Dark
Light

Belajar Warding di Dota 2 Bersama BOOM Esports

13 mins read
October 23, 2020
Sumber: TheScore Esports

Mungkin belakangan Dota 2 sedang mengalami beberapa macam masalah jika kita bicara secara esports. Terlepas dari itu sebagai salah satu dari dua MOBA pertama di PC ini terbilang tetap menjadi game yang menarik dimainkan. Jadi bagaimana? Anda yang pemain lama sudah bisa tembus Archon atau malah masih Crusader? Anda yang baru mulai main apa kabarnya? Apakah sudah mulai menemukan kenikmatan di balik rumitnya mekanik Dota 2?

Sebagai pemain Dota 2 yang sudah lama pensiun saya juga masih merasakan kenikmatan tersendiri ketika harus kembali menelaah salah satu mekanik terpenting di Dota 2. Apakah mekanik tersebut? Jawabannya adalah Warding.

Walaupun harganya murah, Ward bisa dibilang sebagai salah satu elemen penting di Dota 2. Ibarat Daedalus, Aghanim, Dagon, atau Butterfly untuk senjata andalan Carry, Ward bisa dibilang senjata pamungkas untuk Anda pemain Role Support di Dota 2. Mempelajari teknik Warding itu gampang-gampang susah. Anda harus terus belajar sambil mempraktekkannya di medan pertempuran agar demi menyempurnakan teknik Warding Anda.

“Lalu kalau belum paham sama sekali, saya harus mulai belajar Warding dari mana?”

Pada kesempatan kali ini Hybrid.co.id berkolaborasi dengan BOOM Esports untuk memberikan sedikit tuntunan bagi Anda yang ingin belajar Warding. Tanpa berlama-lama lagi berikut pembahasan Hybrid.co.id seputar Warding.

 

Apa Itu Ward?

Sumber: dota2.gamepedia.com
Sumber: dota2.gamepedia.com

Beberapa pemain lama mungkin sudah khatam dengan item Ward. Meski begitu dalam artikel ini saya ingin menyajikan sebuah guide yang sifatnya menyeluruh sehingga bisa dinikmati pemain baru ataupun lama. Dalam Dota 2, Item bernama Ward merupakan sebuah Item yang fokusnya adalah untuk memberi informasi kepada pemain. Ada dua jenis Ward di Dota 2 yaitu Observer Ward dan Sentry Ward.

Observer Ward merupakan item yang memungkinkan Anda untuk memantau suatu daerah di tempat Anda meletakkan item tersebut. Setelah membelinya, Observer Ward bisa diaktifkan dengan cara klik Item tersebut lalu klik ke tanah untuk meletakkan Observer Ward. Setelah diletakkan, Observer Ward akan memantau/memberi Vision di sekitar area Anda meletakkannya selama 360 detik (6 menit).

Dulu Anda butuh sekitar 100 Gold untuk bisa menggunakan item Observer Ward. Untungnya Icefrog (Developer Dota 2) adalah sesorang yang pengasih sehingga Ward digratiskan sejak Dota 2 Patch 7.23. Observer Ward bersifat Invisible sehingga hanya bisa ditemukan oleh Item dengan kemampuan True Sight. Salah satu Item yang memiliki True Sight adalah Sentry Ward.

Sumber: dota2.gamepedia.com
Sumber: dota2.gamepedia.com

Sentry Ward adalah Item Ward lain yang fungsinya untuk menemukan benda Invisible di sekitar tempat Anda meletakkannya. Walaupun bisa menemukan benda/Hero invisible namun Sentry Ward tidak memiliki Vision. Karena tidak memiliki Vision, maka wilayah di sekitar Sentry Ward akan tetap gelap kalau Hero Anda tidak ada di sekitar Sentry. Sentry Ward dijual seharga 75 Gold di Shop. Setelah membelinya Anda bisa mengaktifkan Sentry dengan cara yang sama seperti Observer Ward. Setelah diletakkan Sentry Ward akan aktif selama 480 detik (8 menit).

 

Tips Meletakkan Observer Ward di Dota 2

Sumber:
Sumber: Reddit.com

Guide kali ini akan fokus kepada teknik Warding untuk mendapatkan informasi pergerakan musuh. Maka dari itu Item Ward yang jadi fokus kita kali ini adalah Observer Ward. Lalu pertanyaannya adalah kapan, bagaimana, dan apa tujuan meletakkan Observer Ward? Cara meletakkan Observer Ward sudah kita bahas pada bagian sebelumnya dan kini kita tinggal menjawab kapan serta apa tujuan meletakkan Observer Ward.

Untuk menjawab pertanyaan “Kapan meletakkan Observer Ward”, saya mengutip panduan singkat dari ProGuides.com. Dalam tips Warding tersebut, ProGuides.com menjelaskan ada 5 waktu yang tepat untuk meletakkan Observer Ward. Pertama saat awal game yang disebut Pre-Game Warding, kedua 5-6 Minute Warding, ketiga After Laning Warding (sekitar menit ke-15), keempat Mid Game Warding (sekitar menit ke-20), dan kelima Late Game Warding (di atas menit ke-25).

Lalu untuk menjawab “Tujuan meletakkan Observer Ward” saya mengutip konten BOOM Class dari BOOM Esports yang dipandu oleh Brizio Adi Putra atau “Hyde”. Dalam panduan tersebut Hyde menjelaskan 4 tujuan meletakkan Observer Ward. Tujuan tersebut adalah Rune Warding, Objective Warding, Offensive Warding, dan Defensive Warding. Oke, mari kita bahas singkat satu per satu arti dari masing-masing istilah yang saya sebut barusan.

 

Timing Peletakkan Observer Ward

Sumber: TenTonHammer
Sumber: TenTonHammer.

Pre-Game Warding

Pre-Game Warding merupakan peletakkan Ward pertama sebelum terompet peperangan ditiup. Awal permainan adalah momen penting untuk meletakkan Ward. Karena hasil akhir permainan sedikit banyak dipengaruhi oleh bagaimana sebuah tim mengawali pertandingannya.

5-6 Minute Warding

Saya tentu tidak perlu menjelaskan lagi kapan meletakkan Ward pada bagian ini karena timing-nya sudah jelas yaitu menit ke-5 sampai 6. Kenapa penting meletakkan Ward pada menit ke-5 sampai 6? Alasannya ada dua.

Apabila pemain melakukan Pregame Warding, maka Ward yang tadi diletakkan sudah habis durasinya pada menit ini. Menit ke-5 juga merupakan fase malam yang pertama di dalam permainan Dota 2. Ward jadi senjata utama untuk menghindari Ganking pada fase malam karena Vision Hero/Tower dikurangi ketika permainan Dota 2 masuk fase itu.

After Laning Warding

Timing Warding ini juga sebenarnya juga cukup jelas yaitu pada momen ketika rata-rata hero sudah mulai meninggalkan Lane. Kapan fase ini dimulai? Sekitar menit ke-15 atau lebih cepat ketika beberapa Hero bisa jadi sudah mendapatkan Item penting dan sudah siap untuk mencari perang.

Mid Game Warding

Setelah menit ke-15, fase Mid Game juga menjadi timing penting untuk meletakkan Ward. Kapan fase Mid Game di Dota 2 terjadi? Sekitar menit ke-20. Pada fase ini biasanya salah satu tim sedang menyerang atau terserang. Warding pada masa ini jadi penting karena yang menyerang biasanya berusaha mempertahankan dominasi teritori. Pada sisi lain yang terserang melakukan Warding untuk mengawasi sambil mempertahankan area penting yang tersisa.

Late Game Warding

Fase ini terjadi sekitar menit ke-25 hingga permainan berakhir. Pada fase ini semua Hero seharusnya sudah memiliki Item lengkap dan siap perang untuk mengakhiri permainan. Sama seperti fase Mid Game, Ward di fase ini berbeda-beda tergantung kondisi permainan. Apabila Anda sedang unggul maka Ward akan diletakan di dalam teritori lawan. Apabila tim sedang ketinggalan maka Ward akan diletakkan di area penting seperti Roshan atau area hutan untuk mengawasi pergerakkan musuh.

 

Tujuan Peletakkan Observer Ward

Sumber: TheScore Esports.
Sumber: TheScore Esports.

Rune Warding

Rune merupakan sebuah Buff yang bisa diambil di area tertentu dari map. Rune bisa memberi Anda Gold atau kekuatan tambahan kepada Hero. Rune muncul di sisi atas dan bawah sungai. Seperti namanya, Rune Warding dilakukan untuk mengawasi area tempat Rune muncul.

Tujuan Rune Warding ada 2. Pertama adalah untuk mengetahui Rune jenis apa yang muncul. Dengan Informasi tersebut Mid Laner jadi bisa mengambil keputusan untuk tidak mengambil Rune, mengambil Rune saja, atau mengambil Rune lalu Ganking. Kedua adalah untuk memberikan informasi pergerakan Mid Laner musuh kepada Safe Laner atau Offlaner.

Objective Warding

Objective Warding biasanya diletakkan dengan fungsi untuk memudahkan penyerangan atau pertahanan bangunan-bangunan objektif seperti Tower, Shrine, atau Barrack. Tetapi Objective Warding bisa bersifat fleksibel tergantung dari tujuan apa yang ingin dikejar oleh tim Anda, seperti Farming, Ganking, atau persiapan Roshan.

Offensive Warding

Jelas seperti namanya, Ward ini ditempatkan ketika Anda ingin melakukan agresi ke pihak musuh. Fungsi peletakkannya bisa bermacam-macam. Tetapi yang paling umum adalah untuk mempertahankan teritori yang sudah berhasil diambil sebelumnya (Map Control).

Defensive Warding

Defensive Warding adalah kebalikan dari Offensive Warding. Penempatan Ward ini biasanya dilakukan ketika Anda sedang ketinggalan dan butuh informasi untuk mempertahankan teritori yang tersisa. Fungsi peletakkannya juga bisa bermacam-macam namun yang paling umum adalah untuk bertahan dari sergapan musuh.

Setelah mengenal konsep-konsep umum dalam Warding, sekarang mari kita praktik! Untuk praktik saya mengambil dua contoh sebagai bahan Anda belajar.

Contoh pertama saya ambil dan pelajari lebih lanjut konten BOOM Class yang disajikan oleh Instagram resmi BOOM Esports, @boomesportsid. Contoh kedua kita akan melakukan Match Analysis singkat terhadap pertandingan BOOM Esports yang terakhir yaitu saat melawan Cignal Ultra di turnamen Moonstudio Mid-Autumn League.

 

Tips Warding di Sisi Radiant Dari Hyde, Pemain Support Divisi Dota 2 BOOM Esports

Brizio Adi Putra atau “Hyde” membagi timing Warding menjadi tiga saja dalam konten BOOM Class. Timing tersebut adalah Early, Mid, dan Late Game.

Hyde menjelaskan tips meletakkan Observer Ward secara berurutan berdasarkan tiga timing tersebut. Pada awal video Hyde menjelaskan posisi Early atau Pre-Game Warding yang perlu dilakukan jika pemain berada di sisi Radiant.

Posisi Warding Pertama. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Pertama. Sumber: Instagram @boomesportsid

Posisi pertama yang ditunjukkan oleh Hyde terbilang cukup umum. Pemain Support kawakan harusnya sudah hafal dengan posisi peletakkan ini karena Vision yang didapatkan teramat strategis. Kenapa strategis? Karena Ward tersebut memberikan Vision terhadap area Rune dan area High Ground sisi Dire. Berbekal Vision dua area tersebut, Mid Laner Radiant jadi bisa mengawasi rotasi pergerakan Mid Laner Dire sembari membuat keputusan rotasi setelah melihat Rune apa yang Spawn di sisi tersebut.

Posisi Warding Ke-2. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-2. Sumber: Instagram @boomesportsid

Setelahnya Hyde menunjukan posisi Warding ke-2 yang juga bisa digolongkan sebagai 5-6 Minute Warding. Posisi Warding kedua berada di dekat tangga sisi Safe Lane Radiant. Seperti yang dijelaskan Hyde dalam Video, teknik tersebut tergolong Defensive Warding yang dilakukan dengan tujuan untuk menjaga Hard Carry agar dapat Farming dengan tenang. Penempatan Ward tersebut bisa menangkap pergerakan rotasi musuh dari sisi Mid ataupun Offlane apabila mereka melakukan Ganking tanpa Smoke of Deceit.

Posisi Warding Ke-3. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-3. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-4. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-4. Sumber: Instagram @boomesportsid

Posisi ke-3 dan ke-4 juga masih tergolong fase Early Game yang bisa digolongkan sebagai Offensive Warding. Kedua posisi tersebut punya tujuan yang hampir mirip yaitu untuk mengawasi pergerakan Hard Carry pihak Dire. Fungsi posisi Warding ke-3 digunakan untuk melihat pergerakan Hard Carry pihak Dire yang sedang Farming di area lane. Fungsi posisi Ward ke-4 adalah untuk melihat pergerakan Hard Carry pihak Dire yang sedang Farming di area Jungle.

Posisi Warding Ke-5. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-5. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-6. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-6. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-7. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-7. Sumber: Instagram @boomesportsid

Posisi ke-5, ke-6, dan ke-7 adalah posisi Warding untuk fase After Laning menuju ke Late Game. Hyde memberikan tips Warding dengan asumsi Anda sedang unggul di pihak Radiant. Dengan skenario tersebut, Hyde menunjukkan dua posisi Ward yang tergolong sebagai Offensive Ward dengan fungsi untuk Map Control.

Posisi Ward ke-5 terbilang sebagai Common Spot karena posisinya yang diketahui umum dan tidak berubah sejak lama. Pada posisi tersebut Anda bisa melihat area hutan serta Lane pihak Dire. Posisi Ward ke-6 ada di area Mid Lane. Fungsinya masih sama yaitu untuk Map Control. Namun demikian, Ward di Mid Lane terbilang lebih strategis mengingat area tersebut ibarat nadi dari permainan Dota 2 itu sendiri.

Posisi Ward ke-7 juga masih sama punya fungsi sama yaitu untuk Map Control. Bedanya posisi tersebut lebih bersifat Defensive Warding karena ditempatkan di area Radiant sendiri. Posisi Ward ke-7 bisa membantu pihak Radiant untuk menangkap usaha agresi yang dilakukan pihak Dire walaupun mereka sedang kalah.

Posisi Warding Ke-8. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-8. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-9. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-9. Sumber: Instagram @boomesportsid

Posisi Ward ke-8 dan ke-9 jadi posisi Ward alternatif apabila Anda menemui kondisi yang berbeda di dalam permainan. Posisi Ward ke-8 tergolong sebagai Objective Warding. Fungsinya tidak hanya untuk menangkap pergerakan Dire di area Jungle mereka sendiri tetapi juga mengawasi pergerakan musuh di area dekat Roshan Pit.

Posisi Ward ke-9 hampir mirip dengan Posisi Ward ke-7. Posisi Ward ke-9 jadi beda karena dia memberikan Vision yang lebih luas walau posisi Ward tersebut tergolong Common Spot yang mudah ditebak pihak Dire.

Posisi Warding Ke-10. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-10. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-11. Sumber: Instagram @boomesportsid
Posisi Warding Ke-11. Sumber: Instagram @boomesportsid

Posisi Ward ke-10 dan ke-11 adalah untuk fase Late Game. Posisi Ward ke-10 punya fungsi yang mirip dengan Posisi Ward ke-5 yaitu untuk Map Control. Posisi Ward ke-10 jadi beda karena bukan Common Spot yang belum tentu bisa ditebak oleh pihak Dire.

Terakhir posisi Ward ke-11 juga digunakan untuk fungsi Map Control yang cenderung bersifat Defensive Ward. Posisinya ada di Common Spot dekat Ancient Jungle Camps pihak Dire. Berhubung berada di Common Spot, posisinya lebih mudah ditebak musuh. Namun demikain Ward tersebut memberikan jangkauan Vision yang besar di area sekitar Lane bawah.

 

Warding Analysis Match BOOM Esports vs Cignal Ultra

Setelah melihat Warding Tips yang disajikan Hyde lewat konten BOOM Class, sekarang mari kita lihat praktiknya. Sebagai contoh kasus saya mengambil pertandingan terakhir BOOM Esports saat melawan Cignal Ultra di turnamen Moonstudio Mid-Autumn League.

Dalam pertandingan tersebut BOOM Esports bermain sebagai pihak Dire. Beberapa posisi Ward mungkin agak sedikit berbeda dengan apa yang disebut di atas namun tekniknya kurang lebih sama. Agar lebih mudah dipahami saya akan membagi Warding Analysis ini berdasarkan timing permainan.

Pre-Game

Sebelum terompet pertarungan dibunyikan BOOM Esports sudah terlihat meletakkan dua Observer Ward. Ward pertama diletakkan Hyde di Lane Bawah pada area teritori dekat Tower Safe Lane Radiant. Sementara Ward ke-2 diletakkan di Mid Lane.

Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia
Posisi Ward Pregame Pertama. Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia

BOOM Esports menggunakan formasi 2-1-2 pada fase Laning. Jika melihat dari posisinya, Ward pertama digunakan oleh Hyde (Mirana) dan Fbz (Tidehunter) di sebagai sarana Offensive Ward. Positioning Ward ini terbilang cukup berani mengingat posisi titik temu Creep Lane Bawah cenderung lebih dekat ke Tower Safe Lane Radiant.

Namun keputusan yang diambil Hyde cukup masuk akal. Posisi Ward seperti demikian memberi Mirana kesempatan lebih besar untuk mendaratkan Sacred Arrow dengan sempurna. Apabila kena, Tidehunter tinggal follow-up tanpa takut kena Counter-Gank sudah ada Vision di belakangnya. Tak hanya itu, berhubung Cignal Ultra memainkan Spectre dan Oracle di Lane bawah, Ward tersebut juga bisa digunakan untuk menangkap Spectre apabila Ia berposisi offside. Ditambah lagi, Ward tersebut juga bisa memberi informasi kepada BOOM Esports apabila Oracle meninggalkan Lane bawah.

Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia
Posisi Ward Pregame ke-2. Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia

Sementara itu Ward ke-2 tidak banyak bisa dibahas mengingat posisinya yang cukup umum. Posisi tersebut adalah Rune Warding yang digunakan untuk mengawasi Rune dan High Ground Mid Lane Radiant.

Early Game

Pada Fase Early Game BOOM Esports terlihat meletakkan dua Ward di area Safe Lane Dire. Pada menit ke-6 BOOM Esports meletakkan Ward di dekat Tower Offlane Radiant dan sungai. Ward tersebut adalah jenis Offensive Ward yang tidak hanya dapat menangkap pergerakan sang Offlaner tapi juga bisa membuka celah Ganking.

Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia
Posisi Ward Early Game Pertama. Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia

Penempatan Ward dari BOOM Esports terbilang cukup pintar mengingat Cignal Ultra memainkan Venomancer dan Magnus di Lane atas, dua hero yang punya kecenderungan mendorong Creep Wave. Benar saja, Ward tersebut memudahkan usaha Mikoto (Batrider) melakukan Counter-Gank terhadap agresi Cignal Ultra di menit-7. Pasca peperangan, Drow Ranger (Dreamocel) dipaksa TP ke Base tapi BOOM Esports mendapat 2 Kill di momen tersebut.

Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia
Posisi Ward Early Game ke-2. Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia

Ward kedua ada di menit ke-9 dan merupakan Defensive Ward. Peletakan Ward ini juga merupakan suatu keputusan yang bagus nan tanggap dari BOOM Esports. Melihat Plague Wards Venomancer Cignal Ultra sudah merajalela, BOOM Esports memutuskan untuk melepas Tower Tier 1 Lane atas. Tetapi mereka bukan mundur dengan tanpa perlawananan. Khezcute meletakkan sebuah Observer Ward di belakang Tower Tier 1 untuk berjaga-jaga apabila Venomancer berposisi offside.

Peletakkan Ward tersebut dilanjutkan dengan taktik pertukaran posisi antara Batrider (Mikoto) dan Drow Ranger (Dreamocel). Batrider dipindah ke atas, sementara Drow Ranger dipindah ke tengah untuk farming sambil dijaga ketat. Jadi walaupun Tower hancur, BOOM Esports terbilang masih memegang kendali permainan berkat Ward tersebut.

Mid Game

Pada fase Mid Game (sekitar menit ke-15 sampai 20) BOOM Esports terlihat meletakkan tiga buah Ward di tiga waktu yang berbeda. Ward pertama terlihat di menit 15:44, Ward ke-2 di menit 16:21, dan Ward ke-3 di menit 21:14.

Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia
Posisi Ward pertama fase Mid Game. Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia

Ward pertama menjadi pertunjukkan kemampuan Macro Game yang baik dari seorang Khezcute. Ketika sedang terjadi kemelut di area Mid Lane, Khezcute (Clockwerk) berjaga di sisi dekat Tower Offlane Dire. Walau Khezcute hanya diam namun ia sebenarnya mengawasi sambil menunggu momentum untuk mendaratkan Hookshot. Sayang Khezcute tidak mendapat momen tersebut dan posisinya ketahuan oleh musuh.

Khezcute pun kabur tapi tidak lurus ke arah Base melainkan ke arah Jungle bawah Radiant. Sambil kabur ia meletakkan sebuah Ward yang strategis pada fase permainan tersebut. Posisi Ward-nya bisa Anda lihat pada gambar di atas. Ward tersebut tergolong sebagai Offensive Ward yang digunakan untuk menangkap pergerakan pihak Radiant di sisi Jungle bawah. Alhasil BOOM Esports mendapat teritori Farming tambahan karena Lane bawah cenderung aman berkat Ward tersebut.

Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia
Posisi Ward ke-2 fase Mid Game. Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia

Kamera Observer sayangnya tidak sempat menunjukkan timing ketika Ward ke-2 diletakkan. Namun Ward tersebut juga menjadi Ward yang pintar. Ward tersebut tidak hanya mengawasi area Jungle bawah Radiant tetapi juga memblokir Spawn Creep di Jungle Camp sekitar area tersebut.

Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia
Posisi Ward ke-3 fase Mid Game. Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia

Ward terakhir BOOM Esports pada fase Mid Game ada di menit 21:14. Melihat dari posisinya bisa dibilang bahwa Ward tersebut tergolong sebagai Objective Ward. Kisaran menit tersebut adalah waktunya untuk mengambil Roshan. BOOM Esports meletakkan Ward tersebut sebagai sarana mengawasi pergerakan lawan dari Lane atas Radiant menuju ke Roshan. Cignal Ultra sepertinya merasakan keberadaan Ward tersebut sehingga mereka memilih untuk bertarung langsung dari Mid Lane menuju ke sungai dekat Roshan Pit. Cignal Ultra kalah perang setelah Spectre terpisah dari kawan-kawannya. Pasca peperangan BOOM Esports pun untung besar karena menang perang dan dapat Roshan.

Late Game

Pada fase Late Game sekitar menit 25 ke atas, BOOM Esports kembali terlihat memasang dua buah Ward. Ward pertama terlihat di menit 26:15 dan Ward kedua di menit 28:35. Karena BOOM Esports sudah sekitar 80% mendominasi fase Late Game, maka Ward diletakkan sebagai sarana mempertahankan kekuasaan teritori yang sudah didapat alias Map Control.

Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia
Posisi Ward pertama fase Late Game. Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia

Ward menit ke-26 adalah Common Spot yaitu High Ground di antara Lane atas dan Mid Lane pihak Radiant. Wajar saja BOOM Esports berani meletakkan Ward di posisi Common Spot tersebut. Penyebabnya adalah karena mereka sudah mendominasi teritori tersebut. Apalagi Ward tersebut juga strategis berkat Vision ke arah Tower Tier 2 Lane atas, Mid Lane, dan Jungle dekat Shrine milik Radiant.

Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia
Posisi Ward ke-2 fase Late Game. Sumber: YouTube Channel @WxC Indonesia

Ward terakhir yang terlihat ada di menit ke-28 yang posisinya bisa Anda lihat sendiri pada gambar di atas. Fungsi Ward tersebut terbilang mirip dengan Ward sebelumnya yaitu untuk Map Control. Posisi Ward tersebut membuat pergerakan BOOM Esports jadi lebih leluasa di area bawah karena memberikan Vision ke jalan penghubung dari Tower Tier 2 Mid Lane ke Jungle Bottom Lane.

Walaupun begitu Ward tersebut terbilang bukan Warding yang krusial. Setelah sesaat berada di bawah, BOOM Esports justru melakukan Smoke Gank ke arah atas karena Ward mereka dihancurkan. Usaha Gank tersebut berbuah 2 Kill, BOOM Esports melanjutkan serangan ke arah High Ground Tower Mid Lane, dan Cignal Ultra berakhir menyerah dengan ketik GG.

Bagaimana? Apakah artikel ini sudah cukup membantu Anda memahami konsep umum teknik Warding? Sudah cukup untuk memahami letak-letak untuk menempatkan Observer Ward? Semoga artikel ini bisa membantu dan selamat berjuang menembus rank Archon!

Disclosure: Artikel ini merupakan hasil kolaborasi BOOM Esports dengan Hybrid.co.id.

Previous Story

DxO Umumkan PhotoLab 4 dengan Teknologi AI DeepPRIME Baru

Next Story

Huawei Mate 40 Series Resmi Meluncur dengan Chipset 5 nm dan Kamera Bersensor Masif

Latest from Blog

Don't Miss

Review Poco X6 5G Hybrid

Review Poco X6 5G, Performa Ekstrem dan Sudah Dapat Pembaruan HyperOS

Poco X6 membawa layar AMOLED 120Hz dengan Dolby Vision lalu

Review Realme 12 Pro+ 5G, Smartphone Mainstream dengan Zoom Periscope Paling Terjangkau

Realme 12 Pro+ 5G merupakan smartphone paling baru dari realme di