Esports Ecosystem

Konami Gelar Hands-On eFootball PES 2020, Undang Rizky Faidan ke Singapura

18 Jul 2019 | Ayyub Mustofa
Momen ICC 2019 sangat tepat untuk memamerkan kerja sama Konami dengan Manchester United dan Juventus.

Konami baru saja mengumumkan bahwa mereka akan menggelar hands-on perdana eFootball PES 2020 dalam kompetisi International Champions Cup (ICC) 2019 di Singapura. Kompetisi ini merupakan tur pemanasan alias pre-season untuk berbagai klub sepak bola dari benua Eropa serta Amerika Serikat. 12 tim ternama menjalankan 18 pertandingan di berbagai negara, dan dari 18 laga itu 2 di antaranya digelar di Singapore National Stadium.

Laga ICC 2019 di Singapura terdiri dari pertandingan antara Manchester United melawan Inter Milan pada tanggal 20 Juli, dan Juventus kontra Tottenham Hotspur di tanggal 21 Juli. Sebagai sponsor resmi ICC 2019, Konami akan hadir membawa versi demo dari eFootball PES 2020, entri terbaru seri PES (Pro Evolution Soccer) yang rencananya akan dirilis pada bulan September mendatang. Ini merupakan hands-on perdana eFootball PES 2020 di wilayah Asia, sedangkan wilayah Amerika Serikat sudah berkesempatan mencicipi lebih dahulu di acara E3 bulan Juni kemarin.

Dua laga ICC di Singapura itu punya posisi cukup spesial terhadap eFootball PES 2020. Pasalnya Konami juga baru saja mengungkap kerja sama penting dengan klub Manchester United dan Juventus. eFootball PES 2020 nantinya akan memiliki lisensi klub Manchester United. Kerja sama dengan Juventus lebih heboh lagi, karena eFootball PES 2020 memperoleh lisensi eksklusif atas klub Serie A tersebut. Alhasil, FIFA 20 terpaksa harus mengganti nama tim Juventus menjadi Piemonte Calcio. Tentunya akan sangat menarik menonton para bintang sepak bola bertanding secara nyata sambil membandingkan mereka dengan versi virtualnya.

PES 2020 - ICC

Konami juga secara khusus mengundang Rizky Faidan, atlet esports PES Indonesia yang beberapa waktu lalu bertanding di PES World Finals 2019. Dalam kompetisi tersebut Rizky bersama tim WANI berhasil menjadi runner-up dunia di kategori co-op. Sementara di nomor perorangan, Rizky meraih predikat Top 4 setelah gugur di babak semifinal. Performa Rizky cukup memukau banyak pihak, termasuk Konami, apalagi ia masih berusia 16 tahun. Tentunya akan sangat menarik melihat pendapat atlet sekaliber Rizky terhadap game baru ini.

Rizky Faidan (kiri) bersama rekan-rekan timnya | Sumber: Facebook Liga1 PES
Rizky Faidan (kiri) bersama rekan-rekan timnya | Sumber: Facebook Liga1 PES

eFootball PES 2020 adalah wujud keseriusan Konami untuk mengembangkan ekosistem esports di sekitar franchise ini. Selain perubahan nama yang mencerminkan olahraga virtual, Konami juga memasukkan fitur-fitur yang mendukung aktivitas kompetitif. Contohnya mode baru bernama Matchday, di mana pemain dapat memilih satu dari dua kubu berbeda untuk bertanding dan mengumpulkan poin. Setiap minggunya, akan dipilih satu pemain dari tiap kubu untuk menjadi perwakilan yang bertarung di Grand Final. Pertarungan Grand Final ini kemudian bisa ditonton secara livestream langsung dalam mode Matchday.

Selain itu Konami juga melakukan beberapa perombakan besar, seperti Master League Remastered yang membuat mode ini menjadi semakin imersif, serta gameplay yang dirancang dengan bantuan pemain legendaris Andres Iniesta. Secara lisensi tim keseluruhan, mungkin eFootball PES 2020 masih akan kalah dengan FIFA 20 nantinya. Tapi bila faktor-faktor penunjang lainnya bisa tampil optimal, tampaknya kekurangan lisensi itu akan tertutupi dan eFootball PES 2020 bisa punya daya tarik tersendiri.