Esports Ecosystem

Regular Season MPL ID Season 3 akan Digelar di Studio TV

17 Jan 2019 | Yabes Elia
Dan terbuka untuk penonton sampai 200 orang

15 Januari 2018, Moonton menggelar konferensi pers untuk Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia Season 3 di Djakarta Theater XXI. Turnamen yang menawarkan total hadiah sampai dengan US$120 ribu (atau setara dengan Rp1,7 miliar) ini telah memastikan jadwal dan sistem turnamennya.

Tahap kualifikasi online nya telah berlangsung dari tanggal 9 sampai 13 Januari 2019. Setelah tahapan tersebut, akan ada Final Qualifier yang berlangsung dari tanggal 24-27 Januari 2019. Sedangkan babak Regular Seasonnya akan digelar dari 16 Februari – 31 Maret 2019.

Sistem turnamen MPL ID S3 sendiri tak jauh berbeda dengan musim sebelumnya. Dari Online Qualifier, ada 8 tim yang akan diadu lagi di Final Qualifier bersama dengan 2 tim peringkat 7-8 di Grand Final MPL ID S2. Berikut ini adalah 10 tim yang akan bertanding di Final Qualifier (24-27 Januari 2018):

  • The Prime
  • XcN
  • Star8 Esports
  • Revo
  • Alter Ego
  • Vins
  • Aura Esports
  • Sadboys G6
  • Bigetron Esports (Direct Invite dari Grand Final MPL ID S2 – Peringkat 7)
  • SFI (Direct Invite dari Grand Final MPL ID S2 – Peringkat 8)
Sumber: MLBB
Sumber: MLBB

Di babak Final Qualifier yang dibagi jadi 2 grup, 3 tim tertinggi dari masing-masing grup akan melaju ke babak Regular Season bersama dengan 6 tim peringkat 1-6 di Grand Final MPL ID S2. Keenam tim yang telah menunggu di babak Regular Season adalah:

  • RRQ.O2
  • EVOS Esports
  • ONIC Esports
  • Louvre
  • Saints Indo
  • Aerowolf Roxy

Sistem pertandingan yang nantinya digunakan di Regular Season S3 juga tak jauh berbeda dengan S2. Namun demikian, karena ada 6 tim yang akan maju dari babak Final Qualifier dan 6 tim yang telah menunggu dari Direct Invite, ada total 12 tim yang akan mengikuti babak Regular Season MPL ID S3. Jumlah ini berbeda dengan yang ada di Season sebelumnya karena hanya 10 tim di Season 2 ataupun Season 1.

Selain itu, buat yang mengikuti MPL dari Season 1, ada juga perbedaan signifikan soal Direct Invite antar Season. Dari Season 1 ke Season 2,  slot Direct Invite diberikan untuk pemain misalnya dari TEAMnxl yang berubah jadi Aerowolf ataupun Elite8 yang berubah jadi SFI. Sedangkan dari Season 2 ke Season 3, slot tersebut dipegang oleh klub/organisasi karena ada 2 klub, yang sepengetahuan saya, bahkan sudah kehilangan 4 pemain (atau lebih) yang sebelumnya bermain untuk MPL ID S2 yaitu Bigetron Esports dan Saints Indo.

Lius Andre saat di konferensi pers MPL ID S3. Dokumentasi: Hybrid
Lius Andre saat di konferensi pers MPL ID S3. Dokumentasi: Hybrid

Mengenai perubahan ini, Lius Andre, Indonesian eSports Manager Moonton mengatakan dalam konferensi pers bahwa tim-tim peserta MPL sekarang sudah dijalankan secara profesional karena itulah slot diberikan kepada klub. Ia juga mengatakan bahwa MPL ingin mengadopsi sistem yang sudah lebih dahulu diterapkan di liga sepak bola.

Berbicara mengenai perubahan, buat para pemerhati industri esports Indonesia, mungkin juga menyadari ada perubahan besar dalam hal organizer. Di 2 Season sebelumnya (S1 dan S2), MPL Indonesia dijalankan oleh RevivalTV. Namun di Season 3 ini MPL akan diorganisir oleh Mineski Event Team (MET).

Keduanya sebenarnya sama-sama EO esports terbesar yang ada di Indonesia saat ini. RevivalTV punya beberapa punggawa seperti Ahmad Syandy (CEO), Irliansyah Wijanarko (CGO), ataupun Affan Edvartha (COO). Sedangkan MET juga punya segudang bintang orang-orang esports belakang layar seperti Agustian Hwang (Country Manager), Tribekti Nasima (Head of Operation), Reza Afrian Ramadhan (Head of Marketing), dan yang lainnya.

Lalu apa yang akan membedakan antara Season 3 dan Season 1-2?

Lius sempat memberikan komentarnya tentang MPL ID S3 di dalam rilis yang kami terima, “MPL Season 3 tahun ini hadir lebih besar dan spektakuler, diikuti ratusan tim terbaik dan didukung studio professional terbaik serta teknologi level broadcast yang canggih. Hal itu tentu akan membuat suasana pertandingan jauh lebih seru dari gelaran tahun sebelumnya. Kami pun sangat senang bisa meramaikan dunia esports Indonesia yang dinamis. Kami yakin bahwa penggemar di Indonesia dapat turut merasakan keseruan dari persaingan antar pemain profesional Mobile Legends: Bang Bang,

Sedangkan Agus dari MET juga memberikan pernyataan dalam rilis yang sama, “Kami bangga dapat menjadi penyelenggara turnamen liga Mobile Legends profesional terbesar di Indonesia. Dengan pengalaman menangani ratusan turnamen esports skala internasional, MET berkomitmen untuk menyajikan turnamen MPL Indonesia Season 3 yang menarik, profesional, dan menjunjung tinggi fair play. Besar harapan kami, Indonesia dikenal memiliki basis pemain Mobile Legends: Bang Bang terbesar dan MET berkomitmen untuk berusaha memberikan yang terbaik bagi para pemain yang pasti akan bersemangat untuk bangkit menghadapi tantangan di MPL.”

Reza Afrian Ramadhan. Dokumentasi: Yota Reiji
Reza Afrian Ramadhan. Dokumentasi: Yota Reiji

Dari kutipan tadi, memang tak ada jawaban tentang perbedaan kongkret seperti apa yang nanti bisa kita harapkan. Namun Reza juga sempat memberikan informasi saat ia presentasi di konferensi pers bahwa Regular Season MPL Indonesia S3 akan digelar secara tatap muka di stasiun TV dan terbuka untuk penonton sampai 150-200 orang. Hal ini sangat berbeda dengan yang sebelumnya dilakukan karena hanya 1 pertandingan di tiap minggu yang tatap muka (atau bahasa primitifnya: offline) dan tak terbuka untuk penonton.

Selain itu, adakah hal lain yang akan berbeda? Saya pun menghubungi Reza untuk berbincang lebih lanjut mengenai hal ini. Ia mengatakan bahwa gaya yang lebih profesional namun menghibur adalah yang biasa ditawarkan oleh MET. Ia juga menambahkan bahwa tujuan MET adalah, “Reinvent esport as a new media of entertainment.” Jadi, MET ingin menawarkan konsep-konsep baru sembari menaikkan standar yang sudah ada. Ia juga menambahkan bahwa MET ingin agar esports juga bisa dinikmati oleh semua orang. Ia berargumen bahwa esports sebelumnya memang sudah menghibur untuk komunitas gamer namun belum untuk semua orang.

Jawaban tadi mungkin memang masih sedikit konseptual dan pembuktiannya nanti memang hanya bisa dilihat dari seperti apa jalannya MPL ID S3 bersama MET.

Sumber: MLBB
Sumber: MLBB

Jujur saja, saya pribadi memang penasaran soal apakah EO esports dapat memberikan warna yang berbeda, yang unik dari masing-masing layaknya industri kreatif lainnya. Sedangkan MPL Indonesia ini mungkin bisa menjadi proyek unik untuk melihat apakah ada perbedaan tersebut mengingat liga ini seperti sequel dari musim sebelumnya.

Jadi, MPL Indonesia Season 3 ini sebenarnya tak hanya menarik buat para fans esports MLBB yang mengikuti perjalanan tim-tim terbaik dari 2 musim sebelumnya. Namun juga untuk orang-orang belakang layar yang berkecimpung di industri esports untuk melihat seperti apa perbedaan yang mungkin terjadi dan pelajaran yang bisa dipetik.