Microsoft ‘Menyerang Balik’ Sony Perihal Game Eksklusif

by
1 min read
December 26, 2022

Memasuki akhir 2022, perseteruan antara Microsoft dan Sony ternyata tidak berhenti. Setelah berbulan-bulan Sony terus menekan Microsoft masalah akuisisi mereka terhadap Activision Blizzard, kini akhirnya Microsoft ‘menyerang balik’ Sony.

Dalam respon terhadap gugatan Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat tersebut Microsoft mengklaim balik bahwa Sony telah lebih dahulu memonopoli game pihak ketiga. Tidak hanya satu judul, namun ada beberapa judul yang memang hingga saat ini tidak masuk ke Xbox.

Microsoft menyebut bahwa Sony dengan sengaja membuat perjanjian dengan para publisher tersebut terkait “pengecualian Xbox”. Pernjanjian tersebut membuat beberapa game pihak ketiga untuk dapat masuk ke dalam platform Xbox.

Lebih lanjut, Microsoft juga menyertakan empat contoh judul game yang terkena Xbox Exclusion tersebut, yaitu Final Fantasy VII Remake dan Bloodborne. Serta dua judul game yang akan dirilis yaitu Final Fantasy XVI dan juga Silent Hill 2 Remake.

Image Credit: Konami

Meskipun tidak mendapat status eksklusif penuh kecuali Bloodborne, tetapi keempat game tersebut memang seakan tidak memiliki rencana untuk masuk ke konsol Xbox. Terlepas dari Final Fantasy VII Remake yang kini telah masuk ke dalam platform PC.

Sony sendiri memang lebih melunak pada platform PC dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi dengan suksesnya peluncuran game-game eksklusif PlayStation di platform PC. Tapi perlakuan tersebut tidak terjadi pada konsol Xbox milik Microsoft.

Microsoft bahkan mengakui bahwa PlayStation memiliki game-game eksklusif yang lebih baik dibandingkan Xbox. Bahkan, Microsoft juga menyebutkan bahwa PlayStation memiliki judul eksklusif lima kali lipat lebih banyak dibandingkan Microsoft.

Terakhir, Microsoft juga akhirnya berbalik menyebut bahwa Sony saat ini telah memiliki monopoli terkait game eksklusif. Sehingga bila nantinya FTC maupun pihak berwenang lain meminta Microsoft membatalkan akuisisi Activision Blizzard dengan dalih eksklusifitas, maka Sony juga harus mengubah status eksklusifitas game-game mereka.

Langkah balasan ini akhirnya diambil Microsoft setelah sebelumnya telah memberikan berbagai penawaran kepada Sony namun tidak drespon. Bahkan Sony seakan menghalangi akuisisi ini dengan mengikutsertakan pihak regulator lain seperti FTC di Amerika Serikat hingga CMA di Inggris.

Akuisisi yang harusnya dapat selesai pada tahun ini pun akhirnya harus tertahan hingga bulan Agustus tahun 2023. Akuisisi Microsoft kepada Activision-Blizzard ini menjadi akuisisi terbesar di industri video game, yang ternyata juga membawa dampak besar pada industri secara keseluruhan.

Penonton Free Fire Esports
Previous Story

Penonton Free Fire Esports Turun Drastis di Semua Wilayah, Ada Apa?

Next Story

FTX Bangkrut: Sejarah Jatuh Bangun Salah Satu Bursa Crypto Terbesar di Dunia

Latest from Blog

Infografis Pembaruan Strava Paling Update

Strava resmi merilis rangkuman pembaruan terbarunya yang bertujuan membantu pengguna berlatih lebih cerdas dan meningkatkan konektivitas komunitas. Pembaruan ini mencakup integrasi navigasi

Don't Miss

Sony-LinkBuds-Clip-Hadir-di-Indonesia,-Harga-3-Jutaan-Punya-Mode-Senyap

Sony LinkBuds Clip Hadir di Indonesia, Harga 3,2 Juta Punya Mode Senyap

Desain in-ear, semi in-ear, atau open-ear, yang mana desain earbud
Sony dan TCL, Kolaborasi Besar yang Bisa Mengubah Wajah TV Bravia

Sony Lepas Bisnis TV ke Joint Venture dengan Menggandeng TCL

Sony dan TCL mengambil langkah yang mengejutkan industri elektronik. Mereka