Dark
Light

Beoscope : Layanan Video Lokal

1 min read
December 5, 2008

Untuk anda para penggemar YouTube, ada untungnya kalau anda mencoba layanan serupa bikinan anak bangsa. Terdengar nasionalis? patriotis? Memang harus begitu biar bangsa bisa maju.

Beoscope, sebuah startup yang bergerak di bidang video hadir untuk mengalahkan pamor Youtube, di tingkat nasional tentunya. DailySocial kemarin melakukan wawancara dengan contact person BeoScope, dan berikut isi wawancara tersebut.

Nama dan jabatan di BeoScope?

Yudiman , media relation dan promosi beoscope.com

Cerita singkat mengenai beoscope? kapan berdiri, founder, owner,
karyawan?

Beoscope soft launch tgl 18 Januari 2008, brainstorm awalnya Juni 2007, foundernya salah satunya Suryatin Setiawan yang mengumpulkan beberapa kawan untuk urunan mendanai  beoscope.com. Karyawan beoscope.com yang tetap 8 orang bisa dilihat di http://www.beoscope.com/watch.php?id=20080001145 , sisanya adalah free lancer para pendukung dan penggemar beoscope.com yang jumlahnya 4000 an sekarang ini dan setiap
bulan rata2 nambah 300 an orang dari seluruh Indonesia.

Beoscope bukan youtube kecil , punya warna dan niat Indonesia yang kental dan banyak fitur khas yang akan unik di beoscope.com

Latar belakang Beoscope didirikan?

Kita2 merasa risih dan aneh bahwa video2 tentang Indonesia dari jaman dulu adanya di perpustakaan Leiden Belanda dan sekarang adanya di Youtube doang. Kita ini kan negara berpenduduk ke 4 terbesar di muka bumi …. kok kekayaan arsip, kreasi dan produk video nya dikumpulkan di luar . Jadi beoscope.com ingin menjadi arsip dan sumber informasi utama dalam bentuk video untuk semua hal tentang Indonesia … on-line lagi … dan videonya disumbangkan dari seluruh Indonesia. Begitu harapannya ke depan nanti sih. Moga2 berhasil.

Konsep “Nasionalisme” yang diusung cukup bagus, apakah berhasil?

Kita bersyukur pengunjung beoscope sehari cukup seru. rata2 viewing hit 2500 an sehari, dan beoscoper nya nambah terus. Jumlah video yang sudah tersedia setelah 10 bulan ini sudah empat ribuan dan beoscope.com adalah satu2 nya situs video sharing yang isisnya ttg Indonesia. Kalau ada orang Indonesia di luar negeri yang upload maka masuk ke rubrik
beos Oleh-oleh. Beoscope jadi tempat pamer / etalase film pendek ,kreasi video pribadi dan para animator dan motion graphics Indonesia dan sama2 kita akan maju dan tampil serta menghasilkan.

Strategi marketing Beoscope? karena sepertinya kurang nge-buzz di
dunia internet.

beoscope memang belum beken…. tapi secara rutin menyelenggarakan workshop gratis di sekolah2 SMA dan publik di berbagai kota besar di Jawa tentang video making and video sharing dengan praktek langsung , ini terus dilakukan.  Selain itu beoscope.com sudah Search engine
optimized sehingga kalau di-google keluarnya di dua top link ttg video streaming Indonesia.

Di FS dan FB juga ada posting beoscope.com :

http://profiles.friendster.com/67386203
http://www.facebook.com/pages/Beoscope-DotKom/11956323468?ref=ts

Catatan penulis :

Saya benar-benar terkesan dengan idealisme yang diusung beoscope, dan tentunya kita memang harus bangga dengan produk buatan sendiri. Sukses terus buat Beoscope!

Rama Mamuaya

Founder, CEO, Writer, Admin, Designer, Coder, Webmaster, Sales, Business Development and Head Janitor of DailySocial.net.

Contact me : [email protected]

8 Comments

  1. Kalau alasan untk memakai Beoscope adalah karena faktor nasionalis kayaknya saya gak sreg. Been there, done that, and not working. Analoginya bbrp tahun lalu waktu masih aktif di lingkup komik Indonesia. “Memaksa” pembaca untuk membeli komik hanya dengan alasan mencintai produk dalam negeri nggak bunyi. Namanya konsumen akan selalu mencari yang terbaik dan termurah atau berbeda sama sekali. Kalau itu barang yang generik, mau itu produk luar negeri atau dalam negeri, bukanlah hal yang krusial bagi mereka. Akan berbebda kalau barangnya itu barang yang punya brand value-nya tinggi. Nah, itu baru lain soal.

  2. Kalau alasan untk memakai Beoscope adalah karena faktor nasionalis kayaknya saya gak sreg. Been there, done that, and not working. Analoginya bbrp tahun lalu waktu masih aktif di lingkup komik Indonesia. “Memaksa” pembaca untuk membeli komik hanya dengan alasan mencintai produk dalam negeri nggak bunyi. Namanya konsumen akan selalu mencari yang terbaik dan termurah atau berbeda sama sekali. Kalau itu barang yang generik, mau itu produk luar negeri atau dalam negeri, bukanlah hal yang krusial bagi mereka. Akan berbebda kalau barangnya itu barang yang punya brand value-nya tinggi. Nah, itu baru lain soal.

  3. Mungkin bukan nasionalis kali ya? lebih ke arah dari Indonesia oleh Indonesia untuk Indonesia. Saya yakin sih beoscope.com kedepannya akan meningkatkan service yang terbaik dan membuat implementasi yang lebih baik untuk para member mereka.

    Setidaknya ada yang berani memulai dengan rasa nasionalisme.

  4. Mungkin bukan nasionalis kali ya? lebih ke arah dari Indonesia oleh Indonesia untuk Indonesia. Saya yakin sih beoscope.com kedepannya akan meningkatkan service yang terbaik dan membuat implementasi yang lebih baik untuk para member mereka.

    Setidaknya ada yang berani memulai dengan rasa nasionalisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Livestation Negosiasikan Internet TV Dengan Apple

Next Story

Viacom Pecat 850 Karyawan

Latest from Blog

Don't Miss

Snack Video Punya 43 Juta Pengguna di Indonesia, Siap Ungguli para Pesaingnya

Siapa yang saat ini tidak mengakses aplikasi berbasis video pendek?
Pembaruan YouTube 1

YouTube Punya Desain Baru, Hadirkan Fitur Precise Seeking Dan Pinch To Zoom

Bagi sebagian orang, YouTube merupakan pusat hiburan dan edukasi. Hal