Meledaknya Mobile Esports telah menjadi salah satu narasi besar di ekosistem esports secara internasional. Free Fire salah satu contohnya. Sebegitu suksesnya, sampai-sampai
Nike meneruskan rencananya di dunia esports dengan bekerja sama dengan Vodafone Giants. Nike yang baru saja bekerja sama dengan T1 seminggu lalu seperti sangat antusias untuk
Tahun lalu, semakin banyak perusahaan non-endemik yang tertarik untuk menjadi sponsor esports, baik turnamen esports maupun organisasi esports. Salah satu alasannya adalah
Setelah hampir 3 tahun menemani para pemainnya, Fortnite ternyata terbukti masih menjadi favorit banyak gamers di dunia. Walau kurang populer di Indonesia,
Lee “Faker” Sang-hyeok telah memenangkan League of Legends World Championship sebanyak tiga kali. Mudah sekali baginya untuk mendapatkan gaji dengan angka fantastis.
Semakin banyak merek non-endemik yang tertarik untuk bekerja sama dengan pelaku industri game dan esports, termasuk merek fashion. Bahkan merek mewah seperti
Beberapa hari lalu, Yiliang “Doublelift” Peng memberikan pernyataan di sesi livestream-nya, “Dota 2 memiliki lebih banyak hal untuk dipelajari dibandingkan League of Legends. Tetapi