Gaming News

Q1 2020, Pandemi Dorong Pertumbuhan Game Hiperkasual

12 Jun 2020 | Ellavie Ichlasa Amalia
Menurut studi terbaru, jumlah instalasi game hiperkasual pada Q1 naik 103 persen

Di tengah pandemi, game menjadi semakin populer. Karena itu, tidak heran jika total belanja para gamer naik. Menurut perkiraan Adjust, platform pemasaran global, ada 2,7 miliar mobile gamer di seluruh dunia. Sementara total belanja para mobile gamer tersebut diperkirakan akan mencapai US$77,2 miliar pada 2020.

Adjust lalu melakukan studi untuk mengetahui genre game apa yang paling diuntungkan. Menurut laporan mereka, game hiperkasual akan menjadi genre yang mengalami pertumbuhan paling pesat. Untuk membuat laporan ini, Adjust menganalisa sekumpulan data kampanye iklan dari berbagai game hiperkasual yang dibuat menggunakan Unity engine.

Pertumbuhan game hiperkasual terlihat dari jumlah instalasi dan juga lama bermain yang naik pesat sepanjang Q1 2020. Di dunia, jumlah instalasi game dengan genre ini naik 103 persen pada periode Desember 2019 sampai Maret 2020. Pertumbuhan terbesar terjadi di Tiongkok, dengan jumlah instalasi naik hingga 3,5 kali lipat.

game hiperkasual
Game hiperkasual biasanya punya mekanisme dan desain yang sederhana. | Sumber: Hypercasualgames.org

Tak hanya itu, durasi bermain dari game hiperkasual juga meningkat tajam. Pada Maret 2020, lama bermain game hiperkasual naik 72 persen. Lagi-lagi, Tiongkok mengalami pertumbuhan paling tinggi, mencapai 300 persen. Sebagai perbandingan, lama durasi bermain game hiperkasual di Korea Selatan naik 152 persen, di Jepang 137 persen, dan di Jerman 69 persen. Peningkatan lama durasi bermain game hiperkasual di Amerika Serikat dan Inggris relatif rendah, yaitu hanya 35 persen untuk AS dan 34 persen untuk Inggris. Pasalnya, para pemain kasual di kedua negara itu telah berubah menjadi hardcore gamer.

“Belakangan, game hiperkasual semakin diminati karena masyarakat harus berdiam di rumah akibat pandemi virus corona. Hal ini membuat persaingan antara game hiperkasual untuk menarik gamer baru menjadi semakin ketat,” ujar Agatha Hood, Head of Global Advertising Sales, Unity Technology. “Dengan memahami metrik dan mekanisme di balik game hiperkasual, developer dapat membuat strategi akuisisi pengguna dan monetisasi sesuai dengan keadaan sekarang.”

Game hiperkasual biasanya memiliki gameplay dan desain yang sederhana. Karena itu, para pemainnya biasanya lebih tidak keberatan dengan keberadaan iklan. Karena itu, tidak aneh jika 95 persen dari total pemasukan game hiperkasual berasal dari iklan.

Game hiperkasual menggabungkan mekanisme yang menarik dan pengalaman iklan terbaik sehingga ia bisa menjangkau banyak pemain dari berbagai kategori,” kata Paul H. Müller, co-founder dan CTO Adjust dalam pernyataan resmi yang diterima oleh Hybrid.co.id. “Ketertarikan pemain pada game ini biasanya tidak bertahan lama dan mereka terus mencari aplikasi baru, yang biasanya dibuat oleh perusahaan yang sama. Dengan begitu, hal ini akan menimbulkan efek bola salju, memungkinkan perusahaan menambah jumlah total pemain game buatan mereka.”

Sumber header: Hipster Whale via VentureBeat