Dark
Light

OpenSea Hadirkan Integrasi Blockchain Layer 2 Populer Arbitrum

1 min read
September 23, 2022
OpenSea

Menjadi salah satu marketplace paling top di ekosistem NFT Ethereum bukan berarti OpenSea akan terus bersantai begitu saja. Perlahan tapi pasti, OpenSea terus melakukan ekspansi dengan menambahkan integrasi blockchain lain. Yang terbaru, mereka baru saja menghadirkan integrasi blockchain Arbitrum.

Arbitrum, buat yang tidak tahu, merupakan salah satu blockchain Layer 2 Ethereum terpopuler dengan pangsa pasar yang relatif besar. Seperti solusi Layer 2 lainnya, Arbitrum hadir untuk menutupi kekurangan Ethereum dalam hal kecepatan transaksi dan gas fee. Secara teknis, Arbitrum diklaim mampu memproses hingga 40.000 transaksi per detik, dengan biaya yang sangat rendah.

Selama ini, sebagian besar aktivitas perdagangan NFT Arbitrum berlangsung di marketplace yang lebih kecil macam Stratos ataupun TofuNFT. Kendati demikian, data dari DeFi Llama menunjukkan bahwa beberapa koleksi terpopuler di ekosistem NFT Arbitrum sejauh ini telah mencatatkan volume transaksi sebesar jutaan dolar. Dengan hadirnya integrasi Arbitrum di OpenSea, tentu saja ada potensi bagi ekosistem NFT Arbitrum untuk bertumbuh lebih besar lagi.

Arbitrum

Sejak integrasinya diresmikan pada tanggal 21 September kemarin, tercatat sudah ada banyak koleksi NFT Arbitrum yang dapat diperdagangkan di OpenSea, termasuk halnya koleksi-koleksi populer seperti Smolverse, GMX Blueberry Club, maupun Diamond Pepes. Dalam pengumumannya, OpenSea pun tidak lupa mengingatkan pihak kreator agar tidak lupa menetapkan persentase royalti pada koleksi NFT Arbitrum bikinannya masing-masing.

Arbitrum menjadi blockchain kelima yang OpenSea dukung setelah Ethereum, Polygon, Klaytn, dan Solana — yang baru diresmikan Juli lalu. Sebelum ini, OpenSea memang sudah beberapa kali menyuarakan komitmennya untuk mengadopsi sistem multi-chain, dan keputusannya membawa integrasi Arbitrum ini kembali menjadi bukti akan keseriusannya.

Jika melihat kondisi pasar NFT saat ini, keputusan OpenSea untuk menambahkan integrasi lebih banyak blockchain ini juga bakal terdengar sangat masuk akal. Berdasarkan analisis terbaru dari CoinGecko, volume transaksi NFT Ethereum di OpenSea terus mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Begitu drastis penurunannya, OpenSea sampai harus rela posisinya sebagai marketplace NFT paling top direbut oleh rivalnya.

Sumber: Decrypt.

Previous Story

Review HP Pavilion 14S-DK1524AU: Laptop untuk Office Ringan dan Zoom dengan Athlon Silver 3050U

Next Story

Logitech Resmi Masuk Cloud Gaming lewat Konsol G Cloud

Latest from Blog

Don't Miss

Sugartown Zynga

Zynga Umumkan Game Web3 Pertamanya, Sugartown

Perlahan tapi pasti, popularitas game Web3 masih terus ada. Tidak
Bursa kripto Indonesia

Indonesia Resmi Punya Bursa Kripto, Apa Signifikansinya?

Setelah sekian lama, Indonesia akhirnya punya bursa kripto sendiri. Badan