Dark
Light

Koprol Go International : Siap masuki Filipina

1 min read
November 18, 2010

Setelah diakuisisi oleh Yahoo, Koprol benar-benar mengalami banyak perubahan dari sisi strategy mereka untuk maintain komunitas dan juga expansi pasar. Selain dari sisi monetisasi dan bisnis, Koprol telah berkembang pesat dibawah bendera Yahoo! dan sepertinya Yahoo benar-benar serius membantu Koprol menjadi sebuah produk yang scalable. Satu juta user sudah diraih, dan pastinya akan terus bertumbuh seiring jalan.

Dengan kecepatan pertumbuhan yang lumayan stabil ini, sangatlah masuk akal jika Koprol mulai memikirkan strategi untuk membawa Koprol keluar dari Indonesia. Yahoo akan sangat berperan penting disini, Yahoo! akan membawa Koprol keluar dari Indonesia dimana Yahoo juga masih memiliki kekuatan dan pengetahuan akan pasar pengguna Internet.

Dan dari seorang narasumber, saya mendapatkan info bahwa Yahoo-Koprol akan segera masuk ke Filipina sebagai negara pertama yang akan dijelajahi oleh Yahoo-Koprol diluar Indonesia. Dan narasumber saya juga mengatakan bahwa nama Koprol tidak akan digunakan kembali di Filipina, melainkan nama yang lebih lokal dan lebih “Yahoo”. Yahoo memang akan membuat Koprol menjadi lebih lokal untuk penggunanya di Filipina, dan menurut narasumber saya, Yahoo masih agak kebingungan mengenai bagaimana mereka akan mempenetrasi pasar Filipina.

Sepertinya tim Yahoo-Koprol akan lumayan mudah untuk memulai, karena Foursquare sudah begitu besar di Filipina jadi behavior-nya sudah terbentuk. Namun Yahoo-Koprol akan mengalami kesulitan untuk merebut pasar dari Foursquare, karena masih kurangnya fitur reward di Koprol, semoga hal ini bisa di-improve oleh tim Yahoo-Koprol.

Saya pun mencoba mengkonfirmasi rumor ini ke Satya Witoelar (Chief Creative Koprol), dan dia menyatakan bahwa di Filipina sendiri sudah lumayan banyak pengguna Koprol yang bertumbuh secara organik tanpa marketing apapun, jadi sangat natural jika Filipina menjadi tujuan selanjutnya bagi Yahoo-Koprol.

Indonesia dan Filipina sendiri memiliki beberapa kesamaan yang cukup krusial. Pertama, Yahoo! masih memiliki kekuatan dan brand yang sangat bagus sebagai perusahaan Internet internasional di kedua negara tersebut. Kedua, baik Indonesia maupun Filipina sangat aktif di layanan social media Facebook, Twitter dan Foursquare. Ketiga, adopsi perangkat mobile di kedua negara sangat mencengangkan. Dan terakhir, belum ada perusahaan internet besar selain Yahoo yang masuk ke kedua negara tersebut dan melakukan aktifitas signifikan.

Rama Mamuaya

Founder, CEO, Writer, Admin, Designer, Coder, Webmaster, Sales, Business Development and Head Janitor of DailySocial.net.

Contact me : [email protected]

6 Comments

  1. wah.. keren.. tapi kalo namanya berubah, bukannya jadi ilang identitas ya? apa emang sengaja mau dibuat lebih lokal? padahal kan, kalo masih pake nama koprol, jadinya sama2 brand internasional..
    atau mungkin, ini emang langkah yahoo seperti yahoo meme untuk internasional, yang diadaptasi jadi yahoo mim di indonesia?

  2. mungkin masalahnya di sulitnya pengucapan, saya lihat banyak foreigner yang agak kesulitan ketika harus mengucapkan kata Koprol. It’s going to be easier with a different name, maybe more local, catchy and easier to remember.

  3. kalo gitu, ganti vokal atau beberapa huruf aja. ga musti ganti nama secara keseluruhan.. 😀 *keukeuh*

    maybe it’s just me, tapi gue ga begitu rela nama yang udah bagus “Koprol” harus ganti nama secara keseluruhan.. 😀

  4. Ini agak-agak mirip seperti kasus Yahoo! Meme, yang di Indonesia harus diganti namanya menjadi Yahoo! Mim. Mengingat Meme konotasi-nya agak negatif di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Koprol to invade the Philippines

Next Story

Bit.ly Tawarkan Fasilitas ‘bundel’

Latest from Blog

Don't Miss

Team Vitality akan Buat Tim Free Fire India, Muncul Game Tiruan dari Unpacking di Mobile

Ada berbagai berita menarik di industri game dan esports pada
Venteny Indonesia

Startup HR-Tech Venteny Rambah Segmen B2C, Incar Pengguna Individu

Startup HR-tech Venteny mengungkapkan kini aplikasinya bisa digunakan karyawan dari