Dark
Light

Kenapa Kursus ChatGPT di Udemy Sangat Diminati?

3 mins read
July 3, 2023
Kursus ChatGPT diminati oleh banyak orang di Udemy.

Teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin canggih memunculkan kekhawatiran bahwa AI akan merebut pekerjaan manusia. Pada saat yang sama, keberadaan AI juga bisa memunculkan pekerjaan baru, seperti prompt engineer. Kabar baiknya, hype akan AI membuat semakin banyak orang tertarik untuk belajar tentang bidang tersebut. Laporan berjudul Workplace Learning Index Q1 2023 dari Udemy menjadi bukti akan tingginya minat pekerja untuk mempelajari AI, khususnya ChatGPT.

Meroketnya Minat untuk Kursus ChatGPT

Berdasarkan laporan Udemy, diketahui bahwa pada Q1 2023, ChatGPT menjadi topik dengan tingkat konsumsi paling tinggi di kalangan pengguna Udemy Bisnis. Jika dibandingkan dengan Q4 2022, tingkat konsumsi kursus ChatGPT di Udemy naik hingga 4.419%. Tidak heran, mengingat jumlah kursus terkait ChatGPT di Udemy juga meningkat drastis. Sepanjang Q1 2023, ada hampir 470 kursus baru terkait ChatGPT yang hadir di Udemy. Sementara jumlah pendaftar kursus mencapai lebih dari 420 ribu orang, per tanggal 31 Maret 2023.

Dalam wawancara eksklusif dengan Hybrid.co.id, Giri Suhardi, Head of Indonesia Market di Udemy menjelaskan bahwa kursus terkait ChatGPT yang tersedia di Udemy tersedia dalam berbagai level.

“Ada kursus yang membahas tentang ChatGPT di level pemula, yang membahas tentang apa itu ChatGPT, apa yang bisa kita lakukan dengan ChatGPT, dan bagaimana cara membuat akun,” kata Giri. “Ada juga level menengah. Di tingkat ini, kursus sudah membahas tentang prompt dasar dan cara untuk membuat sesuatu dengan bantuan AI. Sementara kelas advanced akan membahas hal-hal seperti tools dan ChatGPT Plus.”

Minat akan kursus ChatGPT di Udemy naik drastis pada Q1 2023.

Lebih lanjut, Giri menjelaskan, kursus-kursus untuk ChatGPT juga bisa dikategorikan berdasarkan tujuan penggunaan dari chatbot itu sendiri. Sebagai contoh, kelas penggunaan ChatGPT untuk copywriting dan programming.  Tak berhenti sampai di situ, di Udemy, Anda juga bisa menemukan kursus yang membahas tentang risiko penggunaan ChatGPT. Memang, ChatGPT, khususnya versi gratis, masih memiliki keterbatasan, baik dari segi akurasi maupun keterbaruan data.

“Ada juga yang mengajarkan tentang etika untuk menggunakan ChatGPT dan copyright,” ungkap Giri. Dia mengatakan, di tingkat global, topik ChatGPT memiliki sekitar 1,1 juta pengguna. Sementara di Indonesia, jumlah peminat kursus ChatGPT mendekati 5 ribu orang. Walau terlihat sedikit, angka ini masih melewati jumlah peminat ChatGPT di beberapa negara berkembang, seperti Jepang dan Korea Selatan.

Kenapa Orang Indonesia Mau Belajar ChatGPT?

Ketika ditanya mengapa banyak orang Indonesia yang tertarik untuk belajar ChatGPT, Giri mengatakan, literasi digital di kalangan karyawan dan mahasiswa, khususnya yang tinggai di kota besar, memang relatif tinggi. “Mereka ini yang jadi early adopter dari teknologi baru, termasuk ChatGPT,” kata Giri. Apalagi karena ChatGPT juga menawarkan opsi gratis. “Indonesia termasuk negara yang sensitif dengan harga. Karena ChatGPT gratis, mereka jadi tertarik,” ungkapnya.

Giri menjelaskan, alasan lain mengapa orang-orang Indonesia tertarik untuk belajar tentang ChatGPT adalah karena teknologi itu membuka kesempatan kerja baru. Menguasai ChatGPT dan AI bisa meningkatkan daya saing seseorang sebagai pekerja. Apalagi karena ChatGPT masih menjadi teknologi yang relatif baru, sehingga orang-orang yang punya menguasai teknologi itu masih jarang.

ChatGPT masih dianggap sebagai teknologi baru. | Sumber: TechCrunch

Menurut Giri, faktor terakhir yang mendorong warga Indonesia untuk belajar ChatGPT adalah faktor FOMO alias Fear of Missing Out. “Communal influence di Indonesia masih cukup tinggi,” ujarnya. Dia menjadikan konser Coldplay sebagai contoh. “Memang ada orang yang mau nonton karena suka dengan musik mereka. Tapi, juga ada orang-orang yang hanya FOMO,” katanya.

Topik yang Diminati di Udemy

Minat untuk belajar ChatGPT memang mengalami kenaikan pesat di Q1 2023. Namun, Giri percaya, di masa depan, topik AI masih akan terus diminati. Di Udemy, kursus tentang AI tidak terbatas pada ChatGPT saja. Kursus terkait AI di Udemy juga mencakup topik lain, seperti machine learning, Natural Language Processing (NLP), robotik, Internet of Things (IoT), dan lain sebagainya.

Secara umum, Giri bercerita, teknologi menjadi kategori yang paling diminati. Setelah teknologi, bidang lain yang diminati oleh banyak pengguna Udemy adalah bisnis. Beberapa contoh topik spesifik yang paling laris antara lain Microsoft Excel, digital marketing, manajemen proyek, dan analisa keuangan. Selain itu, kursus terkait bahasa Inggris juga punya cukup banyak peminat.

Giri menjelaskan, alasan mengapa kategori teknologi paling diminati adalah karena pembelajaran terkait teknologi dianggap mudah untuk diserap. Pasalnya, kelas teknologi tidak akan dipengaruhi oleh budaya atau kebiasaan di sebuah negara. Sehingga, kelas teknologi akan bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang berasal dari berbagai negara.

Teknologi masih jadi topik yang paling diminati oleh pengguna Udemy. | Sumber: Udemy

“Kalau kelas bisnis dipengaruhi oleh budaya yang berbeda-beda. Soal leadership misalnya, ada norma dan aturan yang berbeda di setiap negara,” ujar Giri. “Kalau teknologi, bahasa yang digunakan, syntax-nya sama, baik yang digunakan di Indonesia atau negara lain.”

Alasan lain mengapa teknologi diminati adalah karena pesatnya perkembangan teknologi. Munculnya inovasi baru — mulai dari smartphone, media sosial, sampai era industri 4.0 — juga memunculkan lowongan pekerjaan baru. Beberapa contoh pekerjaan baru yang muncul dalam 15 tahun terakhir antara lain data scientist dan mobile developer.

Giri berkata, “Ketika kebutuhan akan sebuah skill tinggi, akan ada banyak orang yang tertarik untuk belajar. Ketika supply tinggi, demand pun akan tinggi.”

Beberapa Hari Bersama Find X6 Pro 5G
Previous Story

Beberapa Hari Bersama OPPO Find X6 Pro 5G Di Bali, Bisa Rekam 4K HDR Dolby Vision

Twitter batasi jumlah cuitan yang bisa dibaca
Next Story

Twitter Batasi Jumlah Cuitan yang Bisa Dibaca oleh Pengguna

Latest from Blog

Don't Miss

92% Pekerja di Indonesia Sudah Menggunakan GenAI dan Temuan Lain dari Work Trend Index 2024

Microsoft dan LinkedIn merilis laporan Work Trend Index 2024. Di

Western Digital Luncurkan Siklus Data AI: Optimalisasi Penyimpanan untuk Inovasi AI Masa Depan

Western Digital (NASDAQ: WDC) meluncurkan inovasi terbaru mereka, Siklus Data