Gaming News

Program Gratisan Epic Games Store Justru Bantu Tingkatkan Penjualan Game di Platform Lain

04 Jun 2020 | Glenn Kaonang
Kalau tidak digratiskan, kita mungkin tidak akan pernah terpikir untuk mencoba game yang tidak masuk genre favorit, yang ternyata sangat menarik untuk dimainkan

Beberapa minggu terakhir ini, Epic Games Store (EGS) menerima perhatian lebih besar dari biasanya. Kita tahu bahwa mereka rutin memberikan game gratisan setiap minggunya, tapi kita mungkin tidak menyangka kalau game gratisannya bisa sebergengsi GTA V.

Epic Games juga belum menunjukkan tanda-tanda mau berhenti bagi-bagi game AAA. Setelah GTA V, penawaran gratisnya mencakup Civilization VI dan Borderlands: The Handsome Collection. Lalu yang mungkin jadi pertanyaan, apakah developer dan publisher-nya tidak rugi dengan adanya program seperti ini?

Tidak, karena tentu saja Epic Games telah membayar pihak developer dan publisher sebagai bentuk kompensasinya, seperti dijelaskan oleh Creative Assembly, yang baru-baru ini mengumumkan bahwa game terbarunya, Total War Saga: Troy, bisa didapat secara gratis pada hari pertama perilisannya di Epic Games Store.

Lebih lanjut, program gratisan EGS justru malah bisa membantu meningkatkan penjualan di platform lain seperti Steam. Hal itu diungkapkan langsung oleh CEO Epic Games, Tim Sweeney, pada wawancaranya bersama GameSpot.

"Mystery Game" mengindikasikan game gratisan selanjutnya adalah judul blockbuster / Epic Games
“Mystery Game” mengindikasikan game gratisan selanjutnya adalah judul blockbuster / Epic Games

Tanpa membeberkan data yang spesifik, beliau mengklaim bahwa game yang pernah digratiskan di EGS malah bertambah laris penjualannya. Bukan cuma di Steam, tapi juga di platform console sekaligus.

Alasannya, menurut Tim, adalah “increased awareness“; banyak gamer yang baru menyadari bahwa suatu game sangat menarik untuk dimainkan pasca mendapatkannya secara cuma-cuma via EGS, dan itu pada akhirnya menginspirasi gamer lain – yang mungkin tidak sempat mengklaim game-nya selama digratiskan oleh EGS – untuk membeli game tersebut.

Kalau tidak digratiskan, mereka mungkin tidak akan pernah terpikir untuk mencoba game yang bukan termasuk dalam genre favoritnya. Tim memakai Satisfactory sebagai contoh, yang mungkin kurang banyak dilirik karena masuk kategori simulasi. Peluang seperti inilah yang ingin EGS hadirkan melalui program game gratisannya.

Buat Epic Games sendiri, tentu saja program gratisan ini berjasa membawa jutaan konsumen baru ke ekosistemnya. Meski mungkin untuk mengubah mereka menjadi konsumen yang loyal memerlukan lebih dari sekadar koleksi game gratisan; fitur-fitur baru dan penyempurnaan terhadap Epic Games Launcher tentu tidak kalah penting, dan untungnya Epic Games sudah mulai menerapkannya.

Sumber: GameSpot.