Dark
Light

Review Dareu EK871 Trinity GTR: Kecil Mungil Namun Kaya Fitur

6 mins read
March 10, 2022

Setelah sebelumnya mengeluarkan EK871, Dareu menyuguhkan opsi baru dari keyboard tersebut, yaitu Dareu EK871 Trinity GTR. Bagaimanakah reviewnya?

Sebelum kita masuk lebih dalam ke reviewnya, saya harus memberitahukan jika Dareu Indonesia yang mengirimkan produk ini untuk direview. Namun demikian, semoga penilaian saya masih cukup fair dan tetap bisa dijadikan acuan bagi Anda yang ingin mencari keyboard baru untuk menemani bermain game di PC kesayangan.

Mari kita gali lebih dulu dari fitur-fitur yang ditawarkan oleh Dareu EK871 Trinity GTR ini yang dibanderol dengan harga Rp879 ribu.

Fitur Dareu EK871 Trinity GTR

Seperti yang saya tuliskan tadi, Dareu EK871 Trinity GTR ini adalah varian baru dari seri sebelumnya, Dareu EK871. Ada beberapa tambahan fitur baru namun juga ada fitur yang absen jika dibanding pendahulunya.

Untuk urusan konektivitas, Dareu EK871 hanya memiliki 2 opsi, wired dan wireless (Bluetooth). Tidak ada fitur wireless 2.4GHz dari keyboard tersebut. Namun fitur wireless 2.4GHz ini disematkan di Dareu EK871 Trinity GTR. Jadi, ada 3 mode konektivitas ditawarkan di Dareu EK871 Trinity GTR, yaitu kabel, Bluetooth, dan wireless 2.4GHz.

Spesifikasi Dareu EK871 Trinity GTR. Screenshot: Website Dareu Indonesia

Makanya, buat Anda yang butuh keyboard nirkabel, Dareu EK871 lebih layak dipertimbangkan. Pasalnya, koneksi 2.4GHz memang cenderung lebih dapat diandalkan ketimbang Bluetooth (yang lebih sering interference dan delay).

Karena menawarkan koneksi nirkabel, keyboard ini juga dilengkapi dengan baterai. Untuk kapasitas baterainya, baik Dareu EK871 dan versi Trinity GTR-nya memberikan baterai lithium sebesar 1900mAh.

Kapasitas tersebut sebenarnya tak bisa dibilang besar, jika dibandingkan dengan beberapa pesaingnya. Keychron K4, misalnya, dibekali dengan baterai berkapasitas 4000mAh. Sedangkan Koodo Gecko, yang dibanderol dengan harga Rp490 ribu (saat artikel ini ditulis), dibekali dengan baterai sebesar 2400mAh. Fantech MAXFIT67 juga dibekali dengan baterai berkapasitas 4000mAh.

Dokumentasi: Hybrid

Meski begitu, kapasitas 1900mAh sebenarnya sudah cukup — jika Anda tidak menghidupkan lampu-lampu RGB-nya. Dari pengalaman saya menggunakan keyboard ini, baterainya bisa bertahan sekitar 2-3 hari (tanpa backlight). Penafian, durasi baterai ini bisa jadi sangat berbeda-beda dan hanya bisa dijadikan gambaran kasar saja karena sangat bergantung pada penggunaan masing-masing.

Di bagian bawah keyboard, sama seperti pendahulunya, Dareu EK871 Trinity GTR juga dilengkapi dengan magnetic feet yang bisa memiringkan keyboard agar lebih nyaman digunakan (setidaknya sesuai selera).

Jika versi Trinity GTR ini memiliki fitur nirkabel yang lebih baik, sayangnya keycap yang diberikan di versi ini lebih jelek dari yang versi sebelumnya. Pasalnya, di EK871 Trinity, Dareu hanya memberikan keycap berbahan ABS. Padahal di EK871, mereka menggunakan keycaps PBT. Perbedaan keycaps PBT dengan ABS? Keycaps PBT biasanya akan lebih awet dari masalah shine (terlihat glossy dan mengganggu) dan menghasilkan suara yang lebih enak didengar (jika Anda peduli dengan suara keyboard mekanikal seperti saya).

Bagian bawah keycap bawaan Dareu EK871 Trinity GTR. Dokumentasi: Hybrid

Untungnya, fitur berikut ini membuat versi Trinity GTR jauh lebih menarik versi sebelumnya. Versi Trinity GTR ini menawarkan hotswap PCB (5-pin). Sedangkan fitur tersebut absen di versi biasa. Fitur hotswap PCB ini sangat berguna buat memudahkan Anda mengganti switch untuk 2 kebutuhan. Pertama, Anda bisa dengan mudah menggantinya jika ingin switch yang lebih baik. Kedua, misalnya satu saat nanti ada switch yang bermasalah, Anda tak perlu membawanya ke tukang servis ataupun membeli dan belajar soldering dan desoldering.

Build Quality

Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, versi Trinity GTR menggunakan keycaps berbahan ABS. Namun buat saya hal itu bukan masalah besar karena saya pasti mengganti keycaps bawaan. Menurunkan kualitas keycaps dan menggantinya dengan PCB hotswap jauh lebih berguna dan memudahkan untuk modifikasi.

Apalagi, switch bawaan yang disematkan di sini, jujur saja jauh di bawah standar yang biasa saya gunakan. Sebagai perbandingan, switch favorit yang sekarang saya gunakan di 3 keyboard adalah Gazzew Boba U4T — yang menyuguhkan suara dan feel ketikan yang mantap.

Selain itu, fitur hotswap juga memudahkan Anda untuk memodifikasi keyboard satu saat nanti seperti menambahkan plate foam ataupun mengganti plate-nya sekalian.

Dokumentasi: Hybrid

Sayangnya, dalam hal build quality, saya tidak bisa bilang keyboard Dareu ini bagus di setiap aspek. Case keyboard-nya yang berbahan plastik sebenarnya cukup tebal. Jadi, Anda tak perlu khawatir akan retak, patah, atau bolong. Sebagai perbandingan, saya punya keyboard Tom980 yang punya case plastik super tipis yang jauh lebih ringkih dan terakhir retak karena, mungkin, saya terlalu brutal saat modifikasi (terlalu banyak menjejalkan foam).

Untuk plate yang digunakan, keyboard ini memberikan plate yang tidak jelek namun juga tidak istimewa — setidaknya standar seperti keyboard lain yang sekelas.

Dokumentasi: Hybrid

Sayangnya, meski hotswap, PCB yang digunakan di sini hanyalah single layer — Anda bisa melihat jalur-jalur listriknya dengan mudah. PCB single layer berpotensi lebih besar terganggu jalurnya jika digabung dengan fitur hotswap — jalurnya tergores pin switch saat diganti.

Selain itu, satu hal yang paling aneh dari keyboard ini adalah koneksi kabel dari baterai ke PCB. Anda bisa melihat sendiri dari fotonya di bawah ini. Koneksi kabel dari baterai ke PCB hanya disolder begitu saja. Cara tersebut sangat ringkih bagi Anda yang ingin memodifikasi keyboard. Biasanya, koneksi kabel baterai ke PCB menggunakan konektor tambahan agar lebih terjaga durabilitasnya. Jadi, jika Anda tidak sengaja membuat kabel baterainya terlepas dari PCB, Anda harus membawanya ke jasa solder (misalnya ke tukang servis ponsel) atau belajar dan membeli perlengkapan solder sendiri.

Dokumentasi: Hybrid

Dari semua kekurangan keyboard ini, absennya konektor kabel baterai tadi adalah yang paling fatal. Kecuali, Anda memang tidak peduli dengan koneksi wireless. Anda tetap bisa menggunakan keyboardnya (dengan kabel) meski tidak terhubung ke baterai.

Suara Keyboard dan Modifikasi

Berhubung saya sekarang sudah terjerumus dalam lubang gelap soal modifikasi keyboard, saya juga akan membahas soal suara keyboard dari Dareu EK871 Trinity GTR ini.

Tanpa modifikasi apapun, suara keyboard ini terbilang cukup baik (buat kondisi build quality yang saya tuliskan sebelumnya) karena stabilizer-nya sudah tanpa rattle tanpa dikutak katik sekalipun. Stabilizer-nya sudah di-lube langsung dari pabrikan dan bagian bawah stem stabilizer-nya juga sudah rata (jadi tidak perlu dipotong/di-clip lagi).

Anda bisa mendengarkan sendiri typing sound dari stock Dareu EK871 Trinity GTR di bawah ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Yabes Elia (@elia.yabes)

Lalu, bagaimana hasilnya jika keyboard ini dimodifikasi ringan? Karena saya tahu suara switch bawaannya memang kurang, saya menggantinya dengan Tecsee Ice Candy (lubed+filmed). Saya juga mengganti keycapsnya dengan Akko Psittacus (double-shot PBT). Terakhir, saya menambahkan sehelai PE foam 0,5mm di atas PCB (PE foam mod) dan menaruh beberapa lembar PE foam juga di bawah PCB (di dalam case).

Hasilnya, Anda bisa dengarkan sendiri di video berikut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Yabes Elia (@elia.yabes)

Saya juga tahu bahwa typing sound dari video memang tak bisa jadi patokan karena ada banyak faktor yang berpengaruh, seperti mic yang digunakan, akustik ruangan, headset yang Anda gunakan untuk mendengar, dan beragam faktor lainnya.

Namun begitu, mungkin Anda juga bisa mendengar dari video di atas jika Dareu EK871 Trinity GTR ini masih terdengar kopong suaranya — meski sudah dimodif ringan. Menurut saya, Dareu EK871 Trinity GTR ini masih butuh plate foam agar suaranya bisa terdengar lebih padat.

Terakhir, soal modifikasi, meski sedikit kurang ideal buat Anda yang hobi modif keyboard (karena koneksi kabel baterai yang saya bahas di bagian sebelumnya), ada satu keuntungan soal modifikasi keyboard ini berkat layout yang digunakan — setidaknya untuk modifikasi ringan.

Dareu EK871 dengan keycaps Akko Psittacus. Dokumentasi: Hybrid

Keyboard ini memiliki 71 tombol dan layout ini bisa dibilang sedikit lebih mendingan ketimbang varian lain dari keyboard 65%. Pasalnya, layout dengan 71 tombol ini menggunakan ukuran modifier kanan standar (layaknya keyboard full-size 104 keys ataupun TKL dengan 87 keys). Biasanya, keyboard berukuran 65% akan menggunakan ukuran modifier kanan yang tidak standar (Shift kanan 1,75u, Alt kanan 1u, Fn 1u, dan Ctrl 1u). Set keycap yang menyuguhkan ukuran-ukuran modifier tidak standar itu biasanya dibanderol dengan harga yang lebih mahal — ketimbang yang standard untuk 104, 87, ataupun 61 keys.

Software Dareu EK871 Trinity GTR

Selain hobi modifikasi, saya juga hobi bermain banyak genre game. Makanya, bagi saya, software keyboard menjadi salah satu keharusan fitur yang wajib dimiliki. Software keyboard bisa digunakan untuk reassign tombol (seperti mengganti fungsi tombol Caps Lock jadi Delete, seperti kebiasaan saya) ataupun membuat fungsi makro yang sangat berguna di RPG.

Software Dareu EK871 Trinity GTR

Berbicara soal software, keyboard ini sebenarnya sudah mencukupi semua kebutuhan saya. Software-nya mudah digunakan dan lengkap fungsinya. Sayangnya, mencari software-nya itu yang sedikit membingungkan. Pasalnya, semua software untuk EK871 (baik yang versi standar atau versi GTR) yang saya unduh dari situs resmi yang berbahasa Indonesia tidak bisa digunakan. Saya pun harus mencarinya di situs Dareu yang berbahasa Inggris.

Masalah tadi mungkin memang sebatas salah menaruh link atau meng-upload ulang di situs yang berbahasa Indonesia. Namun, Anda mungkin juga akan kebingungan jika hal itu terjadi. Oh iya, untungnya, saat saya menulis artikel ini, link untuk mengunduh software untuk versi Trinity GTR nya sudah dibetulkan. Jadi, pastikan saja Anda memilih software untuk versi Trinity GTR (bukan versi standar).

Kesimpulan

Akhirnya, saya sebenarnya sedikit kebingungan untuk memberikan rekomendasi pengguna seperti apa yang cocok dengan Dareu EK871 Trinity GTR ini. Sebelumnya, saya tidak ragu untuk menyarankan Dareu EK840 (yang sebelumnya mendarat ke tempat saya untuk direview) ke pengguna yang ingin terima beres — tidak ingin modif aneh-aneh — dan tidak butuh software. Karena, keyboard tersebut sudah solid dari banyak aspek, termasuk keycaps dan switch-nya, sehingga bisa langsung pakai.

Dokumentasi: Hybrid

Sedangkan untuk Dareu EK871 Trinity GTR ini, mungkin, masih kurang nyaman digunakan dalam kondisi stock — karena keycaps dan switch-nya yang belum sesuai dengan standar saya. Namun begitu, modifikasi sederhana seperti mengganti switch dan keycaps saja belum cukup untuk membuat suaranya enak didengar (setidaknya buat selera saya pribadi). Tapi, jika ingin dimodif lebih jauh, Anda harus ekstra hati-hati karena konektor kabel baterai yang super ringkih — atau Anda akan kehilangan fungsi nirkabel-nya.

Mungkin, jika Anda tidak terlalu peduli dengan suara keyboard, tidak punya anggaran besar untuk keycaps set baru, ingin bereksperimen mencari switch keyboard yang paling enak buat mengetik atau bermain game tanpa harus repot dengan solder, dan butuh yang nirkabel, Dareu EK871 Trinity GTR ini bisa jadi salah satu yang dipertimbangkan.

Perbandingan ukuran Dareu EK871 Trinity GTR dengan keyboard dengan 98 keys (modded Tom980).
Previous Story

Perkenalkan Clipchamp, Aplikasi Edit Video Baru Microsoft Untuk Windows 11

Next Story

Total Waktu Bermain Pengguna Steam Naik 21% di Tahun 2021

Latest from Blog

Don't Miss

Finalmouse Centerpiece

Finalmouse Centerpiece, Keyboard Mekanik yang Mendukung Unreal Engine 5

Perkembangan keyboard mekanik memang terus dipenuhi inovasi. Fleksibilitas yang dimiliki
Razer DeathStalker V2

Keyboard dengan Switch Optical Low-profile, Razer DeathStalker V2 Diungkap

Razer kembali mengumumkan produk keyboard terbaru mereka, Razer DeathStalker V2.