Esports Ecosystem

Rekap ASL Indonesia Season 3 Week 6: Penentuan 4 Tim yang Lolos Ke Grand Final

03 Sep 2019 | Akbar Priono
ASL Indonesia S3 Week 6 jadi pertarungan hidup dan mati bagi para tim papan tengah. Akankah perjuangan mereka berlanjut atau terhenti?

Akhir pekan lalu (30 Agustus – 1 September 2019) menjadi konklusi dari fase grup ASL Indonesia Season 3 by ESL. Setelah liga sepanjang 6 pekan kini akhirnya terungkap, siapa saja 4 tim yang akan beratnding di babak Grand Final yang akan diselenggarakan pada 14 September 2019 mendatang.

Persaingan papan tengah yang sangat ketat menjadi tema besar selama 6 pekan ASL Indonesia Season 3 ini. Alhasil, pekan terakhir ini menjadi pertarungan hidup dan mati bagi tim-tim pengisi papan tengah klasemen, yaitu BOOM.ID, COMEBACK, Bigetron Esports (BTR), dan DG E-Sports.

BTR mungkin yang bisa dibilang nasibnya paling buruk di pekan ini. Beban mereka sudah cukup berat setelah kalah dua kali pada pekan kelima. Pada pekan penentuan, mereka harus terima bahwa kejadian tersebut harus terulang kembali.

Memang BTR tidak kalah dua kali berturtut-turut di pekan ini, tapi di hari pertama mereka harus terima kekalahan dari Armored Project yang berada di posisi juru kunci. Untungnya di hari kedua mereka masih bisa mengalahkan COMEBACK, walau tak mengubah apapun di papan klasemen.

Yang juga menarik di pekan terakhir ini adalah persaingan antara COMEBACK dengan DG E-Sports. Memiliki poin yang sama, kedua tim ini jadi “main mata” dalam memperebutkan slot bertanding di Grand Final. Satu sisi COMEBACK entah kenapa performanya berangsur menurun seiring waktu. Sementara DG E-Sports mulai stabil setelah kedatangan Yayan “Backdoor” Hidayat yang mengisi posisi jungler.

Lawan COMEBACK di pekan keenam ini adalah BTR dan BOOM.ID. Setelah kalah melawan BTR di hari kedua (31 Agustus 2019), kesempatan terakhir mereka untuk lolos adalah menang melawan BOOM.ID.

Rekor sebelumnya, COMEBACK pernah kalahkan BOOM.ID di pekan ketiga. Sayang, hal ini tidak terulang di pekan keenam. Walau Irdham “Damskii” Hilmansyah sempat mencuri satu poin kemenangan, namun sayangnya mereka harus kalah dua kali berturut-turut dari seri pertandingan best-of-3. BOOM.ID akhirnya menang dengan skor 2-1, mendapat posisi ketiga di klasemen, dan amankan slot untuk bermain di babak Grand Final.

Sementara itu DG E-Sports harus melawan EVOS di pertandingan pertama pekan ini, dan Armored Project di pertandingan kedua. Kalah melawan EVOS yang notabene masih sangat sulit untuk dikalahkan, kesempatan terakhir DG E-Sports untuk lolos adalah menang melawan AP.

Walau AP adalah tim pengisi klasemen papan bawah, namun tim ini kerap memberikan kejutan kepada tim-tim pengisi papan tengah. Untungnya Glen “Kurus” Richard berhasil mempertahankan konsistensi mereka, kalahkan AP, dan berhasil lolos ke babak Grand Final setelah merebut posisi keempat di klasemen.

Sementara papan tengah begitu panas membara, pertarungan papan atas, meski tak banyak mengubah keadaan, menjadi pertarungan penuh gengsi antara EVOS dan Saudara E-Sports (SES).

EVOS yang mempertahankan gengsinya sebagai tim terbaik di Indonesia, melawan SES yang sedang berusaha keras merebut titel juara bertahan dari si macan biru. Pertandingan pertama, EVOS unjukkan kemampuannya dan menumpas habis SES. Satrio “Wiraww” Adi Wiratama ketika itu berhasil melumat habis SES, dengan skor cukup dominan (16-5), durasi yang sangat singkat (11:19), dan selisih networth lebih dari 10k Gold.

Mendapat tekanan begitu besar, normalnya SES tak siap dan mungkin akan kalah di game kedua. Kendati demikian SES menggunakan momentum kekalahannya untuk bangkit kembali. EVOS yang sudah menangkan awal Game kedua malah lengah, yang langsung dimanfaatkan oleh SES. Kedudukan jadi 1-1 setelah Game kedua berakhir.

Game ketiga, ada satu fenomena yang mungkin bisa disebut sebagai “kutukan ASL Season 3”. Momen EVOS dikalahkan BOOM.ID kembali terjadi. Inilah kesamaan dari 2 pertandingan kekalahan EVOS: baik BOOM.ID dan SES sama-sama kalah dari EVOS di Game pertama, Namun, SES dan BOOM ID menyamakan kedudukan di Game kedua.

Memasuki Game ketiga, SES tampil dengan percaya diri. Mereka lalu menutup kemenangan dengan dominasi yang kuat atas EVOS. Kalau Anda ingat, pada Week 4, Game ketiga EVOS kalah dari BOOM.ID dengan skor 0-13. Kemenangan SES atas EVOS pada Week 6 seperti mengulang momen tersebut, bedanya skornya kini adalah 1-13.

Sumber: ESL Indonesia Official Site
Sumber: ESL Indonesia Official Site

Hal ini menarik karena apakah pola yang sama ini menunjukkan kelemahan dari EVOS Esports? Apakah hal yang sama juga akan terjadi lagi di babak Grand Final?

Dengan seluruh hasil pertandingan yang terjadi selama 6 pekan, berikut ini adalah 4 tim teratas yang akan berlaga di Grand Final ASL Indonesia S3 by ESL:

Sumber: ESL Indonesia Official Site
Sumber: ESL Indonesia Official Site
  1. EVOS Esports – 30 Poin
  2. Saudara ESports – 27 Poin
  3. BOOM.ID – 18 Poin
  4. DG E-Sports – 15 Poin

Dari keempat tim ini, baik SES dan BOOM ID pernah mengalahkan EVOS Esports. Apakah kedua tim ini berhasil menggeser tahta sang juara bertahan?

Babak Grand Final ASL Indonesia S3 by ESL ini akan sedikit berbeda dari 2 musim sebelumnya. Pasalnya, sebelum dijalankan oleh ESL, selama ini Grand Final ASL dikenal dengan menggunakan sistem Gauntlet. Namun di Musim Ketiga kali ini, format standar singleelimination yang akan digunakan dengan Bo3 untuk Semifinal dan Bo5 untuk Finalnya.

Keempat tim AoV terbaik di Indonesia kali ini akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp1 miliar dengan distribusi sebagai berikut:

Sumber: ESL Indonesia Official Site
Akankah EVOS bisa mengulang kejayaannya di musim ketiga ASL? Sumber: ESL Indonesia Official Site
  • Juara 1: Rp300 juta
  • Runner-Up: Rp150 juta
  • Peringkat 3: Rp75 juta
  • Peringkat 4: Rp75 juta
  • Peringkat 5: Rp45 juta
  • Peringkat 6: Rp25 juta
  • Peringkat 7: Rp15 juta

Selain mendapatkan hadiah, juara dari ASL Indonesia S3 by ESL ini juga akan mendapatkan kursi untuk bertanding di Arena of Valor International Championship (AIC) 2019 melawan tim-tim terbaik dari beberapa negara; salah satunya adalah juara ESL MSP Championshipyang melibatkan 3 negara (Malaysia, Singapura, dan Filipina).

Bagaimana perjalanan EVOS Esports di Grand Final nanti? Apakah tim-tim lain juga menyadari ada pola yang sama dari kekalahan EVOS saat melawan BOOM ID dan SES? Akankah ada juara baru untuk ASL by ESL kali ini?

ASL S3 by ESL yang dipersembahkan oleh Indofood dengan ChitatoGood to GoPop Mie, dan Mercedez sebagai Premium Sponsor serta Garena sebagai Official Partner ini akan menyelenggarakan babak Grand Final pada hari Sabtu, tanggal 14 September 2019, di Tennis Indoor Senayan.