Ant International memperluas penerapan Agentic Mobile Protocol (AMP) secara global. Diluncurkan pertama kali pada April 2026, protokol pembayaran terbuka ini dirancang untuk memfasilitasi transaksi otomatis yang dijalankan oleh agen kecerdasan buatan (agentic commerce) secara aman di berbagai aplikasi super, dompet digital, dan perangkat seluler.
Transformasi ini menempatkan ekosistem Alipay+, yang melayani lebih dari 50 mitra pembayaran seluler, 10 skema QR nasional, serta menghubungkan 2 miliar akun konsumen—di jalur cepat menuju pembentukan jaringan pembayaran berbasis agen AI terbesar di dunia.
Chief Innovation Officer Ant International, Jiang-Ming Yang, menegaskan bahwa protokol ini hadir agar agen AI dapat beroperasi sebagai pelaku transaksi yang tepercaya dalam infrastruktur pembayaran yang sudah ada.
Siapa Saja Mitra Fase I yang Mengadopsi AMP?
Pada tahap awal implementasinya di tahun 2026, protokol ini langsung didukung oleh para pemimpin industri pembayaran lintas negara. Sebanyak 10 mitra dompet digital utama yang secara kolektif melayani 1,5 miliar akun pengguna resmi mengintegrasikan AMP ke dalam arsitektur keamanannya.
Berikut adalah daftar mitra strategis pada Fase I:
Kerangka Kerja Know-Your-Agent (KYA) Lintas Jaringan
Guna menjawab tantangan kepercayaan dalam perdagangan otonom, Ant International, Mastercard, dan Visa memulai kolaborasi strategis untuk mengembangkan kerangka kerja Know-Your-Agent (KYA).
Kerangka interoperabilitas ini memungkinkan berbagai jaringan pembayaran, mulai dari jaringan kartu hingga ekosistem dompet digital, untuk bekerja sama dalam proses pendaftaran serta identifikasi agen AI berdasarkan prinsip bersama yang disepakati.
Di Singapura, inisiatif ini turut diintegrasikan dengan platform BuildFin.ai di bawah naungan Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS). Mengacu pada kerangka Safeguards for Agentic Finance at Runtime(SAFR), kolaborasi ini berfokus pada verifikasi identitas, akurasi izin, dan mitigasi risiko transaksi berskala nano.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan ekosistem terbuka, kode sumber, SDK, dan dokumentasi teknis AMP kini juga telah dirilis secara open-source di GitHub bagi pengembang global.
Fitur Utama dan Mekanisme Keamanan Agentic Commerce
Penerapan protokol terbuka ini membawa sejumlah keunggulan teknis yang dirancang untuk memangkas hambatan operasional bagi pelaku usaha maupun konsumen. Integrasi agen yang lebih cepat mampu memangkas langkah koneksi hingga 50%, sementara mekanisme batas izin (authorization bounds) memastikan pengguna tetap memegang kendali penuh secara real-time.
Beberapa fitur esensial yang menyokong infrastruktur ini meliputi:
-
Transaksi End-to-End: Memungkinkan eksekusi pembayaran langsung dari perangkat seluler atau kacamata Augmented Reality (AR) tanpa perlu berpindah aplikasi.
-
AgentSafePay: Sistem jaminan perlindungan finansial bagi pelaku usaha terhadap risiko khusus yang timbul dari transaksi otonom berbasis AI.
-
Penyelesaian Nilai Nano (A2A): Mendukung transaksi antar-agen (agent-to-agent) berfrekuensi tinggi dengan nominal bernilai sangat kecil hingga $0,000001.
Sejumlah eksekutif mitra global menyambut positif langkah ini. General Manager Asia Pacific Checkout.com, Brian Sze, menyatakan bahwa AMP memperluas jangkauan dompet digital sehingga konsumen yang berbelanja melalui antarmuka AI seperti ChatGPT atau Gemini dapat membayar secara mulus menggunakan ekosistem Alipay+.
Senada dengan hal tersebut, Chief Innovation Officer DANA, Darrick Rochili, menekankan pentingnya membangun batas pengamanan dan kejelasan tanggung jawab seiring meningkatnya kemandirian mesin dalam memproses transaksi belanja harian.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.