk kerja.

Tapi saya hanya bisa sebatas merasa “cukup suka”, tidak bisa melangkah lebih jauh ke “sangat suka” atau “cinta”, dan saya agak frustrasi karena penghalangnya justru adalah Nintendo sendiri. Batasan-batasan yang mereka terapkan dalam Mario Kart Tour seolah mengatakan, “Jangan terlalu dekat dengan saya,” padahal saya ingin lebih dekat lagi.

Mario Kart Tour - Screenshot 10

Saya ingin menikmati balapan 200 cc tanpa harus membeli Gold Pass. Saya ingin menjadi paid user dan membeli Ruby untuk gacha. Saya ingin bebas grinding mengumpulkan Coin setiap harinya. Saya ingin balapan berjalan lebih lama. Tapi Mario Kart Tour didesain untuk menjauhkan saya dari semua itu. Seperti naksir lalu ditarik-ulur, Mario Kart Tour berhasil memikat saya namun kemudian membuat saya malas untuk terus memainkannya.

Untuk sekarang saya masih menikmati game ini, dan masih berminat melihat akan ada konten baru seperti apa nantinya. Tapi berbeda dari beberapa game yang saya mainkan untuk waktu lama, Mario Kart Tour terasa seperti game yang bisa saya uninstall kapan saja tanpa merasa rugi. Ibarat hubungan tanpa komitmen, kita tak tahu kapan hubungan itu akan retak dan dua insan yang sempat dekat beralih jadi tak saling kenal lagi. Yah, selagi masih bisa, dinikmati saja.

Sparks:

  • Kualitas visual sangat ciamik, nyaris mendekati Mario Kart versi console
  • Banyak pilihan karakter, mobil, glider, dan sirkuit yang membangkitkan nostalgia
  • Kontrol yang mudah dan intuitif, dengan pilihan alternatif untuk kontrol versi expert
  • Mudah untuk mendapat item secara gratis lewat Coin
  • Mix-and-match karakter, mobil, dan glider menyenangkan untuk diulik
  • Performa teknis yang stabil membuat balapan jadi nyaman

Slacks:

  • Hanya bisa balapan sebanyak dua lap
  • Harga Ruby terlalu mahal
  • Balap 200 cc terkunci di balik Gold Pass
  • Jumlah Coin dan XP yang bisa didapat terbatas setiap harinya
Previous Story

Dapat Investasi Rp170 Miliar, Nerd Street Gamers Hendak Buat Fasilitas Esports

Next Story

Melihat Lebih Dekat Xiaomi Redmi Note 8 Sebelum Resmi Dirilis di Indonesia

Latest from Blog

Don't Miss

Review Poco X6 5G Hybrid

Review Poco X6 5G, Performa Ekstrem dan Sudah Dapat Pembaruan HyperOS

Poco X6 membawa layar AMOLED 120Hz dengan Dolby Vision lalu

Review Realme 12 Pro+ 5G, Smartphone Mainstream dengan Zoom Periscope Paling Terjangkau

Realme 12 Pro+ 5G merupakan smartphone paling baru dari realme di