Tren Komuter Sepeda Menurut Strava: Generasi Baby Boomer Lebih Aktif Dibandingkan Gen Z

1 min read
April 23, 2026

Platform kebugaran global, Strava, secara resmi merilis laporan perdana bertajuk Strava Metro: Commute Report.

Laporan komprehensif ini merangkum pola dan perilaku masyarakat global dalam melakukan perjalanan komuter menggunakan sepeda sepanjang periode Januari hingga Desember tahun 2025.

Apa Saja Fakta dan Angka Kunci dari Tren Komuter Sepeda Global 2025?

Berdasarkan analisis jutaan aktivitas yang terekam di aplikasi Strava selama tahun 2025, laporan ini menemukan pergeseran demografi dan tren adopsi teknologi yang signifikan di kalangan pesepeda.

Berikut adalah rincian data dan temuan utamanya:

Kategori Temuan Detail Data dan Fakta Menarik
Total Jarak Tempuh Pesepeda komuter global menempuh total 885,1 juta kilometer (550 juta mil). Jarak masif ini setara dengan mengelilingi Bumi sebanyak 22.000 kali.
Demografi Usia Teraktif Generasi Baby Boomer tercatat sebagai kelompok usia yang paling aktif menggunakan sepeda untuk mobilitas komuter. Sebaliknya, probabilitas Generasi Z (Gen Z) untuk bersepeda komuter justru 21% lebih rendah dibandingkan kelompok Boomer.
Adopsi Sepeda Listrik (E-bike) Penggunaan e-bike tumbuh sangat pesat, terutama didorong oleh adopsi dari generasi Baby Boomer. Tiga negara dengan tingkat komuter e-bike tertinggi di dunia adalah Islandia, Belgia, dan Norwegia.
Ketahanan Cuaca Ekstrem Aktivitas komuter sepeda tidak terhalang oleh iklim. Pesepeda tetap melaju dalam segala kondisi, mulai dari menembus suhu terdingin di Finlandia hingga cuaca terpanas di Jepang.

Tentang Strava Metro

Data laporan di atas ditarik dari basis data Strava Metro, yakni sebuah platform yang menyediakan kumpulan data agregasi anonim mengenai perjalanan pesepeda dan pejalan kaki. Sebagai bagian dari inisiatif dampak sosial Strava, data ini disediakan secara gratis bagi perencana tata kota.

Saat ini, lebih dari 4.000 mitra global—termasuk lembaga pemerintah dan perancang infrastruktur—telah memanfaatkan data Strava Metro untuk memahami rute lalu lintas aktif warganya. Hasil analisis ini digunakan untuk mendesain dan membangun infrastruktur komuter yang lebih baik, yang diklaim telah memberikan dampak positif secara langsung bagi hampir 1 miliar orang di seluruh dunia.

“Melalui laporan ini, terlihat jelas betapa kuatnya dampak aktivitas komuter. Kami pun mengajak lebih banyak orang untuk menjadi bagian dari komunitas perjalanan aktif dengan merekam rutinitas berkomuter… untuk mewujudkan pengalaman berkomuter yang lebih aman dan mudah bagi semua,” ujar Brian Bell, Wakil Presiden Komunikasi dan Dampak Sosial Strava.


Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.

Previous Story

Why Better AI Music Starts With Better Inputs

Latest from Blog

Don't Miss

Infografis Pembaruan Strava Paling Update

Strava resmi merilis rangkuman pembaruan terbarunya yang bertujuan membantu pengguna

Strava Luncurkan Fitur “Untuk Sebuah Tujuan”, Dukung Penggalangan Dana Lewat Olahraga

Bagaimana jika setiap kilometer yang Anda tempuh atau setiap kalori