Esports Ecosystem
for SEO
Esports Ecosystem

Tencent Luncurkan Kerja Sama Manchester City dan Franchise Esports CrossFire

27 June 2019Ayyub Mustofa

Mengikuti kesuksesan LPL, Tencent kini akan menerapkan sistem franchise di CFPL dan CFML.

Pada tanggal 20 Juni lalu, Tencent baru saja menggelar acara Tencent Global Esports Summit yang merupakan pertemuan industri esports terbesar di Tiongkok. Bisa ditebak bahwa acara ini pasti mengandung banyak hal signifikan terhadap industri setidaknya untuk satu tahun ke depan. Terutama dalam hal pengumuman program baru, kerja sama antar para pelaku industri, dan perkembangan lainnya.

The Esports Observer telah melaporkan poin-poin penting yang patut jadi perhatian dalam acara tersebut. Secara umum, Tencent Global Esports Summit kali ini menunjukkan bahwa peran Tencent di industri esports akan memasuki babak baru yang penting. Tapi selain itu juga menunjukkan adanya geliat dari pemerintah maupun masyarakat untuk menjadikan esports sebagai salah satu bagian dari kebudayaan Tiongkok. Apa saja poin penting itu?

Kerja sama dengan Manchester City dan Juss Sports

Tencent mengumumkan ikatan kerja sama baru dengan dua organisasi olahraga, yaitu Manchester City F.C. dan Juss Sports. Nama Manchester City tentu sudah tak asing sebagai salah satu klub terkenal di liga Inggris, sementara Juss Sports adalah sebuah event organizer olahraga Tiongkok yang berpengalaman menggelar berbagai ajang kompetisi, termasuk Formula One Grand Prix.

Kerja sama dengan Manchester City ini bertujuan untuk menghubungkan esports dan olahraga konvensional, juga menciptakan pertukaran budaya antara Inggris Raya dan Tiongkok. Implementasinya akan menggunakan game Honor of Kings (Arena of Valor versi Tiongkok), namun belum ada informasi tentang detail konkretnya.

“Kami ingin menggunakan produk kami untuk membuat orang-orang di luar Tiongkok merasakan keindahan budaya Tiongkok,” kata Li Min, produser Honor of Kings, “Ini juga merupakan arah pengembangan Honor of Kings di masa depan.”

Sementara itu kerja sama dengan Juss Sports mencakup penggunaan sumber daya olahraga dan stadion. Salah satu stadion milik Juss Sports, yaitu Oriental Sports Center, saat ini sudah menjadi stadion esports resmi yang dapat digunakan Tencent. Di sini akan lebih banyak turnamen esports besar, terutama cabang League of Legends dan Honor of Kings, juga acara-acara bertema esports lain dan museum esports.

CrossFire Esports Franchise
Sumber: Tencent via The Esports Observer

Esports CrossFire kini menggunakan sistem franchise

Game first-person shooter populer CrossFire merupakan salah cabang esports populer di Tiongkok yang ada di bawah naungan Tencent. Liga profesionalnya, yaitu CrossFire Pro-League (CFPL) bahkan merupakan liga profesional esports pertama yang didirikan Tencent. Mengikuti kesuksesan franchise Tencent League of Legends Pro League (LPL), kini Tencent akan mengadaptasi sistem franchise ke CrossFire.

Selain di CrossFire Pro League, sistem franchise juga diterapkan untuk CrossFire Mobile League (CFML). Namun Tencent tidak membuka berapa harga slot franchise yang mereka tawarkan. Menurut Zu Zhengrong dari Tencent, saat ini sudah ada 10 organisasi esports besar yang bergabung dengan sistem baru CFPL dan CFML.

Perserikatan teknologi esports

Tencent juga mengumumkan pembentukan perserikatan di bidang teknologi yang berkaitan dengan esports. Dipimpin oleh kementerian industri dan teknologi informasi Tiongkok, perserikatan ini bertujuan untuk membentuk standar teknologi khusus esports di negara tersebut, terutama yang menyangkut teknologi internet, hardware, serta broadcasting.

Beberapa perusahaan yang bergabung dalam perserikatan ini (selain Tencent Esports sendiri tentunya) antara lain Intel, Qualcomm, Nvidia, China Unicom, Tencent Cloud, Razer, dan Yesee Tech. Salah satu kontribusinya yaitu penyediaan teknologi 5G oleh China Unicom untuk meningkatkan pengalaman bermain dalam judul-judul game Tencent.

Tencent Esports Union
Sumber: Tencent via The Esports Observer

“Sekarang adalah waktu dan kesempatan terbaik bagi esports Tiongkok untuk berkembang,” kata Ren Yuxin, COO Tencent Group, dalam acara Tencent Global Esports Summit. Dengan revenue tahun 2019 diperkirakan mencapai lebih dari US$210 juta, Tiongkok memang ditengarai akan menjadi negara dengan pertumbuhan esports tertinggi kedua di dunia. Adanya beberapa kendala seperti regulasi penerbitan game yang kini semakin ketat tampaknya bukan penghalang bagi kemajuan industri esports di Tiongkok, dan Tencent jelas berperan besar dalam hal itu.

Sumber: The Esports Observer

Play video

17 May 2022

Review Xiaomi Redmi Note 11 Pro, Sajikan Pengalaman Premium Dengan Desain Lebih Kekinian

Bulan lalu, saya kedatangan Poco M4 Pro dan disusul Xiaomi Redmi Note 11 Pro. Dua smartphone ini mengusung spesifikasi ...

Others from #HybridTV