Pemain gim di lima negara Asia Tenggara kini dapat membeli item digital langsung dari video dan siaran langsung kreator di TikTok, setelah Coda, perusahaan distribusi dan monetisasi konten digital asal Singapura, bermitra dengan TikTok Gaming.
Dari Menonton ke Membeli dalam Satu Alur
Kemitraan ini menyasar kebiasaan pengguna yang menemukan gim melalui konten video. Lewat integrasi tersebut, penonton tidak perlu mencari toko terpisah. Mereka cukup mengakses tautan yang tersedia di konten untuk menuju Codashop.
Layanan ini berlaku bagi pengguna TikTok di Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Produk yang dapat dibeli mencakup kredit gim (game top-up), kartu hadiah (gift card), dan sejumlah produk digital lain.
Dari sisi kreator, mereka dapat menyematkan katalog produk yang terdaftar di Codashop ke dalam siaran langsung (livestream) maupun video pendek (short-form video). Dengan demikian, ajakan membeli muncul tepat pada saat penonton sedang menikmati konten gim.
Jalur Distribusi Baru bagi Penerbit
Skema ini juga membuka saluran distribusi tambahan bagi penerbit gim. Mereka bisa menjangkau konsumen di platform yang setiap hari dipakai untuk menemukan dan berinteraksi dengan konten gim, tanpa harus menunggu konsumen datang ke toko tertentu.
Hasil Uji Coba Sejak Pertengahan Juni 2026
Sebelum diumumkan secara luas, integrasi tautan Codashop di ekosistem video kreator TikTok sudah diuji dan diluncurkan sejak pertengahan Juni 2026. Data internal Coda untuk inisiatif perdagangan berbasis kreator (creator-led commerce) itu menunjukkan hasil berikut:
- Video kreator yang memuat tautan Codashop telah ditonton total 1 miliar kali.
- Rata-rata rasio klik (click-through rate/CTR) melampaui 5 persen.
- Sekitar 5 persen dari seluruh klik berujung pada transaksi pembelian.
- Sebagian besar pembeli yang bertransaksi lewat tautan di video TikTok merupakan pengguna baru Codashop.
Menurut Coda, temuan terakhir menunjukkan bahwa perdagangan berbasis kreator tidak hanya menghasilkan volume transaksi, tetapi juga mendatangkan basis pelanggan baru bagi penerbit gim. Perlu dicatat bahwa seluruh angka tersebut bersumber dari data internal Coda.
Transaksi Kian Dekat dengan Momen Penemuan Konten
Chief Commercial Officer lini Business-to-Business (B2B) Coda, Zac Liew, menilai aktivitas transaksi semakin lekat dengan momen ketika konsumen pertama kali menemukan konten (discovery). Ekosistem TikTok, menurut penilaiannya, memberi Coda jalur baru untuk menyambungkan kedua momen itu. Hasilnya, penerbit gim dapat menjangkau konsumen lebih awal dan mengubah interaksi penonton menjadi pembelian.
Kemitraan ini juga dipandang mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam perdagangan digital di Asia Tenggara. Platform media sosial, kreator, dan konten video kini memegang peran yang kian menentukan dalam keputusan belanja konsumen.
Langkah Berikutnya
Coda menyatakan akan terus menjajaki model distribusi dan perdagangan konten digital di luar toko aplikasi tradisional (traditional storefronts). Penjajakan itu akan dilakukan bersama mitra penerbit gim dan platform digital lainnya.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.