Esports Ecosystem

Peran Manajemen Dalam Kemenangan NARA Pixies di BUBU Esports Tournament 2019

19 Sep 2019 | Akbar Priono
Kami berbincang dengan Erzal Savero Muhammad, General Manager NARA Esports soal peran manajemen dalam kemenangan NARA Pixies di BEST 2019

Akhir pekan lalu, telah selesai terlaksana kompetisi BUBU Esports Tournament 2019. Dari dua hari pelaksanaan (13-14 September 2019) akhirnya tim Bigetron RA jadi juara untuk kategori putra dan NARA Pixies keluar sebagai juara untuk kategori putri.

Kemenangan NARA Pixies di kompetisi ini menjadi hal yang sebenarnya cukup menarik untuk dibahas. Pasalnya, tim ladies yang satu ini punya penampilan yang konsisten belakangan ini. Terakhir kali, mereka juga mendapat peringkat 2 di kompetisi PINC Ladies 2019.

Membahas lebih lanjut soal ini, kami mewawancara General Manager tim NARA EsportsErzal Savero Muhammad. Bagaimana peran manajemen dalam mempersiapkan tim NARA Pixies? Berikut hasil bincang-bincang yang kami lakukan.

Akbar (A): Halo Erzal pertama-tama selamat atas kemenangan tim Nara Pixies di kompetisi BUBU Esports Tournament kemarin ya

Erzal Savero (ES): Ya, terima kasih

(A): Bagaimana komentar manajemen atas kemenangan tim NARA Pixies?

(ES): Kemenangan tim NARA Pixies adalah kemenangan bersama atas kerja sama player, manajemen NARA Esports, para sponsor, juga berkat dukungan para fans. Kemenangan NARA Pixies tidaklah mudah, kemenangan tersebut adalah hasil latihan keras, evaluasi, serta perjuangan kawan-kawan NARA Pixies yang tak kunjung henti. Saya sampaikan juga kepada mereka, jangan cepat puas karena ini justru langkah awal untuk perjalanan karir mereka. Serta jangan lupa untuk bersyukur kepada tuhan YME.

(A): NARA Pixies cukup konsisten mendapat posisi 4 besar di dua kompetisi khusus perempuan. Menurut Erzal apa faktor terbesar penampilan tim NARA Pixies yang stabil ini?

(ES): Menurut saya faktor tersbesar adalah mental, karena para pemain NARA Pixies punya mental juara. Saya juga jadi mengingat apa yang dikatakan oleh OG.N0tail “Siapa menenangkan permainan dari sisi mental, maka merekalah yang jadi juara.”.

Saat tim lain mempermasalahkan bug karena PUBG Mobile yang baru update, tim kami fokus melakukan evaluasi dan memberikan solusi. Saya kerap memberi contoh dan menanamkan mindset fokus pada solusi kepada mereka. Jadi jika terjadi suatu masalah, lebih baik segera dicari jalan keluar atau solusi, agar masalah tersebut selesai.

(A): Jelang kompetisi dari BUBU, ada pergantian roster di dalam tim Nara Pixies. Dampaknya dalam persiapan untuk kompetisi bagaimana?

Jelang kompetisi tim Pixies ditinggal oleh pemain yang penting yaitu sang kapten (Thalia “Dust” Salsabilah). Tim Pixies sebetulnya cukup kalang kabut untuk mencari pemain baru, walau sebenarnya ketika itu ada banyak kandidat yang bisa mengisi kekosongan team.

Sumber: Instagram @naraesports
Sumber: Instagram @naraesports

Beberapa di antaranya saya interview langsung, tapi saya tidak ingin salah mengambil keputusan. Bahkan sempat ada perselisihan antara manajemen dengan tim, karena ada kandidat pemain yang diinginkan oleh tim, tapi ditolak oleh pihak manajemen tim.

Tapi saya sampai sampaikan kepada mereka, jika mereka tidak bisa diajak kerjasama dan berkomunikasi dengan baik, maka saya akan mengambil keputusan agar NARA Pixies mundur dari BUBU Esports Tournament.

Tetapi saya rasa kejadian itu malah jadi titik balik kebangkitan NARA Pixies. Jelang deadline kami menemukan 2 pemain Lisa “NARA.FROST” Tjeadi dan Mery “NARA.REDZ” Vianita yang ingin bergabung dengan NARA karena kesamaan visi-misi. Tetapi di luar dari hal itu, saya salut dengan Alexa “NARA.ALEXA”, Maharani “NARA.CINONYX” Dwi Ayu Sekar Wangi, Ayu “NARA.AYU” Pratiwi, Lisa “NARA.FROST” Tjeadi  dan Mery “NARA.REDZ” Vianita yang pada akhirnya memilih tetap bertahan, berjuang, bekerja keras, fokus latihan dan tidak pernah menyerah.

(A): Bagaimana peran manajemen dalam mempersiapkan Nara Pixies untuk kompetisi BEST 2019?

(ES): Kami mencoba untuk mempersiapkan mereka dengan semaksimal mungkin. Roster ini sebenarnya terbentuk dalam waktu cukup singkat, tepatnya baru satu pekan saja. Namun saya yakin akan potensi dan kemampuan mereka masing-masing. Secara In-game, saya yakin mereka sudah hebat semua. Tetapi yang menjadi belum terselesaikan adalah menyatukan chemistry atau ikatan batin antar pemain.

Maka dari itu yang saya lakukan adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk bonding. Jadi saya bikin kegiatan tim seperti jalan-jalan ikut event, nonton konser, hangout bareng, ngopi bareng, dan lain sebagainya. Lucunya, gara-gara kebanyakan kegiatan bonding, kapten tim bahkan sampai protes ke saya. Tapi cukup wajar juga, karena sang kapten mungkin kepikiran, merasa bahwa tim harusnya lebih banyak latihan di game juga.

(A): Kalau bicara soal porsi latihan, kira-kira apakah porsi latihan tim perempuan dengan laki-laki sama? Terus apakah program latihannya sama atau tidak?

(ES): Dari manajemen sebetulnya memberikan porsi yang beda antara player laki-laki dengan perempuan, akan tetapi teman-teman NARA Pixies berinisiatif menambah porsi latihan mereka, bahkan kadang-kadang sampai melebihi porsi latihan tim laki-laki.

Biasanya latihan kita programnya mencakup latihan strategi, analisis kemampuan lawan, scrim, latihan one-man squad (1v4). Dari hasil latihan tersebut terbukti cukup efektif, salah satu contohnya adalah saat match pertama, ketika NARA.FROST clutch 1vs4 untuk memperebutkan Chicken Dinner.

Sumber: Instagram @naraesports
NARA Frost sukses menjadi Terminator (kill terbanyak) di dalam kompetisi BUBU Esports Tournament 2019. Sumber: Instagram @naraesports

(A): Apakah ada perbedaan dari manajemen dalam mempersiapkan tim laki-laki dengan tim perempuan?

(ES): Kebetulan saya sebagai general manager NARA Esport yang menangani seluruh divisi yang ada di dalam NARA Esport, termasuk NARA Pixies. Saya rasa dalam persiapan saya tidak membedakan antara perempuan dengan laki-laki. Seluruh player-player yang telah bekerja sama dengan NARA sangat profesional, kita bekerja dengan komitmen kita bersama yang telah dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis, menyesuaikan dengan visi misi NARA Esports yaitu mengedepankan prestasi.

(A): Bicara soal visi-misi, apa sih sebenarnya visi-misi NARA Esports?Lalu apa yang ingin dicapai oleh NARA Esports dengan tim NARA Pixies? Bagaimana kehadiran NARA Pixies dapat membantu NARA Esports mendapai visi-misi organisasi?

(ES): Kalau bicara apa yang ingin dicapai, dalam jangka pendek tentunya mempertahankan gelar juara. Karena para pesaing pastinya akan memperbaiki diri dan semakin berambisi untuk mengalahkan NARA Pixies nantinya. Kalau bicara soal misi, hal yang ingin dicapai oleh NARA Esports sendiri adalah untuk menjadi perusahaan esports terbaik dalam hal prestasi dan inovasi.

Kehadiran NARA Pixies, ditambah dengan prestasi yang mereka peroleh juga bisa membantu kita melakukan inovasi dalam berkreasi. Dengan prestasi dari NARA Pixies, kita punya kesempatan menarik perhatian sponsor yang lebih luas, misalnya saja produk kecantikan mungkin? Hal ini tentunya membuka kesempatan yang lebih lebar bagi organisasi untuk mengembangkan sayap bisnisnya.

Sumber: dokumentasi NARA Esports
Erzal Savero Muhammad (Tengah) bersama tim NARA Pixies. Sumber: dokumentasi NARA Esports

(A): Kompetisi BUBU Esports Tournament menghadirkan konsep baru dengan memberi total hadiah yang sama antara kompetisi untuk laki-laki ataupun perempuan. Pendapat Erzal terhadap hal tersebut?

(ES): Saya rasa usaha menyetarakan gender dengan tidak membedakan prizepool antara perempuan dan laki-laki ini bisa mendorong kemajuan industri esports. Kita bisa lihat sendiri bagaimana ketatnya persaingan pada leaderboard tim-tim perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan juga punya kemampuan dan menyajikan tontonan kompetisi yang menarik. Melihat hal itu juga tidak menutup kemungkinan bahwa mereka suatu saat nanti bisa bersaing dengan tim laki-laki.

Sebagai tambahan saya juga ingin berterima kasih kepada penyelenggara BUBU Esports Tournament, terkhusus untuk Ibu Shinta. Semoga nantinya hal ini bisa menjadi contoh bagi pihak penyelenggara lainya.

(A): Tetapi esports sebetulnya bisa diblang hampir nggak ada batasan fisik antara laki-laki dan perempuan. Menanggapi opini tersebut, apa masih perlu ada kompetisi khusus perempuan?

(ES): Sangat perlu, karena menurut saya turnamen khusus perempuan memperluas ruang lingkup esport, sehingga hal ini berdampak kepada semakin luasnya target sponsor yang dapat kita sasar. Dengan market yang menjadi semakin luas, otomatis akan memajukan dan mengembangkan industri esports di Indonesia.

(A): Terakhir, apa pesan-pesannya teruntuk para fans yang sudah mendukung NARA Pixies dan NARA Esports sampai sejauh ini?

Pesan teruntuk fans, mohon selalu untuk mendoakan dan mendukung kami lewat akun media sosial dengan follow instagram @naraesports dan subscribe youtube channel NaraEsports. Kalian tunggu saja, karena kami akan terus menghadirkan konten-konten kreatif dan menarik.

(A): Oke, terima kasih banyak Erzal

(ES): Sama-sama mas Akbar.

Sekali lagi, selamat bagi tim NARA Pixies atas kemenangannya di kompetisi BUBU Esports Tournament 2019. Semoga NARA Esports bisa terus mepertahankan prestasinya, baik di kompetisi khusus perempuan ataupun menembus sampai kompetisi internasional campuran seperti PMCO atau PINC!