Dark
Light

Baidu dan Rakuten Akan Luncurkan Mall Online Terbesar di China

1 min read
January 29, 2010

baidu-rakutenChina menjadi salah satu negara yang membuat gempar, bukan hanya di dunia politik tetapi juga di dunai teknologi termasuk Internet.  Urusan antara Google dan China masih terus hangat, dan tidak sedikit yang bilang bahwa China tidak butuh Google, kenapa, karena mereka memiliki Baidu, si penguasa pasar untuk search engine di China.

Baru-baru ini Baidu sebagai penguasa pasar di China mengumumkan kerjasama yang, mungkin saja akan kembali membuat gempar. Baidu akan bekerjasama dengan e-commerce terbesar dari Jepang, Rakuten. Kesepakatan ini bertujuan untuk membangun sebuah shopping mall online besar untuk user internet di China.

Shopping mall ini nantinya akan melayanai B2B dan C2C, artinya sebuah mall online yang sangat lengkap, business to business juga tersedia perdagangan untuk consumer to consumer.

Rakuten sendiri merupakan salah satu pemain berpengalaman di bidang mall online dengan 30.000 merchant yang berpartisipasi di situs mereka dan lebih dari 47 million user yang teregristasi di platform e-commerce mereka.

Kerjasama antara Baidu dan Rakuten ini diharapkan akan berjalan sekitar tengah tahun 2010. Diprediksikan akan menjadi mall online terbesar di China untuk dua kategori B2B dan C2C, mall online ini bertujuan untuk menyediakan barang dari para pedagang yang populer di China maupun brand dari luar China dan juga memberikan kesempatan bagi perusahaan kecil-menengah untuk ikut ambil bagian, dengan harga yang bersaing.

Saya jadi membayangkan, apakah kesepakatan ini juga nantinya akan memberikan persaingan yang semakin ketat bagi toko online besar seperti Amazon, misalnya.

Dan, bagaimana dengan konsumen Indonesia, jika di pasar offline, kita masih disibukkan dengan berbagai persoalan yang berhubungan dengan perdagangan bebas yang memungkinkan barang China bebas masuk ke Indonesia, apakah ini juga akan berpengaruh ke perilaku online kita? Mengingat pasar bisnis online kita sendiri yang masih dalam tahap berkembang, tapi masih agak mandek terutama dari segi tata cara payment, mungkin berita ini tidak akan terlalu berpengaruh.

Konsumen di tingkat lokal juga masih harus terus diberikan edukasi untuk berbagai seluk beluk belanja online, terutama dengan payment khusus, bukan transfer bank saja. Ditengah geliat mall online yang terus bermunculan, seperti Tokopedia, Juale, dan juga Vimple Shop, dll, saya hanya berharap bahwa, jika mall online terbesar di China ini muncul, akan membantu mengedukasi konsumen lokal dan membantu trend mall online di tanah air, dan bukannya mematikan geliat online mall di Indonesia yang baru tumbuh ini.

Sumber: TechCrunch

Wiku Baskoro

Penggemar streetphotography, penikmat gadget, platform agnostic gamers, build Hybrid.co.id to make impact.

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Opera Mini: Indonesia Pengguna Terbesar di Asia Tenggara

Next Story

Will Google Social Search Fall?

Latest from Blog

Don't Miss

Worlds 2021 Europe

LoL World Championship 2021 will be Hosted in Europe instead of China

Previously, according to a report by Upcomer, League of Legends
Ninjas in Pyjamas

Ninjas in Pyjamas Dilaporkan Segera Merger dengan Tim Tiongkok

Kejutan datang dari salah satu organisasi esports legendaris asal Swedia