Esports Ecosystem

EVOS Terbaik Asia Tenggara, Juarai ESL Indonesia Championship & Clash of Nations

01 Apr 2019 | Ayyub Mustofa
ESL sekaligus telah mencanangkan standar baru bagi penyelenggaraan event esports di Indonesia.

Puncak kompetisi nasional pertama ESL Indonesia telah digelar pada tanggal 29 – 31 Maret 2019 kemarin. Tidak hanya pertandingan dalam negeri saja yang disebut ESL Indonesia Championship, ajang ini sekaligus menjadi wadah pertarungan tim-tim Asia Tenggara dalam gelaran yang bernama ESL Clash of Nations. Ada dua game yang dipertandingkan dalam ESL Indonesia Championship, yaitu Dota 2 dan Arena of Valor. Sementara ESL Clash of Nations mempertandingkan satu game Arena of Valor saja.

Dua tim Indonesia berhasil meraih prestasi dalam kejuaraan tersebut. Pertama adalah BOOM.ID, mereka sekali lagi membuktikan status sebagai tim Dota 2 terkuat Nusantara dengan merebut trofi Dota 2 ESL Indonesia Championship. Di final turnamen ini, BOOM.ID berhasil unggul atas tiga tim lainnya yaitu Aura Esports, PG.Barracx, dan The Prime, dan berhak atas hadiah utama senilai US$25.000 (sekitar Rp355,8 juta).

BOOM.ID belakangan ini memang sedang menunjukkan performa yang cukup mengesankan. Aksi mereka di turnamen Bucharest Minor beberapa waktu lalu mengantar mereka hingga ke posisi 8 besar. Posisi yang sama kemudian mereka raih kembali di ajang StarLadder ImbaTV Dota 2 Minor. Meski belum sampai tembus ke turnamen Major, ini sudah menjadi bukti bahwa BOOM.ID mulai bisa bertarung seimbang dengan tim-tim besar dunia. Prestasi di ESL Indonesia Championship memang patut mereka sandang.

“Pesan buat fans-nya BOOM, tetap dukung BOOM.ID ya. Meskipun di dunia internasional mungkin belum bisa membahagiakan Indonesia, cuman kita tetep terus berjuang, doain. Jangan hate speech juga, mungkin saran-saran yang baik pasti bakal ditanggapin sih sama gua,” demikian ujar kapten BOOM.ID Khezcute (Alfi Syahrin Nelphyana), dalam post-match interview bersama ESL Indonesia.

ESL Indonesia Championship - BOOM.ID
BOOM.ID juara Dota 2 ESL Indonesia Championship | Sumber: ESL Indonesia

Sementara itu di cabang Arena of Valor, raungan sang harimau putih EVOS Esports menggetarkan podium dengan peraihan double winner. Gelar pertama adalah juara ESL Indonesia Championship yang mereka raih dengan menumbangkan tim-tim dalam negeri, termasuk di antaranya WAW Esports, GGWP.ID, Bigetron, serta Saudara e-Sports (SES).

Babak Grand Final antara SES melawan EVOS menjadi sorotan utama karena berlangsung cukup ketat. Kepada ESL Indonesia kedua tim sama-sama berkata bahwa mereka sudah melakukan persiapan dan latihan keras menyambut ajang ini, namun SES.DyZ (Andrian Saputra) mengakui bahwa mereka memang beberapa kali melakukan kesalahan yang tak perlu sehingga harus kalah dengan skor 3-1. Seperti BOOM.ID, EVOS juga berhak atas hadiah senilai US$25.000.

ESL Indonesia Championship - EVOS
EVOS juara AOV ESL Indonesia Championship | Sumber: ESL Indonesia

Sebagai kampiun dan runner-up dalam ESL Indonesia Championship, EVOS serta SES sama-sama berhak untuk maju ke turnamen berikutnya, yaitu turnamen level Asia Tenggara ESL Clash of Nations. Langsung digelar setelah ESL Indonesia Championship berakhir, dalam turnamen ini EVOS dan SES harus berhadapan dengan tim M8HEXA dari Malaysia, Liyab Esports dari Filipina, Devita dari Thailand, juga FAPtv dari Vietnam. Indonesia selaku tuan rumah memang mendapat dua slot kualifikasi di turnamen ini.

Perjuangan berat dilalui SES dan EVOS yang sama-sama terlempar ke Losers’ Bracket di ESL Clash of Nations. SES dikalahkan oleh FAPtv, sementara EVOS kalah oleh Devita. Posisi tersebut akhirnya mempertemukan EVOS dan SES kembali, dan lagi-lagi EVOS unggul, menjadi satu-satunya tim Indonesia yang maju ke Grand Final. EVOS juga sempat “membalaskan dendam” SES dengan mendepak FAPtv keluar turnamen.

ESL Clash of Nations - EVOS
Double winner, juara Indonesia dan juara Asia Tenggara! | Sumber: ESL Indonesia

Berhadapan sekali lagi dengan Devita, tampaknya kali ini EVOS sudah bisa beradaptasi dengan lebih baik. EVOS sempat tertinggal dengan skor 2-1, tapi di game 4 EVOS menguasai ritme permainan dan melakukan team wipe. Tel’annas, Murad, serta Teemee memegang peran krusial dalam permainan EVOS. Taktik yang sama kembali diulang dalam game 5, dan EVOS akhirnya juara setelah comeback gemilang dengan skor 2-3.

Dari ajang ESL Clash of Nations, EVOS kembali memperolah hadiah sebesar US$25.000. Namun lebih dari itu, ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi EVOS untuk dapat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. “Aku bangga sama timku yang kemarin habis kalah lawan Devita, terus bisa fight back lagi buat hari ini. Lupakan kemarin, terus comeback stronger hari ini, terus akhirnya memenangkan, jadi juara 1 Clash of Nations,” ujar Carraway (Henri Teja) dari EVOS dalam post-match interview dengan ESL Indonesia.

ESL Clash of Nations - Prize
Membawa pulang hadiah dan kebanggaan | Sumber: Dokumentasi ESL

Sesuai reputasi ESL selama ini yang telah membesarkan ekosistem esports di banyak negara, kita tentu berharap ESL Indonesia Championship dan ESL Clash of Nations dapat menjadi standar baru bagi penyelenggaraan kompetisi esports di Indonesia. Apalagi ESL Indonesia tidak hanya memperhatikan cabang-cabang esports besar seperti Dota 2 dan AOV. Mereka juga menyediakan wadah berkumpul dan berkegiatan bagi komunitas kompetitif lain, seperti komunitas Rainbow Six: Siege dan komunitas fighting game Indonesia.

Semoga saja ke depannya industri esports kita bisa berkembang menjadi lebih dewasa, dan memunculkan talenta-talenta yang dapat meraih prestasi terbaik dunia. Apa langkah ESL setelah dua turnamen ini selesai? Kita tunggu saja pengumuman berikutnya. Pantau selalu berita terkini dunia esports Indonesia, hanya di Hybrid.

Sumber: ESL Indonesia