Dark
Light

FormSpring : User Generated dan Anonimitas

1 min read
March 19, 2010

Internet memang sebuah dunia yang sangat besar dengan penduduk yang juga sangat besar. Hampir tidak mungkin mengatur semua orang agar berjalan secara sempurna seperti rencana. Di era web 2.0 ini trend yang terlihat adalah User Generated Content dimana pengguna bisa berpartisipasi secara langsung dengan mengkontribusikan konten untuk sebuah layanan. Sebuah trend lain yang juga muncul adalah anonimitas. Hampir semua layanan di internet saat ini masih belum mengijinkan anonimitas layanan seperti FormSpring.me sepertinya mulai mendapatkan popularitas dengan membawa fitur ini.

FormSpring.me ini merupakan salah satu startup yang bersinar beberapa bulan belakangan, apalagi sejak ramai-ramainya pengguna Twitter asal Indonesia menggunakan layanan ini untuk blog mereka. FormSpring.me ini pada dasarnya adalah layanan yang memfasilitasi komunikasi antara anda dengan orang lain, dimana orang lain dapat mengirimkan pertanyaannya kepada anda untuk dijawab. Uniknya, orang yang bertanya ini diberikan pilihan untuk tetap menyembunyikan identitasnya, anonim.

Banyak pihak yang sejak awal terdengar skeptis dengan layanan ini, tidak jauh berbeda dengan konsep komentar di blog, katanya. Namun sepertinya suara – suara negatif tersebut sukses dibungkam dengan makin populernya layanan FormSpring.me ini. Terbukti dengan dikucurkannya dana USD$ 2.2 juta, investasi dari angel investor untuk FormSpring.me. Angel investornya pun bisa dibilang pemain besar yang sudah lama berkecimpung di dunia internet startup macam Chris Sacca, Kevin Rose, David Morin, etc.

Kalau dipikir-pikir, User Generated dan Anonimitas ini merupakan 2 fitur yang sejak jaman internet boom sudah ditakuti oleh banyak pihak, bahkan diklaim mampu membahayakan konsep internet itu sendiri. Namun seiring jaman, justru pengguna internet sendiri-lah yang ternyata membentuk behavior ini. Dan tentunya, keinginan pengguna tidak dapat dilawan.

FormSpring.me menurut saya sukses membawa kedua fitur ini menjadi sebuah layanan yang dibungkus dengan rapi, unik dan juga amat personal. FormSpring mampu melihat kebutuhan pengguna internet yang makin lama makin narsis, dan menciptakan layanan untuk memuaskan ego pengguna.

Honestly, i think FormSpring.me is not about the communication between you and friends/fans. It’s about you telling the world about your connection with fans/friends. Difference : (again) it’s all about you.

Kunci dari FormSpring ini adalah ego, kunci dari Facebook dan situs jejaring sosial lain-pun kurang lebih sama. Kurang lebih. It’s all about you, inilah yang merupakan faktor pembeda antara web konvensional dengan web 2.0.

Lalu bagaimana penerapannya di Indonesia? Oke, Facebook memang sangat populer. Namun salah satu startup yang mengusung tema user generated dan anonim, Ngaku.in, justru makin menurun popularitasnya.

Ayo, apa lagi sih layanan lokal yang mendukung User Generated Content dan Anonimitas? Apakah pengguna internet Indonesia belum bisa menerima kedua fitur ini dalam satu layanan yang sama? Atau justru ini bakalan jadi sebuah trend yang akan datang di Indonesia?

ps : Kaskus pasti nggak masuk ya, karena officially tidak mendukung Anonimitas 😉

Rama Mamuaya

Founder, CEO, Writer, Admin, Designer, Coder, Webmaster, Sales, Business Development and Head Janitor of DailySocial.net.

Contact me : [email protected]

4 Comments

  1. Yup, sifat dasar dari internet adalah anonim. Siapapun bisa menjadi apapun. Sejumlah situs berusaha “melawan” sifat anonimitas ini dengan cara menerapkan berbagai verifikasi, misalnya Facebook: walaupun kita bisa memasukkan nama samaran, atau data palsu, tapi ujung2nya identitas kita akan terlihat dari Friends kita (kecuali kita benar2 berniat membuat persona baru dengan teman2 baru juga, barulah kita bisa benar2 anonim).

    Saya ada bikin situs anonim, bisa dilihat di: http://mejeng.com
    tapi sejauh ini belum ada perkembangan yang signifikan. Entah karena kurang promosi atau konsepnya kurang menggigit.

  2. Sharing aja, di plurktemplates.com itu (site yg gw abaikan itu) ternyata masih saja ada yg ngisi. Kadang isiannya benar (CSS template plurk), tapi gak jarang isiannya adalah upload-an foto mereka sendiri. Jadi gw sempet kepikir, user2 ini gak cukup eksis cuma di FB. Kalau ada tempat lain utk mereka upload foto diri mereka, mereka pasti akan pasang (asalkan sitenya gak berhawa negatif dan anonimitas tetap terjaga).

    Jadi kalau mau, ada ide kasar nih. Buat aja situs user generated content, dimana user bisa bikin wallpaper (utk desktop dan mobile) dengan foto mereka sendiri. Plus, mereka bisa foto langsung dari webcam. Tambahin blink2 frame di sekitarnya. Wallpaper terakhir akan tetap dipajang di site. Percaya deh, pasti laku.

    Btw, setelah 2 tahun, ternyata pengunjung Plurktemplates.com orang Taiwannya 3x lebih banyak drpd orang Indonesia, dan mereka sama2 alay-nya :)) Lumayan banyak loh gw dapet AdSense dari ini per bulannya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Digg Siapkan Tampilan Baru

Next Story

Seberapa Pentingkah Investor Untuk Startup?

Latest from Blog

Don't Miss

Keyboard SilentKeys Jaga Privasi dan Keamanan Anda Saat Menjelajahi Web

Tak banyak orang menyadari bahwa keyboard bisa menjadi celah masuknya ancaman

Aplikasi Mobile Persona untuk Pertemukan Anak Muda dengan Bidang Minat yang Sama

Satu lagi layanan hadir  meramaikan kancah media sosial  di Indonesia.