Esports Ecosystem

Perjanjian Louvre Berikan 13 Tim CS:GO Profesional Saham atas ESL Pro Tour

19 Feb 2020 | Ellavie Ichlasa Amalia
Selain itu, 13 tim CS:GO profesional ini juga akan mendapatkan slot jangka panjang dalam ESL Pro Tour

ESL mengumumkan kerja sama dengan 13 tim Counter-Strike: Global Offensive profesional. Dengan ini, 13 tim tersebut secara otomatis akan mendapatkan undangan untuk bertanding dalam ESL Pro League. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan saham dari ESL Pro League. Menurut rumor yang beredar, 13 tim yang menjalin kerja sama dengan ESL akan mendapatkan 21,25 persen dari total pendapatan dan 60 persen laba pada tahun pertama. Namun, rumor ini belum dikonfirmasi.

Kontrak kerja sama antara ESL dengan 13 tim profesional ini dinamai Perjanjian Louvre. Kepada The Esports Observer, Senior VP of Product, ESL, Ulrich Schulze menjelaskan bahwa alasan mereka memberikan nama “Perjanjian Louvre” adalah sebagai referensi pada perjanjian Concorde, yang memiliki konsep serupa, dalam Formula One yang dibuat pada 1981. Tiga belas tim yang menjadi rekan ESL antara lain Astralis, Complexity, Evil Geniuses, ENCE, FaZe Clan, Fnatic, G2 Esports, mousesports, Natus Vincere, Ninjas in Pyjamas, Team Liquid, Team Vitality, dan 100 Thieves.

Pada September 2019, DreamHack dan ESL mengumumkan rencana mereka untuk menggabungkan lebih dari 20 turnamen CS:GO ke dalam ESL Pro Tour. Kompetisi internasional ini akan melibatkan 24 tim dari seluruh dunia dan akan dimulai pada 16 Maret 2020. Dengan Perjanjian Louvre, maka 13 tim esports yang menjadi rekan ESL sudah pasti akan diundang ke ESL Pro Tour. Sementara 11 tim lainnya akan ditentukan berdasarkan ESL Ranking mereka. Cara lain untuk masuk ke dalam ESL Pro Tour adalah dengan mengikuti Mountain Dew League.

ESL dan DreamHack membuat Perjanjian Louvre dengan 13 tim profesional.
ESL dan DreamHack membuat Perjanjian Louvre dengan 13 tim profesional.

Meskipun struktur turnamen berubah, Schulze meyakinkan bahwa mereka tidak memungut bayaran pada tim yang akan ikut bertanding. “Tidak ada tim yang harus membayar biaya masuk ESL Pro League,” kata Schulze, dikutip dari The Esports Observer. “Kami akan terus mendukung format ekosistem terbuka, menciptakan panggung yang memungkinkan semua orang untuk mencapai mimpinya.”

Chief Product Officer, ESL, Sebastian Weishaar menjelaskan bahwa Perjanjian Louvre ditandatangani dengan tujuan untuk menciptakan ekosistem yang stabil. Memang, ketika ESL mengumumkan keberadaan Pro Tour, muncul kekhawatiran bahwa 24 tim yang telah lolos babak kualifikasi bisa batal bertanding dalam turnamen tersebut tanpa peringatan apapun.

“Perjanjian Louvre adalah bukti kepercayaan dari tim terbaik dunia (dan para pemainnya) bahwa kami dapat menciptakan produk yang paling bernilai,” kata Weishaar, menurut laporan Dexerto. “Ini akan menjadi wadah untuk membuat ekosistem yang stabil dan bisa berkembang harus mengorbankan kemungkinan tim dan pemain baru untuk bisa masuk ke pertandingan internasional.”

Pada September 2019, publisher CS:GO Valve melarang penyelenggara turnamen untuk membuat perjanjian eksklusif dengan tim profesional. Namun, jadwal ESL Pro League dan Flashpoint yang saling bertabrakan secara tidak langsung menciptakan sistem turnamen serupa model franchise. Terkait hal ini, Schulze meyakinkan bahwa ESL terus berkomunikasi dengan Valve sepanjang proses pembuatan Perjanjian Louvre. Tim-tim yang berlaga di Pro Tour ataupun FLASHPOINT akan tetap bisa bertanding di turnamen CS:GO lainnya, termasuk turnamen Major yang didukung Valve.