Pertumbuhan eksponensial dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) menuntut kapasitas komputasi yang masif dan terspesialisasi. Menjawab tantangan tersebut Microsoft secara resmi mengumumkan ekspansi infrastruktur komputasi awan mereka, Microsoft Azure, melalui kolaborasi strategis dengan AMD.
Ekspansi ini berfokus pada peningkatan kemampuan AI dan Komputasi Kinerja Tinggi (HPC) dengan mengintegrasikan prosesor pusat data generasi terbaru dari AMD.
Scott Guthrie, Executive Vice President Cloud + AI di Microsoft, menekankan bahwa pendekatan perusahaan bertujuan untuk menyediakan platform yang komprehensif, terbuka, dan heterogen.
Melalui pemanfaatan platform Helios AI dan prosesor EPYC terbaru dari AMD, ekosistem Azure diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dari segi performa, efisiensi biaya, hingga konsumsi energi bagi para pengembang sistem AI.
Perbandingan Spesifikasi Seri Virtual Machine (VM) Azure Terbaru
Untuk mendukung berbagai tahapan dalam alur kerja kecerdasan buatan, kolaborasi ini menghasilkan tiga penawaran mesin virtual (VM) terbaru.
Berikut adalah ringkasan perbandingan spesifikasinya:
Apa Keunggulan Masing-Masing Infrastruktur Baru Ini?
Optimalisasi Sistem Data Melalui Azure HDv2 Infrastruktur unit pemrosesan sentral (CPU) yang padat dan efisien sangat krusial bagi sistem AI modern. Ketiadaan komputasi yang mumpuni dapat menyebabkan agen AI kekurangan kapasitas dalam menjalankan tugas. Seri HDv2 dirancang khusus untuk mengeliminasi hambatan tersebut dengan spesifikasi kelas atas:
-
Didukung oleh hampir 500 core CPU AMD EPYC Generasi ke-6.
-
Memori akses acak (RAM) berkapasitas 4 Terabyte (TB).
-
Penyimpanan lokal NVMe sebesar 32 TB.
-
Jaringan Azure Boost berkecepatan 400 Gbps.
Azure HXv2: Dirancang Khusus untuk Desain Silikon Era kecerdasan buatan menciptakan permintaan tinggi bagi perusahaan perancang cip. Seri HXv2 hadir sebagai evolusi dari seri sebelumnya dengan mengadopsi teknologi 3D V-cache milik AMD.
-
Memiliki 176 core CPU dengan clock speed melampaui 5 GHz.
-
Peningkatan kapasitas cache yang dapat dialamatkan per core sebesar 50%.
-
Opsi konfigurasi RAM mulai dari 2 TB hingga 4 TB.
-
Inklusi InfiniBand 800 Gbps untuk simulasi berbasis MPI (Message Passing Interface) skala besar.
Inferensi Andal dengan ND MI455X v7 Infrastruktur ini dikhususkan bagi beban kerja inferensi, di mana model AI yang telah dilatih mulai memproses kueri dan memberikan jawaban kepada pengguna akhir secara real-time. Kehadirannya melengkapi portofolio Azure sebagai solusi end-to-end yang fleksibel.
Dukungan Pelaku Industri Terhadap Inovasi HPC
Peluncuran seri VM terbaru ini disambut positif oleh para mitra industri, terutama di sektor perancangan semikonduktor.
Mark Papermaster, Executive Vice President sekaligus CTO AMD, menggarisbawahi pentingnya infrastruktur ini. “Tim rekayasa kami terus mendobrak batas dalam simulasi dan desain cip. Azure HXv2 dirancang untuk memberikan kinerja serta skalabilitas yang lebih besar bagi beban kerja ilmiah yang paling menuntut di dunia,” jelasnya.
Di sisi lain, Shankar Krishnamoorthy, Chief Product Development Officer Synopsys, menambahkan bahwa kolaborasi EDA bertenaga AI di atas platform Azure membantu klien mereka melampaui batasan infrastruktur tradisional. “Hal ini memungkinkan tim memenuhi tenggat waktu pengembangan yang ambisius sekaligus memaksimalkan kualitas desain secara dramatis,” tutupnya.
Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.