Komitmen Amazon Web Services (AWS) dalam mencetak talenta digital masa depan kembali dibuktikan melalui peluncuran inisiatif global berskala besar. AWS secara resmi memperkenalkan program Student Rewards di platform AWS Builder Center.
Inisiatif strategis ini didukung oleh alokasi dana global senilai lebih dari USD 500 juta (sekitar Rp8,8 triliun) yang ditujukan untuk memberikan akses kredit AWS, pelatihan premium, serta voucer ujian sertifikasi bagi mahasiswa perguruan tinggi terverifikasi di seluruh dunia.
Langkah ini dirancang untuk menjembatani teori akademis dengan kebutuhan industri teknologi modern yang kian mengandalkan komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (AI). Vice President of Global Education and Local Government AWS, Kim Majerus, menyatakan bahwa program ini membantu generasi muda mengubah rasa ingin tahu menjadi keahlian bersertifikat.
“Kami mengalokasikan lebih dari USD 500 juta untuk mendukung talenta generasi mendatang… agar mereka tidak hanya belajar, tetapi juga dapat berkarya dan menghadiri wawancara kerja dengan keterampilan nyata,” ungkap Kim Majerus dalam keterangan resminya.
Cara Kerja Program Student Rewards di AWS Builder Center
AWS Builder Center berfungsi sebagai komunitas terbuka bagi para pengembang perangkat lunak dari berbagai tingkatan. Melalui platform ini, mahasiswa dapat bergabung dengan AWS Student Builder Groups, jaringan yang dipimpin oleh mahasiswa aktif di universitas dari lebih dari 60 negara, untuk merancang proyek teknologi bersama rekan sejawat.
Bagi mahasiswa berusia 18 tahun ke atas yang telah memverifikasi status pendaftarannya melalui SheerID dan melengkapi profil di Builder Center, AWS membuka akses eksklusif ke berbagai sumber daya belajar bernilai tinggi.
Seiring keaktifan mahasiswa dalam mengumpulkan lencana (badges) melalui aktivitas seperti menulis artikel, berkomentar, dan menyelesaikan modul, mereka berhak membuka akumulasi hadiah dengan nilai total potensial mencapai USD 579 (sekitar Rp10,2 juta) per individu.
Untuk merinci pencapaian hadiah berdasarkan partisipasi, simak tabel di bawah ini:
Kepala AWS Builder Center, Rick Suttles, menegaskan filosofi di balik program ini. “Para mahasiswa yang mengembangkan sesuatu hari ini akan membentuk masa depan. Kami percaya bahwa cara terbaik untuk mempelajari cloud dan AI adalah dengan membangun sesuatu,” ujar Rick.
Kontribusi Nyata Ekosistem Pendidikan AWS di Indonesia
Inisiatif global Student Rewards ini melengkapi rekam jejak investasi jangka panjang AWS dalam sektor pendidikan di berbagai kawasan lokal, termasuk Indonesia. Sejak tahun 2017, AWS tercatat telah melatih lebih dari 1,3 juta individu di Tanah Air melalui beragam program pelatihan terstruktur.
Portofolio program pendidikan AWS di Indonesia meliputi:
-
Inisiatif Literasi Dini & Inklusif: Program penjangkauan seperti Terampil di Awan, Amazon Girls’ Tech Day, dan Think Big Space.
-
Jalur Pembelajaran Nasional: Kurikulum resmi melalui AWS Educate, AWS Academy, Skill Builder, dan program re/Start bagi masyarakat yang ingin melakukan alih profesi (career transition).
-
Inovasi Lokal Tahun 2026: Kursus gratis berbahasa Indonesia IndonesiapandAI serta MAIN (Mastering AI for Nation-building), program akselerator karier selama lima bulan yang membekali kaum muda dengan keterampilan AI siap kerja.
Seluruh rangkaian inisiatif lokal dan global ini dirancang untuk berkontribusi secara langsung terhadap target nasional Indonesia dalam mencetak 12 juta tenaga kerja digital yang kompeten pada tahun 2030. Mahasiswa di Indonesia yang ingin memanfaatkan fasilitas ini dapat segera mengunjungi platform AWS Builder Center untuk melakukan verifikasi status akademis mereka.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.