Esports Ecosystem

Diluncurkan 2020, VENN Mau Jadi Channel TV Khusus Konten Game dan Esports

18 Sep 2019 | Ellavie Ichlasa Amalia
Setengah konten VENN berupa kompetisi esports dengan penyajian yang lebih baik

Industri game dan esports tak lagi menjadi industri niche. Newzoo memperkirakan, pada tahun ini, nilai industri game mencapai lebih dari US$152 miliar sementara nilai industri esports telah menembus US$1 miliar. Audiens konten game dan esports juga terus naik. Namun, selama ini, platform yang menjadi rumah bagi konten gaming dan esports adalah platform digital seperti YouTube dan Twitch. Ben Kusin dan Ariel Horn ingin mengubah hal itu dengan mendirikan VENN (Video Game Entertainment & News Network), sebuah channel televisi yang menawarkan konten khusus esports dan gaming.

“Ini adalah industri senilai US$150 miliar, tapi tidak ada channel televisi yang menyiarkan konten itu,” kata Kusin, seperti dikutip dari The Washington Post. Dia percaya, sebagai channel televisi, VENN dapat menjadi wadah konten gaming dan esports yang lebih mudah untuk diakses masyarakat luas. Selain itu, dia berharap, VENN bisa menjadi sumber pemasukan bagi para pelaku industri gaming dan esports. Baik Kusin dan Horn pernah bekerja di industri hiburan dan game. Kusin sempat bekerja di Electronic Arts sebelum dia menjabat sebagai Global Director for New Media and Strategic Alliances di Vivendi Universal Games. Kusin juga merupakan anak dari Gary Kusin, yang mendirikan GameStop. Sementara Horn pernah menjadi eksekutif di NBC Universal sebelum menjadi Global Head of Esports Content di Riot Games.

Logo VENN | Sumber: VENN via The Washington Post
Logo VENN | Sumber: VENN via The Washington Post

Soal konten yang akan ditampilkan dalam channel VENN, setengahnya akan berupa konten esports, termasuk kompetisi yang ditayangkan di platform seperti YouTube. Hanya saja, konten tersebut akan dikemas dengan lebih baik. Sementara setengah konten lainnya berupa konten tanpa skenario, misalnya obrolan tentang game atau subjek terkait lainnya. Tidak tertutup kemungkinan, ke depan, VENN juga akan membuat konten dengan skenario. Saat ini, VENN bahkan tengah membangun studio di New York dan Los Angeles. Untuk sumber pendapatan, VENN bisa mendapatkan uang dari biaya berlangganan, operator kabel, pengiklan, dan sponsor.

VENN baru akan diluncurkan pada tahun depan. Meskipun begitu, mereka telah mendapatkan pendanaan sebesar US$17 juta. Kucuran dana ini didapatkan dari BITKRAFT, co-founder Riot Marc Merrill, eksekutif Blizzard Mike dan Amy Morhaime, co-founder dan COO Twitch Kevin Lin, dan BDMI, yang merupakan divisi modal ventura dari perusahaan media raksasa asal Jerman, Bertlesmann. Para investor bersedia untuk mendukung VENN karena mereka percaya, channel tersebut akan bisa memenangkan hati para generasi muda dan membawa budaya anak muda ke industri televisi, layaknya MTV. Sebelum ini, BITKRAFT juga pernah mendanai startup yang bergerak di bidang gaming.

Para investor percaya, VENN bisa menjadi sumber informasi tentang segala sesuatu yang berbau game dan esports. Sementara bagi para pelaku industri, VENN bisa menjadi tempat untuk mencari orang-orang berbakat. “Jika Anda tertarik untuk tahu apa yang terjadi di dunia gaming saat ini, itu tidak mudah. Anda harus tahu platform gaming yang populer, Anda harus tahu situs niche yang membahas soal gaming,” kata Merrill, salah satu pendiri Riot yang menjadi investor VENN. “Jika ada satu pihak yang menampilkan semua informasi tentang gaming, itu akan sangat membantu.” Namun, Merrill menegaskan bahwa Riot tidak terlibat dalam VENN.

Sementara Keith Titan, partner di Bertelsmann Digital Media Investments percaya, VENN bisa menjadi lebih dari sekadar channel televisi tradisional. “Anda akan bisa langsung berinteraksi dengan para fans — membuat pengalaman menonton jadi terasa dua arah,” kata Titan. “Dalam dunia game, membangun hubungan personal sangat penting, terutama bagi generasi milenial dan generasi Z.” Selebritas game dan esports biasanya memang aktif berinteraksi dengan para fans. Misalnya, Tyler “Ninja” Blevins, streamer yang dikenal dengan konten Fortnite miliknya. Para fans bisa berinteraksi dengan Blevins saat dia melakukan streaming atau melalui media sosial, seperti Twitter. Blevins bahkan memberikan nomor ponselnya.

Horn mengakui, VENN memang akan menampilkan banyak konten yang memungkinkan para fans dan selebritas game saling berinteraksi. “Pada tahun 80-an dan 90-an, budaya anak muda adalah musik,” kata Horn. “Sekarang, budaya itu adalah gaming. Atlet esports kini menjadi selebritas baru.”

“Bayangkan TRL ketika ia baru dimulai,” kata Kusin. TRL yang dia maksud adalah Total Request: Live, acara MTV yang memungkinkan penonton untuk meminta sang pembawa acara untuk memutar lagu tertentu. “Inilah yang coba kami lakukan.” Sayangnya, masih belum diketahui apakah para fans gaming dan esports akan tertarik untuk menonton konten gaming di televisi. Selain itu, juga tidak diketahui apakah orang-orang yang bukan fans game dan esports akan tertarik untuk menonton VENN.

Para investor menyadari adanya masalah ini. “Saya rasa kita tidak bisa mendapatkan penonton yang tidak suka konten gaming. Saya harap itu bisa dilakukan, tapi dari data yang saya kumpulkan dalam beberapa tahun belakangan, saya pikir, kecil kemungkinan hal itu terjadi,” kata BITKRAFT founding partner Jens Hilgers. Lebih lanjut, dia mengaku, “Keuntungan bukanlah tujuan utama dari investasi ini. Alasan utama saya adalah untuk mengembangkan komunitas gaming.”

Sumber: The Washington Post, Variety, LA Times