Esports Ecosystem

Naik ke Divisi 1, LIMITLESS Gaming Buktikan Diri di R6 IDN Star League Division Takedown

19 Mar 2019 | Ayyub Mustofa
Sayangnya, tim Divisi 2 lainnya yaitu Solid Prominence masih belum berhasil merebut jatah promosi.

Komunitas Rainbow Six: Siege Indonesia Community (R6 IDN) mulai tahun 2019 ini telah bergerak untuk menggarap dunia esports Rainbow Six: Siege tanah air lebih serius. Mereka tidak lagi hanya membuat turnamen-turnamen single event yang berdiri sendiri, tapi justru ingin menciptakan sebuah ekosistem kompetitif yang dapat berjalan untuk jangka panjang. Usaha tersebut diwujudkan dalam sebuah sistem kompetisi baru yang disebut R6 IDN Star League.

Mirip seperti liga sepak bola, R6 IDN Star League adalah liga murni yang tidak memiliki babak playoff. Di liga ini, 32 tim peserta dibagi ke dalam tiga jenjang divisi, kemudian mereka saling bertarung sepanjang season untuk memperebutkan poin. Di akhir season, tim-tim terbawah dari Divisi 1 bisa saja terdegradasi ke Divisi 2, begitu pula tim-tim terbawah Divisi 2 bisa terdegradasi ke Divisi 3. Akan tetapi tidak seperti sepak bola di mana tim terbawah otomatis terdegradasi, R6 IDN Star League memberi kesempatan mereka untuk mempertahankan divisinya dalam pertarungan yang disebut Division Takedown.

Imbalan yang didapat oleh peserta R6 IDN Star League bukan langsung berupa gelar juara, melainkan kesempatan untuk maju ke event besar (Major Event) yang akan digelar setelah Star League berakhir. Seluruh tim yang bertahan di Divisi 1 Star League berhak untuk maju ke Major Event, sementara dari Divisi 2 hanya empat tim terbaik yang lolos.

R6 IDN Star League S1 - Poster
Sumber: R6 IDN

Selain itu, perbedaan besar R6 IDN Star League dibanding liga esports biasanya adalah bahwa penempatan divisi tiap tim akan terbawa ke Star League season berikutnya. Ketika Star League Season 2 dimulai nanti, tim-tim yang sudah menempati divisi tidak lagi perlu mengikuti Open Qualifier karena mereka sudah terdaftar sebagai tim dalam Star League. Artinya, ketika tim masuk ke Star League, mereka telah memiliki komitmen serta wadah untuk berkompetisi dalam jangka panjang.

Sistem kompetisi ini merupakan adopsi dari sistem yang digunakan Ubisoft dalam esports Rainbow Six: Siege internasional. Setelah melalui liga selama satu season yang disebut Pro League, 8 tim teratas akan maju ke Major Event berformat turnamen bernama Pro League Finals. Ubisoft juga memiliki satu lagi Major Event berisi turnamen tim-tim all-star, yaitu Six Invitational.

Untuk di Indonesia sendiri, R6 IDN belum mengumumkan seperti apa wujud pasti Major Event nantinya. Tapi saat ini mereka sudah mulai melakukan persiapan ke arah sana. “Menuntun, melatih mental dan kesiapan mereka (atlet Rainbow Six: Siege Indonesia) lebih tepatnya untuk go pro di dunia internasional, itu target kita,” kata Bobby Rachmadi Putra, founder R6 IDN, kepada Hybrid.

Rainbow Six Siege - Screenshot
Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege | Sumber: Steam

R6 IDN Star League Season 1 memasuki fase akhir

Star League Season 1 telah berjalan mulai bulan Januari lalu, dan kini mulai memasuki fase akhir yang menegangkan. Fase utama liga yaitu fase Division Playday sendiri baru saja berakhir untuk Divisi 1 dan Divisi 2. Klasemen kedua divisi tersebut telah ditentukan, dan pada tanggal 16 Maret kemarin, kedua divisi akhirnya bertemu dalam babak Division Takedown!

Pertarungan Division Takedown Star League Season 1 ini mempertemukan dua tim peringkat 7 & 8 di Divisi 1 melawan peringkat 1 & 2 di Divisi 2. iNation e-Sports dan Team Tobat terancam degradasi dari Divisi 1, sementara itu LIMITLESS Gaming dan Solid Prominence sebagai pemimpin klasemen berjuang untuk pergi meninggalkan Divisi 2. Ini adalah ajang pembuktian yang tercermin dari pertarungan sengit keempat tim.

Ada hal menarik yang terjadi dalam pembagian divisi di R6 IDN Star League Season 1. Ketika fase Open Qualifier, sebetulnya LIMITLESS Gaming termasuk salah satu tim tangguh yang dijagokan untuk masuk Divisi 1, karena mereka merupakan juara kompetisi Rainbow Six Siege Indonesia Series League 4 (ISL4) pada bulan Desember 2018. Namun ternyata mereka masuk ke Group 1 yang merupakan “grup neraka”.

R6 IDN Star League S1 - Final Standing Divisi 1
Final Standing Divisi 1 setelah Division Takedown | Sumber: R6 IDN

Berhadapan dengan tim-tim kuat seperti Scrypt dan Ferox E-Sports, LIMITLESS Gaming harus puas menduduki peringkat tiga di grup dan terlempar ke Divisi 2. Tapi dalam pertandingan Division Takedown kemarin mereka akhirnya menunjukkan permainan gemilang dan mengalahkan lawan-lawannya dengan telak. Baik itu Team Tobat atau iNation e-Sports, keduanya harus bertekuk lutut dengan skor 2-0.

Sementara itu Solid Prominence yang juga ingin naik divisi rupanya masih belum mampu menutup perbedaan keahlian dengan tim di atasnya. Mereka kalah oleh iNation e-Sports dengan skor 2-0 juga. Dengan hasil ini, LIMITLESS Gaming naik ke Divisi 1 dan berhak maju ke Major Event. Sementara Team Tobat terpaksa lengser ke Divisi 2 dan harus berjuang lagi agar bisa promosi di musim depan.

R6 IDN Star League S1 - Final Standing Divisi 2
Final Standing Divisi 2 setelah Division Takedown | Sumber: R6 IDN

Nomad dan Kaid terlalu kuat?

R6 IDN Star League Season 1 ini sangat seru salah satunya karena meta permainan Rainbow Six: Siege itu sendiri baru saja berubah drastis. Anda mungkin masih ingat bahwa Ubisoft baru merilis dua Operator baru dalam Operation Wind Bastion bulan Desember kemarin, yaitu Nomad dan Kaid. Setelah Grace Period selama tiga bulan, kedua Operator tersebut akhirnya sudah boleh digunakan di dunia kompetitif, sehingga menggoyahkan keseimbangan strategi yang telah terbentuk.

Keahlian Kaid yang dapat memperkuat trap door sehingga tidak dapat di-breach sangat mengubah alur permainan karena berubahnya alternatif-alternatif entry point. Sementara itu Nomad dengan gadget AirJab miliknya juga sangat merepotkan para Defender. Apalagi gadget tersebut ukurannya kecil sehingga orang sering kali tidak sadar.

Dominasi dua Operator ini begitu terasa sehingga tren di fase ban pun berubah. Biasanya, Echo adalah Operator paling langganan terkena ban, namun di Division Takedown ini justru Nomad dan Kaid yang lebih sering diwaspadai. Pemain Rainbow Six: Siege profesional dari G2 Esports, Pengu, juga berkata bahwa dua Operator ini tergolong “broken”.

https://twitter.com/g2pengu/status/1065229367746400256?lang=en

Ubisoft sendiri mengaku selalu mendengarkan saran dari para penggemar, jadi bila sentimen negatif terhadap Nomad dan Kaid terus berlanjut maka tidak menutup kemungkinan mereka berdua akan terkena nerf atau bahkan karantina. Namun selama hal itu belum terjadi, tampaknya kita bisa menebak bahwa Nomad dan Kaid akan banyak hadir di pertandingan-pertandingan kompetitif.

Fase Division Playday R6 IDN Star League Season 1 masih terus berlanjut hingga tanggal 7 April 2019, dan akan diakhiri dengan pertandingan puncak yaitu Division Takedown Divisi 2 versus Divisi 3. Jangan lupa untuk terus menyaksikan pertandingan-pertandingan serunya setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 19:00 WIB, hanya di channel Twitch R6 IDN.

Disclosure: Hybrid adalah media partner Rainbow Six: Siege Indonesia Community (R6 IDN).