Dark
Light

NonFungible.com: Penjualan Game NFT Tembus US$5,17 Miliar di 2021

4 mins read
March 16, 2022
Total penjualan game NFT di 2021 mencapai lebih dari US$5 miliar.

Tahun lalu, salah satu teknologi yang menjadi populer adalah Non-Fungible Tokens atau NFT. Pada dasarnya, NFT adalah unit data yang tersimpan di blockchain. Biasanya, NFT diasosiasikan dengan aset digital, seperti foto, video, atau audio. Selain itu, setiap NFT bersifat unik. Jadi, tidak ada NFT yang sama. Anda bisa membaca artikel tentang definisi NFT jika Anda ingin tahu lebih lanjut.

Seiring dengan semakin populernya NFT, pasar NFT pun menjadi semakin besar. Bersama dengan L’Atelier BNP Paribas, NonFungible.com merilis laporan tentang nilai pasar NFT di tahun 2021. Dalam laporan itu disebutkan bahwa pada 2021, total penjualan dari game NFT mencapai US$5,17 miliar, naik 200 kali lipat dari US$82 juta pada 2020. Hal ini menjadi bukti bahwa ada banyak orang yang percaya NFT akan menjadi tren di masa depan. Pada saat yang sama, tidak bisa dipungkiri bahwa industri NFT juga dipenuhi dengan berbagai kasus dan skandal, termasuk penipuan dan pencucian uang.

Pertumbuhan Pasar NFT di 2021

Untuk mencari tahu tentang pertumbuhan industri NFT pada 2021, Nonfungible.com melacak semua transaksi NFT di blockchain Ethereum dengan standar ERC-721. Selain itu, mereka juga mengamati transaksi di beberapa blockchain, seperti Flow, Ronin, dan Starkware. Mereka juga meyakinkan, mereka menggunakan metodologi yang memungkinkan mereka untuk mengecualikan transaksi NFT yang tidak valid, seperti wash trading dan penggunaan bots. Harapannya, laporan ini akan bisa memberikan gambaran yang akurat akan pasar NFT.

Salah satu temuan dalam laporan Nonfungible.com adalah volume transaksi jual-beli NFT pada 2021 mengalami kenaikan yang signifikan. Buktinya, tahun lalu, jumlah wallet yang aktif melakukan jual-beli NFT mencapai 2,5 juta wallet, naik 1.822% dari tahun 2020. Di 2020, jumlah wallet yang aktif melakukan transaksi NFT hanya mencapai 89 ribu wallets.

Jumlah wallet yang aktif melakukan jual-beli NFT naik drastis di 2021. | Sumber: CoinQuora

“Tahun 2021 adalah tahun yang sangat baik untuk industri NFT. Namun, banyak orang yang menganggap pertumbuhan pesat di segmen NFT collectible sebagai ‘bubble‘,” kata Dan Kelly, CEO dari NonFungible.com, dikutip dari VentureBeat. “Hanya saja, walau jumlah transksi NFT di 2021 sangat baik, kami mengantisipasi, kegiatan jual-beli NFT di 2022 akan mengalami penurunan. Tapi, kami percaya, industri NFT juga akan menjadi semakin matang.”

Jual-beli NFT memang menjadi sangat populer di 2021, sama seperti cryptocurrency yang mendadak menjadi populer. Karena itu, tidak heran jika ada beberapa kreator NFT untung besar dengan menjual karya mereka. Misalnya, Beeple berhasil menjual karyanya senilai US$69 juta di Maret 2021. Contoh lainnya, Ghozali Everyday yang mendapatkan Rp1,5 miliar dengan menjual ratusan NFT di OpenSea. Satu hal yang harus diingat, sama seperti cryptocurrency, tren NFT juga bisa memudar. Hal itu berarti, nilai jual NFT bisa saja mengalami penurunan setelah ia tidak lagi menjadi hype.

Apa Saja Segmen NFT yang Tumbuh?

NFT memiliki berbagai fungsi, mulai dari sekadar barang koleksi, sampai menjadi alat pembayaran. Menurut laporan Nonfungbile.com, dari semua kategori NFT, segmen yang kini memiliki nilai penjualan terbesar adalah segmen collectibles. Tahun lalu, total penjualan NFT collectibles mencapai US$8,47 miliar. Salah satu hal yang mendorong besar penjualan segmen collectibles adalah spekulasi yang berlebihan atau overspeculation.

Tak hanya itu, ada beberapa koleksi NFT yang terjual dengan harga fantastis, seperti CryptoPunks dan Bored Ape Yacht Club. Salah satu NFT dari koleksi CryptoPunks terjual senilai US$11,75 juta, sementara total penjualan koleksi Bored Ape Yacht Club mencapai US$2,85 juta. Sementara itu, NBA Top Shot — yang dibuat oleh Dapper Labs dengan NBA — merupakan salah satu NFT collectible yang terjual dengan harga paling mahal.

Setelah collectible, segmen NFT lain yang mendapatkan penjualan terbesar sepanjang 2021 adalah kategori game. Total penjualan game NFT 2021 mencapai US$5,17 miliar. Salah satu perusahaan yang memberikan kontribusi terbesar pada penjualan game NFT adalah blockchain game, Axie Infinity. Segmen game NFT tidak hanya memiliki total penjualan yang besar, tapi juga volume transaksi jual-beli yang tinggi. Lagi-lagi, Axie Infinity punya peran besar di sini. Sistem “beasiswa” dalam Axie Infinity berhasil mendorong jumlah transaksi NFT di industri game pada tahun lalu. Melalui sistem beasiswa, para pemain Axie Infinity bisa saling berbagi akun dan uang yang didapatkan dari akun tersebut.

Axie Infinity punya peran besar dalam mendorong pertumbuhan segmen game NFT.

Sementara itu, total penjualan dari kategori NFT art justru mengalami penurunan, menjadi US$2,79 miliar. Walau total penjualan kategori art terkesan kecil jika dibandingkan dengan kategori game atau collectible, art tetap menjadi salah satu kategori yang paling stabil dari industri NFT. Buktinya, beberapa digital artists berhasil membangun reputasi sebagai kreator NFT.

Di 2021, segmen metaverse dari NFT berhasil mendapatkan pemasukan sebesar US$513,8 juta. Meskipun begitu, segmen metaverse merupakan kategori NFT yang mengalami pertumbuhan paling besar. Pertumbuhan itu terjadi ketika Facebook mengumumkan keputusan mereka untuk melakukan rebranding dan mengubah nama mereka menjadi Meta.

Diperkirakan, segmen metaverse dari NFT masih akan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Pasalnya, sejumlah consumer brands telah menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal di berbagai proyek metaverse. Sebagai contoh, akuisisi RTFKT (dibaca “artifact“) oleh Nike. RTFKT merupakan studio yang membuat digital collectibles, termasuk sneaker virtual.

Terakhir, segmen utilitas dari NFT mendapatkan pemasukan sebesar US$530,8 juta pada 2021. Segmen ini terdiri dari NFT yang digunakan dalam bidang finansial, asuransi, komunitas, sampai klub sosial seperti Maxwell Tribeca. Untuk menjadi bagian dari Maxwell Tribeca, seseorang perlu membeli “paspor” NFT. Jika dibandingkan dengan kategori lain dari NFT, segmen utilitas merupakan salah satu segmen yang paling kompleks. Pada saat yang sama, segmen ini juga merupakan segmen yang paling menjanjikan.

Sneaker virtual dari RTFKT.

Peak dari pasar NFT di tahun lalu terjadi pada Agustus 2021. Ketika itu, hanya dalam waktu 1 minggu, nilai transaksi NFT mencapai US$400 juta. Dan pada akhir 2021, NFT telah dikenal oleh masyarakat luas. Collins Dictionary bahkan menjadikan “NFT” sebagai Word of the Year.

“Tahun 2021 adalah tahun yang penuh terobosan untuk industri NFT, baik dari segi volume penjualan maupun nilai transaksi. Di tahun lalu, brands besar juga mulai menunjukkan minat ke NFT, mulai muncul komunitas digital baru, dan puluhan miliar dollar dikucurkan untuk proyek-proyek NFT,” kata Nadya Ivanova, Chief Operating Officer, L’Atelier BNP Paribas. “Namun, sampai saat ini, kami belum melihat adanya produk atau nilai yang nyata untuk para pengguna.”

Ivanova menambahkan, pada 2022, dia memperkirakan bahwa pasar NFT akan terus menjadi tidak terduga. Namun, dia juga percaya, seiring dengan semakin matangnya industri NFT, akan muncul proyek-proyek NFT yang lebih baik.

Previous Story

[Tekno] Kehadiran NFT di Instagram Semakin Dekat, Dikabarkan Akan Hadir Dalam Beberapa Bulan

Next Story

Guardian of the Galaxy dan Final Fantasy XIV Menangkan Video Game Accessibility Awards 2021

Latest from Blog

Don't Miss

H3RO Land dari Bima+, Teman Mabar Anak Esports

Salah satu bentuk dukungan untuk perkembangan esports di tanah air
Review Poco X6 5G Hybrid

Review Poco X6 5G, Performa Ekstrem dan Sudah Dapat Pembaruan HyperOS

Poco X6 membawa layar AMOLED 120Hz dengan Dolby Vision lalu