Platform kebugaran global, Strava, secara resmi merilis laporan perdana bertajuk Strava Metro: Commute Report.
Laporan komprehensif ini merangkum pola dan perilaku masyarakat global dalam melakukan perjalanan komuter menggunakan sepeda sepanjang periode Januari hingga Desember tahun 2025.
Apa Saja Fakta dan Angka Kunci dari Tren Komuter Sepeda Global 2025?
Berdasarkan analisis jutaan aktivitas yang terekam di aplikasi Strava selama tahun 2025, laporan ini menemukan pergeseran demografi dan tren adopsi teknologi yang signifikan di kalangan pesepeda.
Berikut adalah rincian data dan temuan utamanya:
Tentang Strava Metro
Data laporan di atas ditarik dari basis data Strava Metro, yakni sebuah platform yang menyediakan kumpulan data agregasi anonim mengenai perjalanan pesepeda dan pejalan kaki. Sebagai bagian dari inisiatif dampak sosial Strava, data ini disediakan secara gratis bagi perencana tata kota.
Saat ini, lebih dari 4.000 mitra global—termasuk lembaga pemerintah dan perancang infrastruktur—telah memanfaatkan data Strava Metro untuk memahami rute lalu lintas aktif warganya. Hasil analisis ini digunakan untuk mendesain dan membangun infrastruktur komuter yang lebih baik, yang diklaim telah memberikan dampak positif secara langsung bagi hampir 1 miliar orang di seluruh dunia.
“Melalui laporan ini, terlihat jelas betapa kuatnya dampak aktivitas komuter. Kami pun mengajak lebih banyak orang untuk menjadi bagian dari komunitas perjalanan aktif dengan merekam rutinitas berkomuter… untuk mewujudkan pengalaman berkomuter yang lebih aman dan mudah bagi semua,” ujar Brian Bell, Wakil Presiden Komunikasi dan Dampak Sosial Strava.
Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.