GoPro, Inc. bersama perusahaan fotonik optik privat Starman Optical, Inc. mengumumkan kesepakatan merger definitif.
Aksi korporasi ini dirancang untuk merekapitalisasi struktur keuangan GoPro sekaligus memperluas jangkauan operasionalnya dari sekadar produsen kamera aksi menuju pemasok komponen vital infrastruktur Artificial Intelligence (AI) dan teknologi keamanan nasional.
Melalui kemitraan strategis ini, GoPro tetap mempertahankan statusnya sebagai entitas publik di bursa Nasdaq. Langkah ini membuka lembaran baru bagi perseroan dalam memanfaatkan portofolio kekayaan intelektualnya ke sektor manufaktur komponen fotonik domestik di Amerika Serikat.
Apa Saja Detail Finansial dalam Kesepakatan Merger Ini?
Struktur kesepakatan memberikan pembersihan beban kewajiban finansial secara menyeluruh bagi perseroan, sembari memberikan pengembalian modal langsung kepada para investor publik.
|
Parameter Transaksi |
Rincian Finansial |
|---|---|
|
Total Pembayaran Tunai Pemegang Saham |
$285 juta (estimasi $1,14 per saham) |
|
Porsi Kepemilikan Pemegang Saham Lama |
Sekitar 10% dari total saham gabungan |
|
Pelunasan Utang GoPro |
$92 juta (dibayar lunas saat penutupan transaksi) |
|
Penasihat Finansial & Legal |
Houlihan Lokey, Inc. (Finansial) & Fenwick & West LLP (Hukum) |
|
Target Penutupan Transaksi |
Akhir tahun 2026 |
Pelunasan seluruh utang perseroan sebesar $92 juta menghasilkan neraca keuangan yang bersih (substantially debt-free balance sheet), memberikan ruang modal yang lebih leluasa untuk investasi riset dan pengembangan ke depan.
Mengapa GoPro Berekspansi ke Pusat Data AI dan Industri Pertahanan?
GoPro telah mengumpulkan lebih dari 2.500 paten teknologi optik dan visual di Amerika Serikat selama 24 tahun beroperasi. Merger dengan Starman Optical memungkinkan integrasi langsung antara paten pencitraan visual milik perseroan dengan lini produksi transceiver optik Starman buatan AS.
Integrasi ini menargetkan empat pilar vertikal baru:
-
- AI Data Center: Menyediakan komponen transceiver optik berkecepatan tinggi yang krusial untuk pemrosesan pusat data komputasi skala besar.
- Pertahanan dan Pemerintahan: Menjawab kebutuhan pasokan teknologi pengawasan dan perangkat keras optik yang terverifikasi ramah pengadaan lokal.
- Robotika dan Kedirgantaraan (Aerospace): Pemanfaatan sensor visual canggih untuk navigasi otomatis dan kebutuhan sistem avionik.
- Onshoring Industri Kritis: Memindahkan pusat perakitan komponen optik vital kembali ke dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada fasilitas manufaktur luar negeri.
”Optik canggih dan teknologi pencitraan merupakan elemen vital bagi AI, keamanan nasional, serta perekonomian luas. Melalui integrasi keahlian GoPro dan kapabilitas manufaktur Starman, kami berniat memulihkan basis produksi komponen kritis ini di Amerika Serikat,” tutur Charles Tebele, Chief Executive Officer Starman Holding.
Bagaimana Nasib Kamera Konsumen dan Layanan Cloud GoPro?
Pengguna kamera aksi tidak akan mengalami pemutusan layanan. GoPro menegaskan komitmennya untuk tetap memproduksi dan menyalurkan ekosistem perangkat konsumen, termasuk dukungan penuh untuk platform berbasis langganan (subscription) dan sistem penyimpanan berbasis komputasi awan (cloud platform).
”Kami memproyeksikan merger ini mempercepat pertumbuhan GoPro di ranah konsumen, komersial, hingga pertahanan. Ini adalah peluang besar untuk memperkuat posisi kami di bidang keamanan nasional yang bertumpu pada kamera, optik, dan infrastruktur AI,” jelas Nicholas Woodman, Founder dan CEO GoPro.
Dewan Direksi dari kedua belah pihak telah meratifikasi perjanjian definitif ini. Transaksi kini melangkah ke pemenuhan syarat regulasi dan persetujuan pemegang saham GoPro sebelum resmi dituntaskan pada penghujung tahun 2026.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.