Esports Ecosystem

Konami Luncurkan Program Esports eFootball PES 2020 Mulai Desember

25 Oct 2019 | Ayyub Mustofa
Hadiah US$2.000.000 telah disiapkan Konami untuk seluruh rangkaian esports eFootball PES 2020.

Para penggemar game sepak bola tentu sudah tahu bahwa seri Pro Evolution Soccer (PES) tahun ini mengalami perubahan judul menjadi eFootball PES. Kabarnya, perubahan judul merupakan cerminan dari strategi baru Konami untuk lebih mempopulerkan seri PES. Kata “eFootball” bermakna bahwa Konami ingin lebih fokus pada esports, tapi mereka tetap tidak melupakan hal-hal lain yang diinginkan oleh penggemar bola, seperti lisensi tim dan gameplay yang realistis.

Kini Konami telah mengungkap seperti apa wujud konkret dari strategi esports yang dimaksud. Dalam sebuah siaran pers, Konami menjelaskan bahwa mulai bulan Desember 2019 nanti mereka akan membuka dua kompetisi besar, bernama eFootball.Open dan eFootball.Pro. Apa perbedaannya?

eFootball.Open adalah turnamen esports yang terbuka untuk semua kalangan. Turnamen ini memiliki format pertandingan 1v1, dan merupakan pengganti dari kompetisi yang dulu dikenal dengan nama PES League.

Pemain akan menggunakan mode baru eFootball PES 2020 yang disebut mode Matchday untuk berkompetisi, dengan jadwal pertandingan setiap dua minggu sekali. Uniknya, kali ini setiap pemain hanya boleh memilih satu klub bola untuk digunakan sepanjang turnamen. Klub ini harus dipilih di awal musim, dan klub yang tersedia pun terbatas, hanya klub-klub bola yang hadir di turnamen eFootball.Pro. Daftar klubnya akan diumumkan oleh Konami di kemudian hari.

Konami ingin agar turnamen ini aksesibel untuk segala level keahlian, karena itu mereka membagi eFootball.Open menjadi tiga kategori yaitu Basic, Intermediate, dan Expert, berdasarkan rating pemain di Online Division.

Dari setiap klub bola, dipilih 50 pemain terbaik dari tiap region di tiap platform (PS4, Xbox One, PC) untuk maju ke babak Online Finals. Region yang dimaksud terbagi menjadi tiga yaitu Eropa, Amerika, dan Asia. Namun khusus untuk Asia dibagi lagi menjadi tiga server: server Jepang, server Asia, dan server Eropa (untuk beberapa negara Asia).

Kemudian, 3 pemain dari tiap klub di tiap region akan maju ke pertandingan Regional Finals untuk menentukan siapa yang jadi wakil wilayah Eropa, Amerika, dan Asia. Babak puncak yang disebut World Finals nantinya mempertandingkan 3 pemain per klub untuk memperebutkan gelar juara dunia.

eFootball.Open - Structure
Struktur kompetisi eFootball.Open

Berikut ini jadwal tentatif untuk rangkaian kompetisi eFootball.Open:

  • Online Registration: Pertengahan November 2019
  • Online Qualifiers: Desember 2019 – Februari 2020
  • Online Finals: Februari – Maret 2020
  • Regional Finals: Mei 2020
  • World Finals: Juli 2020

Untuk aturan lengkap tentang turnamen eFootball.Open, Anda bisa langsung mengunjungi situs resmi eFootball PES 2020.

eFootball.Pro, di sisi lain, merupakan kompetisi tertutup. Konami akan melibatkan klub-klub sepak bola sungguhan di Eropa di dalamnya, dan mereka pun akan bermain dengan skuad profesional sungguhan. Sayangnya belum ada informasi detail tentang turnamen yang ini, namun yang jelas eFootball Pro menggunakan format kompetisi 3v3 co-op.

Konami menyediakan hadiah total untuk seluruh program esports eFootball sebesar US$2.000.000 (sekitar Rp28 miliar). Sebagian besar dari prize pool itu akan digunakan untuk hadiah eFootball.Pro. Penyelenggaraan program esports eFootball ini juga berkolaborasi dengan sejumlah asosiasi sepak bola lain, seperti eJ.League Winning Eleven 2019 Season dan Toyota E-League.

eFootball Esports - Structure
Kalender esports tentatif eFootball PES 2020

Dari informasi-informasi di atas, dapat kita simpulkan bahwa Konami memfasilitasi esports dari dua sisi: mereka yang ingin ikut berkompetisi dan mereka yang hanya ingin menonton. Mirip seperti sepak bola sungguhan, ada kesenangan yang berbeda antara bertanding di kompetisi amatir dengan menyaksikan bintang-bintang kelas dunia di layar kaca. Kompetisinya pun harus dipisahkan, karena menyaksikan Lionel Messi bertanding melawan pemain bola level RT/RW jelas tidak akan seru.

Menurut Valentinus Sanusi, founder Liga1PES dan ketua komunitas PES Indonesia, strategi Konami ini merupakan pukulan telak bagi FIFA karena mereka berhasil membuat ekosistem sepak bola elit dunia dengan format esports.

“Strategi yang benar menarik dan patut ditunggu hasilnya, apakah ini akan menjadi trendsetter baru tidak hanya di industri esports, tapi juga sepak bola sendiri. Komunitas Indonesia yang tahun lalu meraih prestasi gemilang dan membuat kita semua bangga, harus kembali menunjukkan konsistensi dan komitmen mereka sebagai pecinta PES, dikarenakan kemasan yang berbeda dari Konami di musim ini akan menjadi kebanggaan sendiri jika musim ini, pemain Indonesia bisa menjadi salah satu perwakilan klub-klub sepak bola elit dunia,” papar Valent.

Untuk pengumuman lebih lanjut, Anda bisa memantau kanal-kanal media sosial eFootball PES lewat Facebook atau Twitter.

Update: Penjelasan lebih detail tentang sistem turnamen dan tambahan keterangan dari founder Liga1PES.