Potensi krisis air tawar global yang diprediksi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2030 mendorong sektor industri untuk merombak strategi pemakaian sumber daya alam.
Merespons urgensi kesenjangan ketersediaan air bersih tersebut, Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation melalui PT Puradelta Lestari Tbk. resmi mengumumkan ekspansi program pengelolaan air berkelanjutan di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Cikarang pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Inisiatif ekologis yang telah berjalan sejak tahun 2025 ini mencetak pencapaian baru dengan bergabungnya raksasa komputasi awan Amazon Web Services (AWS) sebagai penyewa (tenant) perdana program tersebut.
AWS berkomitmen memanfaatkan pasokan air hasil daur ulang kawasan industri ini untuk memenuhi kebutuhan sistem pendingin (cooling system) infrastruktur pusat datanya, memangkas ketergantungan pada sumber air minum masyarakat secara signifikan.
Bagaimana Infrastruktur Daur Ulang Air GIIC Beroperasi?
Pengelolaan air menjadi esensial mengingat sektor industri menyerap sekitar 19% dari total pengambilan air tawar secara global. Untuk menjamin ketahanan pasokan air bagi para pelaku industri di dalamnya, GIIC membangun Instalasi Pengolahan Air Daur Ulang terintegrasi.
Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk., Hongky J. Nantung, menjelaskan bahwa keberlanjutan adalah fondasi utama pengembangan kawasan.
“Amazon Web Services menjadi tenant pertama yang menggunakan air hasil daur ulang dari fasilitas kami untuk kebutuhan pendinginan pusat datanya. Hal ini menunjukkan bagaimana infrastruktur berkelanjutan dapat membantu mengurangi konsumsi air tawar sekaligus mendukung pertumbuhan industri dalam jangka panjang di GIIC,” paparnya.
Untuk memberikan gambaran mengenai skala operasional infrastruktur pengolahan air di kawasan ini, berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
Mengapa AWS Memilih Solusi Air Daur Ulang untuk Pusat Data?
Operasional pusat data modern membutuhkan sistem pendinginan yang masif. Namun, penggunaan air tawar layak minum untuk kebutuhan mesin dinilai tidak lagi sejalan dengan prinsip kelestarian lingkungan.
Director for Data Center Operations AWS APJC, Saji PK, menegaskan komitmen perusahaannya untuk mencapai target “Water Positive” secara global pada 2030, di mana mereka saat ini telah merealisasikan 75% dari target pengembalian air ke masyarakat.
“Pemanfaatan air daur ulang, jika memungkinkan, merupakan salah satu strategi utama dalam operasional pusat data kami karena kami meyakini bahwa air layak minum seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan komunitas yang paling membutuhkannya,” jelas Saji. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini dapat menjadi model cetak biru (blueprint) pengembangan industri sirkular bagi organisasi penyedia teknologi lainnya.
Dukungan Infrastruktur Terpadu Kota Deltamas
Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2.200 hektare, GIIC tidak hanya fokus pada daur ulang air. Ekosistem industri ini disokong oleh panel surya, listrik hijau dari PLN, serta pengolahan limbah domestik dan hotel.
Daya tarik kawasan ini turut diperkuat oleh aksesibilitas logistik dan fasilitas publik yang komprehensif:
-
Akses Transportasi Logistik: Akses langsung ke Jalan Tol Jakarta–Cikampek via interchange KM 31, KM 37, dan KM 42.
-
Klaster Pendidikan Terpadu: Menampung Cikarang Japanese School, Korean Education Complex, ITSB, Sekolah Pangudi Luhur, dan SMK Ananda Mitra Industri.
-
Infrastruktur Kesehatan: Terdapat fasilitas RS Mitra Keluarga, klinik 24 jam, serta Eka Hospital yang sedang dalam tahap pengembangan.
-
Fasilitas Gaya Hidup & Rekreasi: Didukung oleh pusat perbelanjaan AEON Mall Deltamas, fasilitas olahraga Deltamas Sports Center, lapangan J-Golf, dan area lari (jogging track) hijau.
Langkah nyata Sinar Mas Land dan AWS ini diharapkan dapat memicu efek domino bagi perusahaan multinasional lain di Jawa Barat untuk segera mengadopsi standar operasional industri yang lebih selaras dengan alam.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.