Dark
Light

TrueMoney Bidik Tiga Negara Baru Tahun Depan

2 mins read
October 26, 2016
Jajaran direksi True Money dan Ascend Corporation meresmikan kemitraan strategis dengan enam partner untuk kemudahan transaksi bagi pelanggan True Money / DailySocial

Langkah TrueMoney kian gencar untuk terus memasuki negara berkembang lainnya agar pemasaran layanan uang elektroniknya makin meluas. Rencananya, tahun depan ada tiga negara yang akan dimasuki. Malaysia di kuartal pertama, kemudian menyusul Laos, dan Bangladesh.

TrueMoney pertama kali beroperasi di Thailand sejak 2007 dan merupakan unit bisnis dari Charoen Pokphand (CP) Group. Kini perusahaan disebut sebagai salah satu dari tiga besar uang elektronik yang paling banyak di gunakan di negara tersebut.

Negara berikutnya yang disambangi oleh TrueMoney setelah sukses di Thailand adalah Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Filipina. True Money masuk ke Indonesia pada September 2015 di bawah payung Ascend Group melalui PT Witami Tunai Mandiri.

[Baca juga: Mengenal Layanan E-Money TrueMoney Witami dan Rencana-Rencananya di Tahun 2017]

Punnamas Vichitkulwongsa, CEO Ascend Corporation, menerangkan dari segi volume transaksi negara yang paling banyak berkontribusi ke pendapatan secara berurutan adalah Kamboja, Indonesia, dan Vietnam. Dari segi jumlah agen, Indonesia adalah negara dengan urutan pertama.

Dia menjelaskan, potensi Indonesia untuk pasar uang elektronik sangat besar. Hal inilah yang menjadikannya ambisius untuk menjadikan Indonesia sebagai fokus utama TrueMoney. Pihaknya pun siap mengucurkan dana investasi untuk merealisasikan target tersebut.

“Dalam lima tahun mendatang, kami yakin TrueMoney di Indonesia bisa menjadi kontributor utama dalam perusahaan sebab negara ini memiliki jumlah populasi terbesar dan jumlah orang yang unbanked masih besar,” ujarnya, Rabu (26/10).

Untuk itu, pihaknya kini gencar menggaet agen dari berbagai channel. Sebab, agen memiliki peran yang penting dalam proses edukasi. Ada proses tatap muka untuk menciptakan unsur kepercayaan satu sama lain.

Menurutnya, ada dua pendekatan yang akan dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat Indonesia. Untuk orang yang masih unbanked dan masih menggunakan feature phone, ada agen yang siap melayani mereka. Sementara untuk konsumen yang sudah well educated akan dilakukan pendekatan melalui aplikasi smartphone.

“Memang ada pemain yang fokus pendekatan melalui aplikasi untuk layanan uang elektronik. Tapi menurut kami yang lebih tepat adalah agen. Jumlah agen yang banyak dan tersebar dapat membantu proses edukasi masyarakat jadi lebih masif.”

Perluasan agen jadi langkah utama TrueMoney di Indonesia

Mendukung penjelasan Vichitkulwongsa, Calindra Da Cunha selaku Head of Product Management TrueMoney Indonesia menjelaskan agen memegang peranan penting bagi perluasan transaksi uang elektronik di Indonesia. Tak hanya agen secara individu saja yang bakal digaet perusahaan, tetapi juga dengan mengakuisisi agen dari perusahaan ritel sebagai perpanjangan tangan perusahaan.

Hari ini (26/10) TrueMoney menambah kemitraan strategis dengan Alfamart, Animal Defender, Xtrans, Bebek Kaleyo, SAP Express, dan ATM Alto Network sebagai agen perpanjangan tangan perusahaan.

“Mengakuisisi mitra seperti Alfamart merupakan langkah yang tepat mengingat mereka sudah memiliki 11 ribu gerai dan 65 toko binaan di seluruh Indonesia. Lokasi gerai yang tersebar ini dapat membantu masyarakat yang berada di pedalaman dan jauh dari kantor cabang bank untuk bisa menggunakan layanan finansial.”

TrueMoney mengklaim saat ini total 20 ribu agen di sekitar 10 kota besar di Indonesia, diantaranya Bandung, Surabaya, Jakarta, Balikpapan, Makassar, Denpasar, Medan, Yogyakarta dan Palembang. Adapun total membernya mencapai 200 ribu orang.

Diharapkan sampai akhir tahun ini jumlah member bisa menyentuh angka 500 ribu orang dan jumlah agen bisa menembus 23 ribu orang. Sedangkan, dari segi transaksi kini sudah mencapai 150 ribu hingga 160 ribu per harinya.

Untuk menyiapkan kapasitas transaksi lebih besar lagi, pihak TrueMoney kini sedang mempersiapkan diri untuk migrasi ke sistem yang mampu menampung hingga 2,5 juta transaksi dalam seharinya.

Previous Story

BlackBerry Messenger Tambah Fitur BBM Voucher

Next Story

LINE dan Alfamart Jalankan Kolaborasi Pemasaran

Latest from Blog

Don't Miss

Lebih Parah dari Kasus Doni Salmanan, Inilah 7 Kasus Penipuan Terbesar di Industri Teknologi

Startup selalu berusaha mencari cara untuk mendisrupsi status quo menggunakan
Startup fintech payment gateway Xendit merambah sektor perbankan dengan mendirikan PT Bank Perkreditan Rakyat Xen (BPR Xen) yang berlokasi di Depok

Xendit Rambah Perbankan, Dirikan Bank Perkreditan Rakyat Xen

Ekspansi bisnis startup unicorn di sektor fintech, Xendit, kini sudah