Laba Bersih Indosat Tumbuh 37,2 Persen ke Rp4,9 Triliun, Bidik Pendapatan AI Cloud US$100 Juta di Akhir 2026

1 min read
November 2, 2026

PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026 (hingga akhir September 2026).

Berdasarkan berita laporan kinerja yang dirilis pada Rabu (28/10/2026), laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 37,2 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp4,9 triliun.

Selain pertumbuhan dari sektor telekomunikasi seluler, laporan tersebut juga menyoroti kontribusi lini bisnis kecerdasan artifisial (AI) yang meningkat pesat. Melalui layanan Indosat AI Cloud, perseroan kini menargetkan raihan pendapatan hingga US$100 juta pada penutupan tahun 2026.

Kinerja Bisnis Inti: Pendapatan Tembus Rp45,8 Triliun dan ARPU Naik

Hingga kuartal ketiga 2026, lini bisnis telekomunikasi utama masih menjadi penggerak terbesar pendapatan Indosat.Berikut adalah rincian capaian finansial dan operasional perseroan:

  • Total Pendapatan: Tumbuh 11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp45,8 triliun.

  • Capaian EBITDA: Tercatat menyentuh angka Rp21,1 triliun, menempatkan Indosat sebagai salah satu operator telekomunikasi dengan laju pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara.

  • Kenaikan ARPU Seluler: Rata-rata pendapatan per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU) layanan seluler meningkat 16,5 persen menjadi Rp46.000.

  • Pertumbuhan Trafik Data: Volume lalu lintas data naik 16 persen secara tahunan menjadi 14.829 petabyte,ditopang oleh investasi berkelanjutan pada peningkatan kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta perluasan layanan 5G.

Pertumbuhan indikator operasional tersebut didorong oleh penerapan strategi hiper-personalisasi berbasis AI. Melalui teknologi ini, Indosat mengolah pola data pelanggan untuk menawarkan paket layanan yang relevan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menilai performa lini telekomunikasi menjadi modal utama perusahaan untuk melakukan ekspansi ke sektor teknologi baru.

“Bisnis inti yang kuat adalah fondasi transformasi kami,” ujar Vikram Sinha.

Lebih lanjut, kondisi fundamental keuangan yang sehat dinilai memungkinkan perseroan untuk terus mengalirkan investasi ke sumber pertumbuhan baru, di mana investasi pada sektor AI kini mulai memberikan kontribusi nyata terhadap bisnis perusahaan.

Pendapatan Indosat AI Cloud Melampaui Capaian Setahun Penuh 2025

Sektor komputasi dan layanan berbasis AI menjadi sorotan utama dalam kinerja Indosat tahun ini. Hingga September 2026, layanan Indosat AI Cloud telah membukukan pendapatan sebesar US$50 juta. Capaian sembilan bulan tersebut sudah melampaui hampir dua kali lipat dari total pendapatan sepanjang tahun 2025 lalu yang tercatat sebesar US$28 juta.

Seiring meningkatnya permintaan kapasitas komputasi dan cloud untuk pemrosesan AI, Indosat memproyeksikan angka tersebut dapat menyentuh US$100 juta hingga akhir 2026.

Dalam memacu transisi menuju perusahaan teknologi berbasis AI (AI TechCo) yang juga menyasar pasar regional di luar Indonesia, Indosat tengah membangun ekosistem AI terintegrasi, mulai dari konektivitas, pusat data, kapasitas komputasi, hingga aplikasi korporat, melalui tiga pilar utama:

  • RAIA Grid: Mengelola infrastruktur jaringan serat optik sepanjang 86.000 kilometer yang berfungsi menghubungkan pusat-pusat komputasi langsung dengan para pengguna.

  • Zankore by Indosat: Fokus mengembangkan infrastruktur fasilitas AI generasi baru dengan target jangka panjang mencapai kapasitas daya 1 gigawatt (GW).

  • Indosat Intelligence Suite: Solusi khusus pelanggan korporat (enterprise) yang dikembangkan bersama perusahaan teknologi global F5. Platform ini menyediakan akses terpadu satu pintu ke berbagai model dan infrastruktur AI, sehingga perusahaan pelanggan, termasuk sejumlah mitra teknologi global, dapat mengelola pemakaian, mengendalikan efisiensi biaya, dan memperluas adopsi AI secara terukur.

—

Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.

Previous Story

Ini Daftar Harga Promo realme 11.11 Mega Sale

Latest from Blog

Don't Miss

Indosat, Arsari, dan Northstar Bentuk FiberCo: Perusahaan Patungan Serat Optik

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) resmi menandatangani perjanjian investasi dengan konsorsium
Indosat Microsoft

Indosat Gandeng Microsoft untuk Maksimalkan AI dalam Transformasinya Menjadi TechCo

Indosat Ooredoo Hutchison atau yang lebih dikenal sebagai Indosat tentunya