Esports Ecosystem

Pemilik Tim Olahraga Tradisional Masuk ke Industri Esports Demi Audiens

15 Nov 2019 | Ellavie Ichlasa Amalia
Sebagian audiens esports biasanya tak menonton liga olahraga tradisional

Esports mulai diakui sebagai olahraga. Karena itu, terkadang, esports dibandingkan dengan olahraga tradisional, misalnya dalam total hadiah yang ditawarkan. Namun, ini tak menghentikan sebagian pemilik klub olahraga tradisional untuk membeli tim esports, seperti Monumental Sports & Entertainment, salah satu perusahaan olahraga dan hiburan terbesar. Mereka memiliki dan bertanggung jawab atas operasional dari beberapa tim olahraga tradisional seperti tim NBA Washington Wizard dan WNBA Washington Mystics. Pada saat yang sama, mereka juga menanamkan investasi di Team Liquid, yang dikenal sebagai salah satu organsiasi esports yang paling sukses dan telah berhasil memenangkan liga League of Legends Championship Series (LCS) untuk kawasan Amerika Utara selama empat tahun berturut-turut.

“Sebagai investor, kami sangat senang,” kata Zach Leonsis, Senior Vice President of Strategic Initiatives for Monumental Sports & Entertainment, seperti dikutip dari The Esports Observer. “Apa yang orang-orang kadang lupakan adalah liga tradisional seperti NBA sudah hampir berumur 100 tahun; organisasi dan merek yang ada di dalamnya sudah sangat kuat — dan saat ini, kita baru memasuki era awal dari esports.” Dia mengatakan, salah satu alasan Monumental akhirnya memutuskan untuk masuk ke esports adalah karena mereka menyadari, penonton esports biasanya tidak menonton liga olahraga tradisional, seperti NBA. Sama seperti Monumental, alasan Comcast Spectator masuk ke industri esports juga demi menjangkau para audiens, yang jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun. Comcast memiliki tim Overwatch League, Philadelphia Fusion dan bekerja sama dengan SK Telekom untuk berinvestasi di T1 Entertainment and Sports, tim League of Legends yang berlaga di League of Legends Champions Korea (LCK).

Jersey Liquid dan Avengers. | Sumber: The Esports Observer
Jersey Liquid bertema Avengers. | Sumber: The Esports Observer

“Kami puas dengan langkah yang telah kami ambil dan tetap optimistis akan masa depan esports,” kata CEO dan Chairman Comcast Spectator, Dave Scott. “Dari segi finansial, Philadelphia Fusion memberikan performa yang lebih baik dari perkiraan kami selama dua musim. Dan sekarang, kami juga telah melakukan ekspansi ke League of Legends, pasar esports di Korea Selatan dan sejumlah segmen game lain melalui joint venture T1 kami… Dan Fusion Arena, stadion khusus esports dengan kapasitas 3.500 kursi akan memberikan dampak signifikan pada industri esports.” Memang, sekarang, semakin banyak pihak yang tertarik untuk membangun stadion esports sendiri.

Leonsis mengatakan, keuntungan lain yang didapatkan dengan memiliki tim olahraga tradisional dan tim esports adalah mereka dapat belajar dari strategi yang digunakan oleh kedua tim. Tim olahraga tradisional bisa menggunakan strategi yang biasanya digunakan oleh tim esports. Sebagai contoh, tim olahraga tradisional milik Monumental juga memiliki channel Twitch — yang biasa digunakan oleh pelaku industri esports untuk menyiarkan konten video. Di channel Twitch itu, Monumental memamerkan para atlet olahraga tradisional yang juga suka bermain game. Sebaliknya, Monumental bisa membantu Team Liquid untuk membangun markas tempat latihan mereka berdasarkan dari pengetahuan yang mereka dapatkan dengan mengurus tim olahraga tradisional. Bagi tim esports, mereka juga bisa memanfaatkan jaringan koneksi yang telah dibangun sang grup pemilik. Contohnya, berkat grup pemiliknya, Team Liquid bisa bekerja sama dengan Marvel Studios dan membuat jersey Liquid bertema “Avengers”. Ini menunjukkan, olahraga tradisional dan esports tak melulu harus menjadi lawan. Para pelaku industri olahraga tradisional dan pelaku esports justru bisa saling membantu satu sama lain.

Sumber header: Dot Esports